
Amanda dan Asta sudah menyelesaikan tugas kantor dan sudah bersiap untuk pulang ketika intercom dimeja Asta berbunyi.
" Asta, kamu tunggu sebentar, ada yang perlu aku sampaikan," Kevin meminta agar Asta jangan pulang lebih dulu.
" Manda, kamu pulang lebih dulu ya, aku diminta menunggu sebentar ."
" Okey, aku duluan ya."
Asta kembali duduk dikursi nya dan ia melihat pesan WhatsApp dihandphone nya . Sambil tersenyum sendiri ia membaca dan membalas pesan teman-teman nya hingga tidak menyadari Kevin sudah berdiri didepannya.
" Masih mau disini ?, tidak mau pulang ," Kevin bertanya pelan pada gadis yang sedang duduk menyandar dikursi kerjanya .
Sebenarnya dia sudah sejak tadi memperhatikan Asta yang duduk dengan santai nya sama sekali tidak menampakkan dirinya sebagai seorang sekretaris yang penuh tanggung jawab dan cekatan, karna yang dia lihat saat ini adalah seorang wanita yang terlihat malas.
" Eh, maaf pak. Tentu saja mau pulang ," jawabnya segera bangun dari kursinya .
" Maaf pak, tadi katanya ada yang mau disampaikan?," tanya Asta saat mereka berada di lift.
" Memangnya kamu mau Amanda tahu kalau kita tinggal bersama?," Kevin menatap Asta yang langsung diam.
Mereka sudah tiba di lobby dan seperti biasa Asta mengambil posisi disebelah pengemudi, tetapi tidak lama pak Toha membuka pintu dan menyerahkan kunci mobil pada Kevin yang segera duduk dikursi kemudi membuat Asta melongo .
" Lah pak Toha mau kemana Pak ?."
" Mau pulang, tapi naik ojol. Kenapa ?," Kevin meliriknya sambil tersenyum miring.
" Eemm, apa saya pindah kebelakang ya pak ?."
" Kamu pikir aku supir . Sudah duduk manis saja !," Kevin segera melajukan mobilnya dengan pelan.
" Tumben banget si bos bawa mobil sendiri ," Asta bicara dalam hati dan ia tidak tahu mau kemana tujuan Kevin yang sebenarnya.
Sekitar dua jam kemudian mobil yang dikemudikan Kevin berhenti disebuah rumah besar .
" Ini dimana pak ?," Asta bertanya dengan pelan karna Kevin sendiri terlihat gugup.
" Apakah kamu percaya kalau aku mempunyai anak ?," tanyanya setelah diam cukup lama.
" Kalau Bapak berhubungan intim tanpa mengenakan pengaman tentu saja bisa," jawab Asta terus terang membuat Kevin langsung menatapnya tajam.
" Apakah anak bapak tinggal disini ?."
" Aku tidak tahu, apakah aku serendah itu dimatamu ?."
" Maaf pak, saya tidak mengetahui tentang bapak secara pribadi. Apa yang saya katakan hanya berdasarkan kemungkinan yang terjadi ," Asta menjawab dengan hati hati.
" Apakah aku salah kalau aku meminta dilakukan tes DNA ?."
" Tidak, kalau Bapak menginginkan kepastian. mungkin itu membuat tidak nyaman untuk anaknya, tetapi untuk saya pribadi saya lebih memilih kepastian . Dan kalau saya boleh tahu mengapa Bapak tidak yakin ?."
"Nanti aku akan jelaskam, tapi aku benar-benar tidak bisa menerima wanita itu . Bagiku sudah tidak mungkin untuk bersamanya."
" Lalu apa hubungannya dengan saya ?."
" Aku ingin kamu berpura-pura kalau kita sedang menjalin hubungan dan ada kemungkinan untuk melakukan hubungan yang lebih serius ."
" Mengapa harus saya, tidak mungkin Bapak tidak mempunyai teman wanita yang bisa membantu bapak ."
