Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 93.


__ADS_3

" Apakah Kak Sisil yang besok kesini ?," tanya Asta ketika mereka tiba di apartemen.


" Benar. Sisil dan Meghan yang besok akan menemani dirimu, sementara Kevin tetap bersama Ivan," jawab Rizky sambil memandang Kevin dengan penuh arti.


" Apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui ?," tanya Asta curiga.


" Tidak ada apa-apa sayang. Hanya pandangan sesama lelaki." jawab Kevin dan ia balas menatap Rizky dengan pandangan menantang.


" Baiklah, aku akan pulang. Sampai bertemu lusa," kata Rizky sebelum meninggalkan apartemen.


Setelah Rizky pergi, Asta menuju kamar mandi yang berada dikamar tidur untuk mencuci kaki yang terletak dilantai bawah dan pernah menjadi kamarnya ketika masih menjadi sekretaris Kevin.


Asta keluar dari kamar dengan kaki yang sudah bersih dan terasa segar, lalu ia memilih duduk di sofa dengan kaki di selonjorkan sebelum naik ke kamar atas.


" Apakah kamu lelah ?," tanya Kevin sambil duduk di sofa dan ia mengangkat kaki Asta dan meletakkan di atas pangkuannya.


" Sedikit," jawab Asta dan ia memejamkan matanya ketika Kevin memijat kakinya dengan pelan.


" Pijatan mu sangat enak sekali Mas, rasanya begitu pas pada kakiku yang pegal-pegal." ucap Asta pelan.

__ADS_1


" Apakah besok kamu akan berangkat kekantor lagi ?," tanya Kevin.


" Tidak. Karena besok Lukas dan Amelia bersama dengan Derry aku minta untuk mencari gedung sebagai kantor Kami. Dan selanjutnya juga aku minta Lukas untuk melakukan pekerjaan di kantor pusat. Aku tidak mau tenaga mereka sia-sia atau tidak digunakan secara maksimal bila mereka berdua berada di Jakarta, sedangkan di sana tenaga nya sangat di butuhkan." jawab Asta membuat Kevin terkejut.


" Kapan kamu memutuskan ?, bukankah baru tadi siang kamu mengatakan baru berpikir ?, atau saat kamu bilang berpikir, sedetik kemudian sudah kamu putuskan ?," tanya Kevin tidak percaya bila isterinya suka bertindak sangat cepat dalam memutuskan sesuatu.


" Entah mengapa aku merasa Pedro dalam tekanan, dan aku tidak bisa menerima kalau lelaki setia seperti dirinya dipertanyakan kemampuannya dalam bekerja." jawab Asta pelan.


Kevin menatap Asta tanpa berkedip dan ia merasa apa yang dikatakan oleh Asta berhubungan dengan ucapan Rizky ketika berada didalam mobil tadi.


" Tidak mungkin. Setahun aku mengenalnya Asta selalu berpikir dan bertindak dengan memakai logika bukan berdasarkan insting semata," ucap Kevin dalam hati tanpa melepaskan tatapannya dari Asta.


" Apakah Mas berpikir aku indigo ?," tanya Asta mengejutkan hingga tangannya yang sedang memijat kaki Asta berhenti.


" Oke aku tidak akan tertawa, tapi hentikan kelitikan ditelapak kaki ku Mas, geli tahu...," kata Asta mencoba menghentikan tawanya.


" Jadi Mas berpikir aku punya indera ke 6 atau apalah namanya itu. Benar kah ?," tanya Asta dengan susah payah agar ia tidak tertawa lagi.


" Sempat terpikirkan, tapi belum diucapkan," jawab Kevin dengan senyum masam.

__ADS_1


" Aku normal kok Mas," jawab Asta dengan senyum termanisnya membuat Kevin panas.


" Tubuhmu sudah sejuk bukan ?, kalau iya sebaiknya mandi sekarang sebelum hari gelap." kata Kevin.


Lalu ia meletakan kaki Asta di kursi dan ia sendiri segera berdiri kemudian ia menarik tangan Asta dengan lembut agar bangun.


Dengan merangkul bahu Asta, Kevin membawa istrinya ke kamar untuk mandi.


" Mau aku mandikan ?," goda Kevin ketika Asta masih malas-malasan untuk mandi.


" Kalau Mas yang melakukan, pasti ada sesi tambahan." balas Asta dengan mata menggoda.


" Kamu tidak capek bukan ?," tanya Kevin penuh harap.


" Kalau aku katakan tidak ?."


" Maka aku akan melakukan apa yang sejak malam ingin aku lakukan." ucap Kevin dengan gemas.


Mendengar ucapan Kevin membuat Asta tersenyum dengan rasa bersalah, karena ketika Kevin akan mencumbu nya ia merasa sangat lelah dan Kevin hanya memeluknya karena ia juga tidak ingin terjadi sesuatu pada bayi mereka.

__ADS_1


" Hey, mengapa senyum mu seperti itu ?, aku juga akan melakukan yang terbaik untuk anak kita, meskipun aku harus berpuasa." ujar Kevin menghapus rasa bersalah isterinya.


" Malam ini aku akan memberikan dan melayani dirimu dengan baik Mas, karena kalau aku katakan sampai kamu puas, aku yakin aku tidak akan mampu dengan kondisi ku sekarang." jawab Asta membuat Kevin tergelak, tidak menyangka bahwa isterinya mampu membesarkan hatinya dengan kalimat yang tidak terduga.


__ADS_2