Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 80.


__ADS_3

Kevin duduk bersandar dengan Asta dipelukannya. Ia memeluk Asta tetapi pikirannya seperti tidak ada bersama nya.


" Apa yang kamu pikirkan ?," tanya Asta .


" Yang aku pikirkan, aku beruntung mempunyai istri cantik seperti dirimu," jawab Kevin tersenyum genit.


" Mas, aku serius, apa yang kamu pikirkan ." tanya Asta merajuk.


" Aku, aku merasa aneh dengan perasaan dan juga pikiranku ," jawab Kevin pelan


" Maksud mu ?,"


" Aku merasa kita sudah sekian lama tidak bertemu dan aku sangat merindukanmu hingga aku rela meninggalkan semuanya hanya untuk bertemu denganmu, tetapi setelah aku pikirkan mengapa bisa seperti itu bukankah aku adalah suami mu dan pasti mempunyai keistimewaan untuk selalu bersama dengan dirimu. Hal itulah yang membuatku sedikit bingung." jawab Kevin termenung.


Asta menatap Kevin dengan pandangan menyelidik membuat Kevin bertanya.


" Apakah kamu tahu sesuatu ?, tanya Kevin menatap Asta dengan curiga.


" Tidak." jawab Asta mencoba untuk bangun .


" Mau kemana ?," tanya Kevin melihat Asta melepaskan diri dari pelukannya.


" Ke kamar mandi, " jawab Asta tanpa memandang Kevin.


Asta menutup pintu kamar mandi dan melepaskan pakaian nya dengan cepat dan ia menyalakan shower. Air hangat menyentuh tubuhnya dan membasahi rambut ikalnya yang sebahu. Asta benar-benar merasa segar setelah selesai mandi. Lalu ia mengambil air wudhu karena dirinya belum sholat Ashar.

__ADS_1


Dengan memakai piyama, Asta keluar dari kamar mandi dan ia tidak melihat Kevin dikamarnya.


" Kemana Mas Kevin ?, apakah ia kebawah ?," tanya Asta dalam hati.


Asta keluar kamar setelah selesai sholat, dengan langkah ragu, Asta melangkah menuruni tangga, dan ia melihat Kevin sedang membuat makanan.


" Hem, bau nya enak," kata Asta menuju kursi dan mengamati Kevin yang meracik makanan.


" Duduk manis ya, makanan akan segera siap." jawab Kevin dengan senyum menggodanya.


" Aku baru kali ini melihatmu sibuk di dapur apalagi membuat sesuatu ?,"


" Karena aku belum mempunyai kesempatan untuk melakukan nya."jawab Kevin tertawa.


" Terima kasih ya Mas, sangat enak dan lezat." kata Asta memuji masakan Kevin.


" Aku suka kamu menikmati nya." jawab Kevin kalem.


" Mas, boleh aku bertanya sesuatu ?, bagaimana pekerjaan di kantor ?, apakah semuanya bisa diatasi ?," tanya Asta pada Kevin yang menatapnya curiga.


" Tidak begitu baik. Aku berharap kamu bisa membantu ku lagi di kantor. Apakah kamu bersedia ?, sebagai partner bisnis ku ?."


" Maksud Mas Kevin ?," tanya Asta.


" Tadi aku membaca email dari kantor yang berada di Amerika dan mereka mengabari kalau kepemilikan Kurien dialihkan padamu. Apakah aku bisa mengetahui alasannya ?, dan bagaimana kamu mengenal Nik ?," tanya Kevin dengan penuh keingintahuan nya yang sangat besar.

__ADS_1


" Aku tidak tahu Kurien," jawab Asta pelan.


" Asta, apakah kamu tidak ingin mengatakan apapun padaku ?,"


" Apakah kamu masih ingat tentang mimpi yang selalu membuatku gelisah ?, aku tidak pernah mengingatnya dengan jelas. Tetapi hari itu aku melihatnya dan semuanya terlihat nyata."


" Apa hubungannya dengan mimpimu dan Kurien ?,"


" Pria itu adalah Tuan Andreakis, aku tidak tahu dengan jelas siapa namanya aku hanya memanggil nya dengan Tuan."


" Jadi kamu sudah bertemu dengan Nik, bagaimana kabarnya ?, mengapa ia tidak menemui diriku ?."


" Mas, apakah kamu masih ingat mengapa kamu berada dirumah sakit ?," tanya Asta hati-hati.


" Hem, aku ingat ada keramaian di kantor yang disebabkan oleh Keanu, selanjutnya... aku, aku tersungkur karena luka tembak dan ya, ada Nik yang membawaku ke rumah sakit dan aku berpesan padanya agar menjagamu. Selanjutnya aku tidak tahu lagi." ujar Kevin berusaha mengingat nya.


" Aku tidak tahu apakah yang akan aku katakan baik atau tidak, aku hanya berharap semuanya berjalan dengan baik, karena Mas Kevin pasti akan mencari tahu tentang kebenaran nya."


" Katakan langsung Asta !."


" Keadaan Mas Kevin sudah tidak bisa dikatakan ada harapan dengan jantung dan hati yang tidak berfungsi karena luka tembakan,dan begitu juga dengan Tuan yang kritis karena memberikan transfusi darah secara berlebihan untuk Mas Kevin. Diantara kalian berdua tidak ada yang bisa bertahan. Tuan dengan keadaan kekurangan darah dan juga otaknya yang kembali bermasalah dan Mas Kevin dengan jantung dan hati. Akhirnya tuan memutuskan mendonorkan jantung dan hatinya untuk Mas Kevin karena dirinya sama sekali tidak ada harapan untuk hidup." Asta menjelaskan dengan suaranya yang sudah bercampur dengan isakan tangisnya.


Melihat hal tersebut membuat Kevin memeluk Asta dengan erat.


" Aku tidak akan meninggalkanmu dan membuatmu khawatir lagi sayang ." bisik Kevin menenangkan.

__ADS_1


__ADS_2