" Karna hanya kamu wanita baik-baik yang aku kenal, sebagian besar wanita yang aku kenal lebih perduli dengan berapa besar aku memberi apa yang mereka pinta."
" Mengapa Bapak yakin saya tidak akan meminta lebih untuk apa yang akan saya lakukan?."
__ADS_1
" Apakah kamu seperti mereka ?," Kevin menatap nya sinis.
" Hemm, semua orang bisa berubah, mungkin Bapak merasa saya wanita baik-baik karna berasal dari keluarga yang baik, tetapi suatu saat pasti ada masanya berubah."
" Untukmu sendiri ?."
" Maksudnya?."
" Maksudku bila kamu mengatakan padaku kalau kamu hamil dan aku meragukannya ."
" Saya , kalau saya akan marah karna saya hanya melakukan nya hanya dengan seorang pria. dan bila pria itu meragukan nya, saya akan membuatnya berjanji untuk tidak mengusik hidup saya lagi setelah melakukan tes DNA. tidak ada gunanya bukan memaksakan untuk hidup bersama tetapi tidak ada kepercayaan," jawab Asta penuh emosi hingga Kevin menatap nya lama.
" Apakah kamu tidak meminta bayaran lebih atau memaksakan kehendak ?."
" Saya percaya seorang lelaki lebih merasa diabaikan bila tidak bisa mengenal anaknya yang merupakan darah dagingnya sendiri. Tentu saja itu untuk seorang yang masih mempunyai perasaan."
" Kamu lebih kejam dari yang kukira, lalu berapa banyak yang kamu minta untuk berpura-pura sebagai pasanganku ?."
" Pak Kevin, dari apa yang bapak katakan tadi saya merasa bapak mempunyai teman wanita lebih dari satu dan saya yakin hubungan bapak bukan hanya sekedar minum teh saja. Jadi kalau bapak bertanya berapa besar yang saya minta, saya akan meminta kebebasan bapak," jawab Asta membuat Kevin diam dan coba mengerti apa maksudnya.
" Permintaan mu terlalu besar dan tidak mengukur diri sendiri sebelum melakukan penawaran," Kevin berkata tajam dengan suaranya yang dingin karna tidak menduga Asta akan berbicara seperti itu.
" Penawaran ?, kita tidak sedang bicara jual beli kan Pak, kalau ya maka saya tidak akan pernah melakukan transaksi dalam arti apapun."
" Berarti kamu tidak akan membantu ku ?."
" Saya akan membantu hanya untuk menemani bapak,tetapi bukan sebagai tameng untuk apa yang akan bapak lakukan."
" Kamu benar, kamu seharusnya bekerja di bidang pemasaran," guman Kevin jengkel.
" Ayo kita masuk kedalam, aku akan memperkenalkan padamu siapa wanita itu," Kevin keluar dari dalam mobil dan ia menunggu Asta untuk ikut bersamanya.
Kevin menekan bell pintu dan cukup lama pintu rumah baru terbuka.
Dari dalam rumah muncul seorang wanita setengah baya yang kemungkinan besar seorang yang bekerja dirumah besar ini.
"Oh Pak Kevin, silahkan masuk pak, Non Monic sedang dikamar . Sudah seminggu Non kurang enak badan," beritahu nya sambil mempersilahkan mereka masuk. Wanita itu menatap Asta penuh curiga dan ada rasa tidak suka.
" Bisa kamu panggilkan Monica, aku tidak bisa masuk ke kamar nya karna aku harus menghargai kekasihku," Kevin berkata dengan suara dingin dan sangat mengejutkan Asta dengan kata-kata nya itu dan dengan cepat Asta memandang Kevin dengan tajam.
" Tapi Pak, Non Monic sedang sakit dan seluruh tubuhnya terasa sakit dan ada kemungkinan...," Wanita itu tidak melanjutkan kata-katanya karna Kevin memotong kalimat yang akan di ucapkan selanjutnya.
