
Tanpa terasa usia Zachery sudah 3 bulan, dan mereka merasa bersyukur sudah melakukan selamatan aqiqah pada putra mereka tepat saat usia Zachery 7 hari.
Adzan Isya baru selesai berkumandang dan Kevin mengajak Asta agar sholat berjamaah sementara Zachery berada didalam box bayi di samping mereka. Hal tersebut dilakukan oleh Kevin maupun Asta agar putra mereka terbiasa melihat orang tua mereka sholat sekaligus memberi contoh dengan harapan nantinya dapat dilakukan sendiri saat Zachery sudah besar.
" Apakah Mama sudah mendapat kabar dari Amelia ?," tanya Kevin ketika mereka sudah bersantai sambil mengamati Zach yang sudah tertidur.
" Sudah." jawab Asta pelan.
" Ada apa ?, apakah terjadi sesuatu ?," tanya Kevin.
" Pedro mengatakan agar Mama bisa hadir dan melihat langsung kegiatan di kantor pusat."
" Kapan ?."
" Bulan depan, bagaimana pun usia Zach masih terlalu kecil untuk dibawa pergi. Dan Mama sudah mengatakan pada Pedro agar kunjungan ke kantor pusat dapat dilakukan ketika Zach sudah berumur di atas 6 bulan," jawab Asta ragu.
" Hem, Benar kasihan Zachery bila melakukan perjalan jauh."
" Apakah Papa tidak marah atau keberatan bila Mama pergi bersama atau tanpa Zachery ketika usianya sudah lebih dari 6 bulan ?," tanya Asta.
" Keberatan itu sudah pasti. Kalau memang Mama harus melakukan kunjungan sebaiknya Zachery tetap bersama Mama, karena Papa tidak mau ia lepas dari Mama sebagi ibunya," jawab Kevin dan ia segera pindah posisi berbaring nya dimana awalnya dia berada di samping Zachery kini ia berada dibelakang Asta dan segera memeluknya erat.
" Papa sangat merindukan Mama seminggu ini," bisik Kevin sambil memberikan ciuman dan gigitan kecil disekitar tengkuk dan juga bahu Asta yang terbuka.
__ADS_1
" Benarkah ?,"goda Asta dan ia segera berbalik menghadap Kevin.
" Hem," jawab Kevin dan ia segera mencium bibir Asta dengan mesra .
" Bagaimana kalau Papa memindahkan Zach ke box tidurnya lebih dulu," pinta Asta dengan manja.
Tanpa menunggu perintah 2 kali, Kevin segera mengangkat Zach dan menidurkannya di box bayi yang menjadi tempat tidur putranya.
Kevin memperhatikan Asta yang berbaring ditempat tidur mereka yang besar dan terlihat sangat menggoda membuat Kevin tidak dapat menahan dirinya lagi.
Kevin dan Asta bercinta dengan penuh gairah yang disertai kelembutan dan juga kemesraan.
" Apakah kamu menyukainya ?," bisik Kevin masih memeluk erat Asta setelah mereka selesai bercinta.
" Apakah Mama ingin melakukan nya lagi ?,"godanya sambil memberikan ciuman ditempat biasa Zachery mendapatkan susu.
Asta tidak menjawab dan ia hanya melakukan balasan pada bagian tubuh Kevin yang tertutup selimut membuat suaminya dengan cepat bangkit gairahnya kembali.
Setelah melakukan penyatuan tubuh berkali-kali yang membuat tubuh Asta terasa ngilu dan pegal, akhirnya Kevin membopong tubuh Asta ke kamar mandi untuk mandi bersama.
" Terima kasih sayang," Kevin memeluk Asta setelah mereka sudah kembali ke tempat tidur.
Kevin sudah terbiasa tidur hanya dengan mengenakan celana dalam yang sangat minim, sementara Asta berpakaian lengkap, dan ia memeluk tubuh Asta dengan erat dibawah selimut mereka.
__ADS_1
Kevin terbangun ketika ia merasa Asta tidak berada dalam pelukannya dan ia melihat Asta sedang menyusui Zachery sehingga ia ikut bangun dan duduk dibelakang Asta dan memeluknya agar ia dapat memperhatikan bagaimana hausnya Zachery ketika menyusu.
" Untung aku tadi tidak merebut haknya ," bisik Kevin membuat wajah Asta memerah sementara Zachery menghentikan sedotannya dan memandang Kevin.
Melihat Zachery yang menatap Kevin membuat Asta maupun Kevin tertawa geli.
" Tenang Boy, Papa tidak akan merebutnya darimu, tapi kalau kamu membiarkannya lepas, maka Papa akan mengambil alih," ancam Kevin geli dan mereka tertawa dengan keras melihat sikap Zachery yang seakan mengerti tentang ancaman Papa nya.
" Sudah tidak usah diajak bicara kalau anaknya sedang menyusu." tegur Asta dan ia memberikan bibirnya untuk dicium Kevin ketika suaminya menjelajah lehernya dengan bibirnya, seperti masih kurang dengan kemesraan yang belum lama mereka lakukan berkali-kali.
" Entah apa yang diminum suamiku hingga ia selalu memiliki gairah dan tenaga yang membuatnya tidak pernah capek dan lelah." ucap Asta dalam hati.
" Apa yang kamu pikirkan ?," tanya Kevin menarik tubuh Asta agar duduk di pangkuannya setelah meletakkan Zachery ditempat tidurnya.
" Bukan apa-apa, Ayo kita lanjutkan tidur."
" Tapi besok hari Sabtu dan libur, izinkan aku untuk melakukan nya lagi."
" Astaga, bisa rontok badanku." ucap Asta tertawa yang diikuti oleh Kevin.
" Baiklah, aku akan memeluk Mama saja, Papa tidak ingin Mama sakit karena harus merawat Zachery dan juga melayani Papa," jawab Kevin lembut.
" Terima kasih atas pengertiannya suami ku sayang," kata Asta mencium bibir Kevin dengan mesra.
__ADS_1