Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 57.


__ADS_3

Asta menatap Kevin selama suaminya menjelaskan tentang Keanu dan ia benar-benar tidak percaya bahwa lelaki yang pernah mendekati Amanda adalah saudaranya sendiri walaupun diantara mereka tidak ada hubungan darah dan Amanda tidak mengetahui siapa Keanu.


"Apakah sekarang kamu mengerti mengapa aku begitu marah padamu ?."


" He eh, tapi mengapa temanmu tahu tentang Keanu ?, itu yang tidak aku mengerti ?."


"Keanu memiliki banyak wanita tidak perduli apakah ia sedang menjalin hubungan atau tidak, baginya tidak ada yang perlu dihormati dan dijaga dalam berkencan, dan ia sangat menyukai bila ada wanita yang memberikan kemewahan padanya dan dalam lingkungan ku, sosok Keanu tidak asing lagi."


" Baiklah, aku mengerti."


" Terima kasih Asta, apakah kaki mu masih pegal ?," tanya Kevin.


"Tidak. Terima kasih Mas Kevin sudah memijat kaki ku."


" Hemm, istirahat lah, dan biarkan aku memeluk mu," ucap Kevin ikut berbaring disebelah Asta dan memeluknya.


" Asta, Izinkan aku menciummu, aku sangat menginginkan dirimu walaupun saat ini hanya itu yang bisa kulakukan," bisik Kevin mulai memberikan kecupan kecil dileher dan wajah Asta.


Asta tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya seraya membalas pelukan Kevin.


Malam itu berlalu dalam kemesraan yang hangat dan Kevin merasa sangat bahagia menerima balasan dari Asta walaupun mereka tidak bercinta karena kondisi Asta yang sedang hamil muda dan mereka khawatir dapat membahayakan janin yang masih sangat rentan.


Kevin memandang wajah Asta yang masih tertidur. Ia merasa sangat beruntung karena memiliki istri yang cantik dan juga pintar.


" Aku nyaris kehilangan dirimu karena kebodohan ku Asta, aku berharap bahwa aku tidak terlambat untuk mencintaimu dan membangun keluarga kita menjadi keluarga yang saling mencintai." ucap Kevin dalam hati dan ia mulai memberikan ciuman lembut hingga Asta terbangun.


" Sudah jam berapa Mas ?,"tanya Asta menggeliat.

__ADS_1


"Masih malam. Tidurlah !." ucap Kevin dan ia pun memeluk erat tubuh Asta hingga tubuh telanjangnya menempel erat pada kulit Asta yang halus.


Suara Adzan Subuh terdengar dari Masjid yang tidak begitu jauh jaraknya dan membangunkan Asta dan Kevin dari tidurnya.


" Kita sholat sekarang?," tanya Kevin melihat Asta masih mengantuk.


"He eh." jawabnya.


Setelah sholat subuh Asta melakukan kegiatan rutin yaitu menyiapkan sarapan, setelah itu ia menuju kamar untuk merapikan pakaian dan barang-barang pribadinya.


" Apakah hanya ini ?," tanya Kevin melihat barang pribadi Asta.


" He eh, aku memang malas belanja barang pribadi," jawab Asta.


" Boleh aku tanya sesuatu?."


" Hemmmm, bukankah kamu membawa perhiasan ketika pergi ?."


" Tidak. Awalnya aku mau membawanya karena marah. Tapi sangat berbahaya bila aku melakukan hal tersebut, jadi aku menyimpan nya dibrankas dan merubah nomor password nya," jawab Asta membuat Kevin tersenyum.


" Istriku memang hebat." kata Kevin sementara Asta hanya meliriknya sambil lalu.


" Apakah salah memuji istri sendiri," kata Kevin melihat Asta hanya diam.


" Terima kasih atas pujiannya " jawab Asta geli menahan tawa melihat kelakuan Kevin yang seperti merajuk.


Ia sudah merapikan barang pribadinya dan memasukkan nya kedalam koper dengan dibantu oleh Kevin yang terlihat sangat bersemangat membantunya berkemas.

__ADS_1


"Asta, apakah kamu sudah bicara dengan Mama bahwa selama aku di Amerika kamu akan tinggal bersama mereka ?."


" Sudah. Dan mama sangat gembira sekali," jawab Asta.


" Benarkah ?."


" Iya. Menurut Mama, dengan aku tinggal bersama mereka , maka akan lebih mudah mengawasi diriku saat hamil muda seperti ini."


" Aku sangat senang mendengar nya," jawab Kevin mencium lembut kepala Asta.


" Apakah Mas Kevin mau sarapan sekarang?."


" Boleh," jawab Kevin, dan merekapun segera menuju ruang makan dan sebelum duduk,mereka mencuci tangan terlebih dahulu.


Asta baru saja selesai sarapan ketika pintu rumahnya diketuk dan rupanya Arum yang berkunjung.


"Assalamualaikum."


" Waalaikum salam, Hey ayo masuk !."


" Tidak perlu, aku juga sudah mau berangkat ke kantor. Aku hanya mau berpamitan karena kamu juga akan kembali ke Jakarta bukan ."


" Iya, Nanti kunci rumah akan aku titip sama suamimu ya, untuk selanjutnya aku serahkan kepengurusan nya sama kamu. Seperti yang aku katakan kemarin, mau kamu kontrakan atau ada saudara mu yang mau tinggal disini terserah, yang penting rumah ini ada yang mengurus dan membersihkan agar tidak menjadi rumah kosong."


"Okey, aku akan mencoba menjaga amanah darimu. Kalau begitu aku berangkat dulu ya, Mas Kevin aku berangkat dulu ya, Ingat jaga Asta jangan biarkan dia pergi lagi !," ucap Asta.


" Terima kasih Arum, kamu sudah menjaga dan menemani Asta selama dia sendiri," kata Kevin penuh rasa terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2