" Bi Inah, aku tidak mau mendengar yang aku sendiri tidak yakin. Panggil Nona mu atau kami akan pergi !," ancam Kevin membuat wanita yang dipanggil bi Inah segera masuk kedalam .
" Sayang , mengapa kamu sangat kejam padaku ?," terdengar suara seorang wanita yang terlihat pucat dengan penampilan yang jauh dari kata rapi.
Asta menatap wanita itu dengan tajam dan coba mengingat dimana ia pernah melihat nya.
" Aku tidak mengira bahwa kamu wanita yang jauh dari kata menarik bila tidak berdandan," komentar Kevin dengan suara yang terdengar mengejek.
" Kevin sayang, sudah seminggu aku selalu muntah-muntah dan aku selalu mual bila memakai makeup. Kamu harus mengerti bahwa wanita hamil sangat menderita."
" Benarkah ?," Asta tidak tahan untuk tidak bertanya membuat Kevin memandang nya tajam yang salah diartikan oleh Monica.
" Nona, bila kamu berada di posisiku pasti akan merasakan nya," katanya dengan nada mengejek karna Monica merasa Kevin tidak menyukai apa yang dikatakan nya.
" Aku memang pernah bersamamu, tapi aku yakin ada kemungkinan itu bukan bayiku ."
" Kevin sayang , aku tidak pernah bersama pria lain. apakah aku pernah mengkhianati mu ?, aku tidak seperti Clara yang bisa dengan mudah berpaling darimu saat kamu pergi ," kalimat yang diucapkan Monica sebenarnya mengandung arti bahwa Asta tidak perlu berbangga menjadi kekasih Kevin, karna pria itu tidak bisa cukup dengan seorang wanita .
" Kevin sayang , bukankah kamu harus membuktikannya?. Aku tidak mau bila nanti harus mengurusi anak yang bukan anakmu !," ucap Asta dengan suaranya yang manja.
__ADS_1
Asta sangat kesal dengan Monica setelah dia ingat dimana ia pernah melihat nya. Dan ia sangat yakin Monica adalah wanita yang pernah direkamnya saat bermesraan dua hari lalu ketika berada dicafe salah satu mall saat ia berbelanja.
Kevin sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Asta, Kevin merasa Asta berusaha untuk melindungi nya agar tidak terjebak oleh Monica.
" Kau dengar Monic, jadi kapan kita bisa melakukan tes DNA ?," tantang Kevin membuat Monic panik dan wajahnya semakin pucat.
" Tidak, aku tidak akan melakukan tes DNA, dia adalah anakku, dan hanya seorang ibu yang tahu bahwa ayah anakku adalah dirimu Kevin, kalau kamu tidak mau mengakuinya tidak masalah, tetapi kamu harus tahu bahwa kamu mempunyai seorang anak yang kamu sia siakan. Lalu apa bedanya aku dengannya ?," Monica terlihat emosi dan mencoba mempengaruhi Kevin .
" Bedanya aku tidak berbohong dan mengkhianati pria yang katanya kamu cintai," jawab Asta kesal .
" Katakan padaku dengan jujur, apakah kamu tidak pernah mengkhianati nya ?," tanya Asta menantang Monica untuk berkata jujur .
" Aku berkata jujur , tapi dirimu ?, kamu bahkan sudah mencoba mempengaruhi Kevin ," teriak Monica.
Kevin segera keluar dengan emosi. Ia tidak mengira Asta akan menyerang Monica dengan kata kata nya. Ia memang meminta Asta untuk membantu nya untuk berpura-pura sebagai kekasihnya tetapi bukan menyerang wanita yang sedang hamil meskipun ia sendiri meragukan nya.
" Kau tidak akan menang Nona, mungkin saat ini Kevin kekasihmu, tapi dia akan menjadi milikku ," ejek Monica dan ia menatap penuh kemenangan saat Asta melangkah keluar menyusul Kevin.
Kevin sudah berada didalam mobilnya ketika Asta keluar dari rumah Monica.
