Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 75.


__ADS_3

Hari ini Asta bersama Sisil mengunjungi dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan rutin. Dan mereka mendapatkan nomor antrian dipertengahan.


" Apakah Kevin akan mempunyai kepribadian ganda ?," tanya Sisil pelan.


Mendengar pertanyaan dari kakak iparnya membuat Asta tersenyum.


" Aku ga tau Mba, aku rasa bukan kepribadian ganda, tapi antara hati dan otaknya mungkin perlu waktu untuk menyesuaikan." jawabnya.


Entah mengapa mendengar pertanyaan Sisil, Asta tiba-tiba merasa aneh sendiri membayangkan seorang Kevin Wiratama yang dulunya sebagai lelaki yang suka mempermainkan wanita tetapi terkadang suka terbawa emosi memiliki hati seorang Nikos Andreakis yang menurut Pedro sebagai pria yang hanya mampu mencintai satu wanita dan selalu bertindak dengan tegas dan juga kejam.


" Ada apa ?."


" Tidak apa-apa Mba, hanya merasa aneh saja," jawabnya tersenyum.


" Sudahlah... yang penting Kevin selamat dan kesehatan nya semakin membaik sehingga kamu bisa lebih konsentrasi menjaga kandunganmu."


" Iya Mba, aku sangat bersyukur semuanya berjalan dengan baik. Semoga semuanya diberi kelancaran hingga aku melahirkan dan Mas Kevin juga bisa pulih seperti semula."


" Aamiin..."

__ADS_1


Setelah pembicaraan mereka, tidak berapa lama, nama Asta dipanggil lalu mereka menuju ruang periksa dan bertemu dengan Dokter Euis Kaniasari.


" Selamat pagi Dok...." sapa Asta dan Sisil.


" Selamat pagi ibu-ibu..., bagaimana ibu Astari apakah ada keluhan ?," tanya Dokter Euis ramah.


" Alhamdulillah tidak Dok," jawab Asta.


" Sebenarnya yang khawatir itu kami dok, karena Adik saya ini tidak bisa dilarang," jawab Sisil cepat membuat Asta cemberut dan dokter Euis tersenyum.


" Wah kenapa bisa begitu?, Ibu Asta bisa berbaring disini ?, biar saya periksa keadaan bayinya!." ujar dokter.


Sebenarnya hubungan Dokter Euis dan keluarga Sudrajat sudah sangat dekat karena saat mereka hamil semuanya melakukan pemeriksaan pada dokter yang sama yaitu pada dokter Astari.


" Kalau sampai mengakibatkan rasa capek tentu saja tidak baik, tetapi untuk perkembangan psikologi ibu dan bayi yang dikandungnya juga bagus karena memiliki kedekatan dengan suami dan ayahnya. Tetapi rumah sakit bukan tempat yang aman apabila selalu datang kesini. Jadi saya sarankan jaga kesehatan ibu dan bayinya juga." jawab dokter Euis.


" Nah dengar Asta, kamu boleh menengok Kevin tetapi juga tidak setiap saat dan menghabiskan waktumu disini !." tegur Sisil.


" Iya Mba."

__ADS_1


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Asta dan Sisil menuju ruangan dimana Kevin dirawat, dan mereka bertemu dengan Amanda dan juga Nyonya Nisa yang diketahui sebagai ibu dari Amanda.


" Assalamualaikum, sudah lama Bu ?," sapa Asta pada ibu mertuanya.


" Lumayan sudah lama Nak Asta, dan kami sudah akan pulang. Bagaimana dengan kandungan mu ?, menurut Bima tadi kamu ke dokter kandungan lebih dulu."


" Alhamdulillah semuanya sehat Bu, perkembangan nya juga baik," jawab Asta.


" Syukurlah ... Apakah kamu akan melihat Kevin sekarang ?," tanya ibu Nisa pada Asta.


" Iya Bu, apakah Amanda masih didalam ?," tanya Asta karena tidak melihat Amanda bersama ibu mertuanya.


" Masih Nak, sepertinya Kevin sedang menanyakan pekerjaan pada Amanda."


Mendengar jawaban Ibu Nisa membuat Asta menarik nafas karena kesal. Dengan cepat ia masuk keruangan dan menatap mereka dengan tajam.


" Apakah Mas Kevin sudah tidak sabar untuk bekerja ?, kalau ya silahkan lanjutkan, tetapi jangan harap aku akan kesini lagi !," ucap Asta marah dan ia segera berbalik untuk meninggalkanruangan membuat Amanda terkejut begitu juga dengan Kevin.


" Ma Cherie..." panggil Kevin membuat Asta menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kevin penuh tanda tanya begitu juga dengan Amanda.

__ADS_1


" Amanda , kamu bisa pergi sekarang !," ucap Kevin pada Amanda ketika melihat Asta menatapnya dengan tajam tetapi juga penuh dengan rasa terkejut.


__ADS_2