
Kevin dan Bima menuju Jakarta tempat mereka bekerja.
" Boleh aku bertanya sesuatu ?," tanya Kevin pada Bima.
" Silahkan."
" Apakah Asta pernah disakiti oleh seseorang sebelumnya ?," tanya Kevin tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Bima yang sedang mengemudi. Dan ia melihat perubahan pada wajah iparnya itu.
" Mengapa kau bertanya seperti itu ?."
" Apakah ia pernah ditinggalkan dan juga berada ditempat yang sangat jauh ?, aku bertanya padamu agar aku lebih mengerti dan mengenal dirinya."
" Asta tidak pernah mengatakan apapun pada kami. Setiap masalah dipendam sendiri, kami hanya tahu saat kembali dari tour yang diikutinya ia banyak sekali berubah. Menjadi lebih pendiam. Kami sudah berusaha mencari tahu apa yang terjadi, tapi Asta tetap tidak mau terbuka pada kami. Kau tahu, dengan pertanyaan mu, aku merasa ada sesuatu yang terjadi padanya yang kemungkinan besar akan terungkap."
" Benarkah kalian tidak tahu apapun ?," tanya Kevin tidak percaya.
" Benar, dan bagaimana kau bisa bertanya seperti itu ?."
" Kemarin saat Asta tidur ia sangat gelisah serta ketakutan yang membuat dirinya mengatakan sesuatu ."
" Apa yang dikatakannya ?," desak Bima.
" Asta mengatakan kalau ' Dia datang lagi, yang meninggalkan nya sendiri jauh dari keluarga ', aku tidak mengerti kapan kejadiannya, karena dari usianya tidak mungkin Asta merasakan kecewa yang membuatnya trauma."
" Kamu benar. Asta menjadi dewasa sebelum waktunya disaat usianya baru 13 tahun."
" Apa ?, semuda itu ?."
" Benar, dan kami tidak ingin mengungkit nya kembali. Aku harap kamu juga tidak bertanya padanya karena aku yakin Asta tidak akan bisa menjawabnya."
" Baiklah, aku tidak akan mengatakan dan bertanya padanya. Terima kasih sudah menjawab dan menjelaskan nya."
__ADS_1
Selama sisa perjalanan Kevin lebih banyak diam begitu juga dengan Bima.
" Siapa ' dia ', apa yang sebenarnya terjadi..., apakah begitu menyakitkan untuk Asta bila mengingat nya kembali ?,' kata Kevin dalam hati.
Mereka tiba di gedung Wira Pratama corporation pada jam 08 pagi.
"Terima kasih, selanjutnya aku akan naik taxi saja," ucap Bima menyerahkan kunci mobil pada Kevin.
" Bagaimana kalau kamu diantar oleh Pak Toha ?," kata Kevin setelah melihat sopirnya menghampiri mereka.
" Kurasa tidak perlu. Aku pergi dulu."
" Oke, hati-hati !,"
Bima menuju bagian lobby dan memesan taxi online, sementara Kevin menuju kantornya dilantai 17.
Pintu lift terbuka dan ia melangkah keluar. Dia melirik meja kerja yang dulu ditempati oleh Asta dan Amanda kini ditempati oleh Raditya dan seorang wanita muda.
" Selamat pagi Pak," sapa Raditya pada Kevin diikuti oleh wanita muda yang mungkin sekretaris.
" Sudah pak," jawab Raditya.
" Baik, aku masuk dulu."
Kevin melangkah menuju ruangan yang sekarang ditempati oleh Amanda.
" Selamat pagi." ucap Kevin pada Amanda yang terlihat fokus pada laptopnya.
" Selamat pagi. Kakak.. , aku pikir Kakak tidak akan datang," ucap Amanda dengan gembira.
" Ada apa ?, mengapa kamu begitu panik ketika menelepon ku tadi pagi ?," tanya Kevin seraya duduk di sofa.
__ADS_1
" Keanu. Aku sama sekali tidak menyukai caranya. Dia seringkali datang dan meminta bertemu denganku ?,"
" Hanya itu ?,"
" Awalnya hanya itu, tetapi aku tidak tahu darimana ia tahu bahwa aku yang pegang perusahaan sekarang. Aku mencurigai Liana, sekretaris ku, tetapi aku tidak mempunyai bukti."
" Dimana posisi Liana sebelum bekerja ?,"
" Aku mengikuti petunjuk kakak, sebaiknya aku mengambil sekretaris dari luar dan sudah mengatakan padanya bahwa selama dia bekerja dilantai 17, maka semua yang terjadi tidak boleh keluar dari sini, seperti yang selalu aku lakukan sebelumnya." ucap Amanda menjelaskan.
" Tetapi ternyata keluar beritanya, lalu apa yang dilakukan Keanu selanjutnya," tanya Kevin tajam.
" Dia mengatakan bahwa Kakak mengabaikan kesejahteraan karyawannya dengan menyerahkan perusahaan pada asisten sekretaris nya, karena yang lebih berhak adalah dirinya," jawab Amanda.
" Apakah kamu sudah berbicara dengan Keanu ?, untuk mengetahui apa tujuannya ?,"
" Ya, aku sudah berbicara dengannya dan mengatakan bahwa dia tidak perlu buang-buang tenaga untuk melakukan hal tersebut karena Presdir akan kembali untuk memimpin perusahaan."
" Lalu ?,"
"Inilah yang tidak aku mengerti, Keanu mengatakan bahwa Kakak harus memilih perusahaan atau istrinya, seperti dia dulu memilih antara perusahaan dan Yunita. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi, mengapa ada nama ibu Yunita ?,"
" Apakah Keanu tahu bahwa dirimu bukan hanya asisten sekretaris tetapi putri Ibu Nisa dan sekarang sebagai adikku ?,"
" Aku rasa tidak. Karena ia selalu mengatakan kalau aku hanyalah sekretaris yang pandai memanfaatkan keadaan."
" Itulah salah satu kesalahan mu. Sudah lama aku minta kamu harus mengatakan bahwa dirimu adalah adikku. Baiklah aku akan segera umumkan bahwa kamu adalah adikku yang aku tunjuk sebagai wakilku selama aku menangani perusahaan di Amerika."
" Mengapa kakak tidak kembali menangani perusahaan disini ?."
" Aku juga mempunyai tanggung jawab yang diberikan seseorang padaku. Dan perusahaan ini salah satunya."
__ADS_1
" Maksud kakak ?,"
" Aku membangun perusahaan ini saat usiaku baru 20 tahun bersama seorang teman. Jadi siapapun tidak ada yang berhak mengambil alih dari kami."