Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 36


__ADS_3

Suara alarm membangunkan Asta yang masih tertidur dalam pelukan Kevin .


"Mas, Mas Kevin bangun !, sholat subuh dulu !."


" Jam berapa ?."


" jam 4.45."


Dengan mata masih mengantuk Kevin melangkah kekamar mandi sementara Asta turun ke kamar bawah untuk membersihkan diri sebelum kedapur.


" Buat sarapan apa ?," tanya Kevin setelah memberikan kecupan singkat dibibir Asta.


" Mau bikin nasi goreng seafood. Mas mau minum ?."


" Berikan aku sari jeruk. Amanda kemarin beli kan ?."


"Iya, dia tahu minuman kesukaan Kakak nya ."


" Kamu juga tahu apa yang disukai suaminya," bisik Kevin ditelinga Asta.


" Sepertinya lezat nasi gorengnya ," kata Kevin sambil melihat kearah wajan.


"Tentu saja," jawab Asta tertawa kecil.


Asta dan Kevin sarapan dengan nikmat.


" Terima kasih ya Mas."


" Untuk ?."


"Untuk menikmati semua makanan yang aku masak tanpa mengeluh."


" Untuk apa mengeluh kalau memang enak dan layak untuk dimakan."


" Iya, pokoknya terima kasih," kata Asta sambil tersenyum yang dibalas dengan senyuman oleh Kevin.


" Mas, nanti mau berangkat ke kantor seperti biasa waktunya ?."


"Iya. Kamu siapkan saja laporan nya. Tapi nanti setelah tiba dikantor bukan sekarang."


" Okey , oh ya tadi Amanda telepon aku, dia tanya pertemuan dengan para direktur tetap diadakan siang ini atau diundur waktunya ?."


" Katakan pada Amanda sesuai rencana saja !."


" Okey."


" Sudah rapi belum ?, kalau sudah ayo berangkat !."


" iya, ini sudah rapi."


Mereka menuju kantor dengan Kevin yang tidak hentinya menerima telepon dari para rekan-rekan yang menanyakan kabarnya.


" Kenapa ?, kok senyum sendiri?," tanya Kevin ketika ia melihat Asta tersenyum.


" Aku suka lihat Mas Kevin bicara secara akrab begitu."

__ADS_1


"Benarkah ?."


" Iya. Karena kukira Mas orang yang yang selalu serius jadi agak aneh mendengar Mas Kevin saling melempar ejekan dan godaan pada orang lain. Mungkin karena kalian sudah lama saling mengenal ya ."


" Benar. Kami sudah lama saling mengenal, kapan-kapan aku akan mengenalkan mereka pada mu ."


Akhirnya mobil yang dikendarai Pak Toha tiba di kantor.


Kevin berjalan sambil memegang tangan Asta menuju lift.


"Kau tahu Asta, setiap berada dilift ini, aku selalu mempunyai keinginan untuk mencium dirimu," bisik Kevin.


"Itu sih memang mau nya Mas Kevin aja."


" Memang, karena itu aku sangat menyukai dan menginginkan nya sekarang ." kata Kevin sambil menarik pinggang Asta dan mencium bibirnya, sementara tangannya yang lain mengunci pintu lift agar tidak terbuka.


"Astaga Mas, ini dikantor ." tegur Asta dengan wajah memerah.


" Lalu kenapa?, kamu istriku tidak ada yang berhak melarang ku," jawab Kevin sambil mengusap lembut bibir Asta yang agak bengkak.


"Sekarang buka liftnya Mas !," pinta Asta setelah merapikan pakaiannya yang sempat dibuat berantakan oleh Kevin.


Kevin keluar dari lift dengan senyum dibibir nya sementara Asta terlihat cemberut.


" Astaga. Memangnya dirumah masih kurang ya ?, sampai dilanjutin di lift ?," tanya Amanda geleng kepala.


" Mau tau ?, makanya cepat nikah ," jawab Asta.


