Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 82.


__ADS_3

Kevin menggandeng lengan Asta untuk berbaring ditempat tidur, tetapi Asta menolak dan ia meminta Kevin menemaninya berbaring di kursi santai yang berada di balkon.


" Temani aku di balkon ya Mas !," pinta Asta manja.


" Kenapa tidak dikamar saja ?, bukankah lebih nyaman didalam ?,"


" Aku ingin melihat matahari terbenam Mas ," jawab Asta.


Asta memandang langit Jakarta dari balkon apartemen mereka dan ia tersenyum ketika melihat Kevin terus menatapnya.


" Apakah ada yang aneh ?," tanya Asta tertawa geli.


" Tidak. Aku hanya merasa kalau istriku semakin cantik dan sangat menggemaskan ." jawab Kevin membuat Asta mendelik manja.


" Maaf Mas, kira-kira cermin dikamar masih berfungsi tidak ya ?."


" Kenapa ?, apakah cermin didalam pecah ?."


" Tidak pecah Mas, hanya saja belum sejam aku berkaca, tidak ada perubahan sama sekali malah tambah gendut."


" Bukan gendut, tapi berisi dan seksi ."

__ADS_1


" Ya Allah Mas, sudah jelas gendut dan makin berisi," ucap Asta merajuk.


" Asta, tubuh mu menjadi berisi karena mengandung anakku. Tetapi itu semakin membuatmu semakin terlihat cantik dan seksi."


" Apakah Amanda sudah tahu kalau Mas Kevin sudah keluar dari rumah sakit ?," tanya Asta, mengalihkan pembicaraan.


" Sudah. Malam ini ia akan datang kesini. Dan aku juga ingin menyampaikan bahwa kamu akan kembali aktif di perusahaan meskipun dengan jabatan yang berbeda."


" Aku rasa tidak perlu Mas. Ini Kak Krisworo mengirim pesan bahwa aku tidak perlu bekerja sampai Amelia dan Lukas datang." jawab Asta memperlihatkan pesan dari Krisworo yang baru diterima nya pada Kevin.


" Ya aku juga sudah menerima pesan dari Kakak. Aku hanya menyampaikan pada Amanda bahwa akan ada perubahan."


" Oh. Amanda akan datang dengan siapa Mas ?," tanya Asta.


" Tidak. Tidak apa-apa, aku hanya bertanya saja. Apakah Mas tahu bagaimana keadaan Keanu sekarang ?."


" Sebenarnya aku tidak ingin tahu, tapi aku tidak ingin ia kembali berulah, jadi aku menyerahkan pada polisi. Dia sudah terlalu nyaman karena selalu dilindungi oleh Papa. Tetapi sekarang Papa sudah melihat hasil dari memanjakan Keanu secara berlebihan."


" Lalu apa yang dilakukan Papa ?."


" Menurut Amanda, Papa tidak melakukan apapun bahkan hanya untuk menemuinya. Tetapi aku tahu bagaimana perasaan Papa, Keanu pasti akan mendapatkan pengacara yang baik meskipun Papa tidak akan mengakuinya."

__ADS_1


" Aku mengerti. Mungkin Papa merasa bersalah dan menyesal karena tindakannya yang dirasa tidak adil kalau melihat dari sisi Keanu."


" Mungkin kamu benar. Dan semua yang terjadi padaku dan Keanu membuatku sadar bahwa aku harus menjadi seorang Ayah yang baik untuk anak-anak ku nantinya." jawab Kevin membawa tangan Asta yang berada digenggaman nya ke bibirnya.


" Anak-anak ?," tanya Asta tertawa geli.


" He eh, karena aku mengharapkan memiliki banyak anak. Karena aku menyukai proses untuk mendapatkan nya," goda Kevin hingga pipi Asta memerah.


" Kurasa aku harus bertanya pada dokter, apakah berbahaya atau tidak."


" Apanya ?, dengan jantungku ?, aku sudah bertanya pada dokter, katanya bagus untuk kesehatan jantungku, karena darah akan mengalir dengan lancar karena kegiatan bercinta," jawab Kevin tidak tahu malu.


" Maksudku untuk bayi yang aku kandung, apakah berpengaruh atau tidak," jawab Asta gemas hingga Kevin tertawa keras.


" Kapan kamu akan periksa kehamilan lagi ?," tanya Kevin tiba-tiba tidak sabar.


" Bulan depan."


" Terlalu lama, aku akan melakukan kontrol Minggu depan. Aku rasa kamu bisa bertanya pada dokter ketika menemaniku ."


" Bertanya untuk apa ?," goda Asta membuat Kevin menjatuhkan kepalanya disandaran kursi membuat Asta tertawa geli.

__ADS_1


" Aku sudah bertanya pada dokter dan jawabnya silahkan asalkan jangan terlalu giat melakukan nya." jawab Asta malu.


" Kamu memang seorang istri yang sangat memperdulikan kebutuhan suaminya." puji Kevin tertawa senang.


__ADS_2