" Cepat naik !," perintah Kevin dengan suaranya yang dingin.
Mereka tidak ada yang berbicara selama dalam perjalanan hingga masuk kedalam apartemen.
" Kamu bisa merapikan barang-barang mu malam ini, Aku memang memintamu untuk membantu ku, Tapi tidak dengan menyerang wanita yang sedang hamil !.Okey aku memang meragukan nya tapi itu tidak membenarkan tindakanmu ," Kevin sangat marah hingga ia meminta Asta untuk berkemas.
" Aku hanya berniat menolong Anda agar tidak terjebak dengan wanita seperti itu. Aku kasihan dengan Anda karna sudah dibohongi oleh wanita yang tidak bisa menghargai dirinya sendiri."
" Astari !," tegur Kevin dengan suara tinggi.
" Kenapa, Anda tidak ingin melihat kenyataan bahwa Anda sudah dibohongi oleh teman kencan Anda sendiri ?, aku akan pergi sekarang dan Anda tidak perlu mencarikan tempat tinggal buatku. Aku cukup mampu untuk mengatasi nya," Asta segera keluar dan ketika akan menutup pintu ia mengatakan sesuatu tanpa menoleh.
" Aku sudah mengirim ke handphone Anda. Anggap saja ucapan terima kasih karna sudah memberikan tempat menginap untukku ."
Asta benar-benar tidak mengerti mengapa seorang pria seperti Kevin dengan mudah dibohongi oleh wanita , apakah karna ia hanya mengumbar materi untuk mendapatkan wanita sebagai teman kencannya. Kalau memang seperti itu mengapa dia tidak menyewa wanita panggilan saja.
Asta baru akan membuka pintu taxi online ketika tangannya dipegang oleh seseorang yang tidak lain Kevin yang menghalangi nya untuk masuk kedalam mobil.
" Pak Sopir, ibu ini tidak jadi pergi . Dan kami akan membatalkan pesanan nya ," ucap Kevin sambil menyerahkan sejumlah uang sebagai penggantinya.
" Apa yang Anda lakukan, bukankah Anda yang tadi memintaku untuk berkemas," tegur Asta marah.
Kevin menatap nya penuh rasa penyesalan dan ia langsung memeluk erat Asta membuat gadis itu memberontak.
" Lepaskan, aku bukan siapa-siapa Anda ."
" Aku minta maaf, dan aku sangat berharap kamu memaafkan diriku ."
" Apakah Anda tahu hal yang paling mudah dilakukan adalah permintaan maaf ?," tanya Asta tajam dan Kevin hanya mengangguk membenarkan.
" Bodoh," umpat Asta pelan tetapi Kevin mendengar nya cukup jelas membuat dirinya jengkel .
" Ya aku memang bodoh karna tidak mengerti maksudmu. Jadi bisakah kita kembali kedalam. Aku harap kamu memaafkan diriku," pintanya penuh harap.
" Apakah aku wanita bodoh yang menerima permintaan maaf begitu mudah ?, tidak, aku masih mempunyai harga diri untuk tetap tinggal sementara dirimu sudah memintaku berkemas dengan sangat cepat."
" Asta, aku sekali lagi minta maaf. Aku tidak pernah mengatakan permintaan maaf walaupun aku salah . tapi untuk kali ini aku benar-benar berharap kamu mau kembali dan tidak meninggalkan tempat ini ," pinta Kevin penuh penyesalan .
" Baiklah. tapi ingatlah ini adalah pertama kali anda mengusirku dan akan menjadi yang terakhir aku menerima permintaan Anda," ujar Asta memutuskan karna ia juga mengerti bahwa Kevin benar-benar marah bila ada seseorang yang menyerang wanita sedang sakit apalagi hamil , hal itulah yang membuat Asta kembali.
" Ternyata aku memang cukup bodoh karna bersedia memaafkan dirinya ," ucap Asta dalam hati ketika berjalan dibelakang Kevin.
__ADS_1