" Kalau soal ciuman sih aku juga biasa Bu, cuma kalian itu kan pasti dirumah sudah puas mau ngapain aja." kata Amanda yang dibalas dengan tawa Asta.


" Sukses lah."


"Terus udah ada kabar baik dong ?."


" Sudah, kemarin tamu ku sudah datang," jawab Asta sambil mengeluarkan paper bag .


" Ini buatmu. Kalau mau oleh-oleh makanan datang ke apartemen saja. Aku malas membawanya kekantor," kata Asta.


"Wow, terima kasih kakak ipar." jawab Amanda sambil memeluk Asta.


" Udah ah, aku mau buat laporan hasil kerjasama kemarin."


"Ini dimeja ku kenapa banyak sekali berkas ?," tanya Asta pada Manda.


" Itu laporan yang aku kerjakan selama kamu pergi. Jadi tolong diperiksa ya, sebelum diserahin ke bos," kata Amanda dengan pandangan memohon.


" Okey, tapi nanti ya, setelah tugas aku selesai."


"Sip."


Mereka begitu sibuk hingga tidak menyadari jam makan siang sudah tiba.


"Asta, aku akan keluar dulu. Kamu makan siang dengan Amanda, nanti aku kembali lagi," ucap Kevin yang sudah keluar dari ruangannya.


"Okey. Hati-hati. Jangan lupa nanti setelah jam makan siang akan ada meeting," pesan Asta.

__ADS_1


"Aku tahu . Aku pergi dulu."


Amanda memandang Kevin yang sudah meninggalkan lantai 17 lalu mengalihkan pandangannya kepada Asta.


" Permisi Bu, ga ada pikiran buat bertanya gitu sama suaminya?."


"Maksudnya ?."


" Ya, misalnya mau makan siang dimana ?, dengan siapa ?, terus ada mantannya apa engga?."


" Pertanyaan ingin tahu mu yang bikin aku ga nyaman tau ?," jawab Asta tertawa.


" Loh kan wajar Bu, seorang istri bertanya seperti itu sama suaminya."


" Benar. karena yang tidak wajar itu rasa yang ada dihati kami sendiri," ucap Asta pelan membuat Amanda bertanya lagi.


" Bicara apa Bu, bisa diulang lagi ga ?."


" Ratingnya rendah, jadi ga ada siaran ulang. Mau turun tidak ?."


" Mau lah. Eh, beneran mau turun makan siang ?."


" Iya, kenapa ?."


"Wow, heboh dong dikantin, istri Presdir makan siang dikantin tidak ditemani sama pak Presdir."


"Dikantor aku kan sekretaris nya ?."


"Memangnya mereka tahu kalau kamu sekretaris Presdir?."


"Masa sih mereka tidak tahu ?," tanya Asta heran .


" Hallo Bu, sejak kapan ibu makan siang dikantin tepat jam istirahat?."


" Benar juga ya, Ayolah mau turun bareng tidak ?."


" Iyaaaa."


Mereka segera menuju kantin kantor yang berada dilantai 3.


Ketika pintu lift terbuka, para karyawan memandang Asta dan Amanda penuh rasa ingin tahu. Mereka memang sudah tahu tentang pernikahan pimpinan mereka yang dilakukan begitu cepat setelah viralnya video tentang mereka .


Para karyawan memberikan senyum dan anggukan penuh hormat pada Asta yang hanya tersenyum membalas sapaan mereka.


" Manda, kita makan disana saja ya ?," kata Asta pelan menuju bagian direktur.


" Terserah apa kata Ibu," jawab Amanda menahan tawa.


" Kamu kenapa sih ?."


" Lucu melihat wajah mereka Bu, apa yang mereka pikirkan tentang aku yang dekat dengan istri Presdir."


" Kamu akan dapat promosi."


" Kalau soal promosi ga perlu menunggu aku dekat dengan istri bos kali."

__ADS_1


" Iya tauuu," jawab Asta geli .


__ADS_2