
Di sisi belahan bumi yang lain, suara tangisan bayi terdengar saat warna keemasan berpedar di ufuk timur. Dengan penuh rasa syukur, Rocky mengecup bayinya yang baru saja melihat dunia untuk yang pertama kalinya. Pria itu bahkan sampai menangis haru.
Setelah mengazani anaknya, Rocky terus menggendong sang anak gadis. Menghujani dengan ciuman di wajah mungil itu. Mungkin karena geli, gadis Rocky dan Ayla itu sampai menggeliat-nggeliat.
Ayla di bawa ke ruang rawat setelah ia Berjuang di ruang bersalin. Setelah menjalani semua prosedur, bayi Ayla itu di antar ke ruangan milik ibunya. Di sana gadis kecil itu di sambut dengan suka cita. Semua berkumpul di sana, bapak dan emak, bahkan Kayla serta Uwais pun tak tertinggal.
"Waaahh, ini adik is?" Seru Uwais bersemangat. "Cantik sekali, seperti Daddy rambut nya." Sambung Uwais polos, ikut melongok bayi yang sedang di gendong Daddy nya."Boleh cium nggak, dad?"
"Boleh, boleh."
Uwais mencium pipi adiknya. "Adek bayi ini yah, adek nya Abang is, ya?" Gumam Uwais sambil menciumi dan memandang sang adik."Nanti kita main, ya dek. Main sepedahan sama Abang."
__ADS_1
"Adek nya belum bisa di ajakin naik sepeda, Is." Ujar Kayla mencubit gemas ponakannya.
Di ruang rawat Ayla pagi itu hanya terdengar keriuahan. Suara Uwais yang berteriak karena di goda Bulik nya. Dan suara tawa pak Rahman dan istri nya beberapa kali menegur Kayla yang terus menggoda Uwais.
Satu Minggu berlalu, di kediaman pak Rahman ramai oleh orang-orang yang berdatangan. Suara tabuhan rebana dan nyanyian keagamaan terdengar merdu, memeriahkan acara aqiqahan anak Ayla dan Rocky. Hanya acara aqiqah sederhana yang mengundang tetangga, kerabat dan anak yatim.
Di kamar, Kayla memandang pantulan dirinya. Wajah cantik yang kini menggunakan jilbab bergo itu perlahan mengeluarkan kotak cincin dari laci meja rias nya. Kayla beberapa kali menghela nafasnya. Lalu membuka kotak akrilik sederhana itu. Jemari Kayla menyentuh benda kekuningan dengan tiga manik mata yang indah menghiasi bagian sisi luarnya. Beberapa kali hanya ngusap benda pemberian Avan itu.
Kayla menarik nafas panjang, lalu mengembuskan agar sedikit mengurangi sesak di dadanya. Jemari Kayla perlahan mencabut cincin itu dari tempatnya, dan memasangkan di jari manis. Seperti yang Ayla bilang, jangan menolak lamaran dari pria baik-baik. Dan Kayla akan melakukannya. Menerima pinangan dari Avan mungkin satu langkah terbaik untuknya.
Kayla menyimpan kembali kotak yang telah kosong itu. Lalu beranjak keluar dari kamarnya. Saat itu suasana sudah sedikit sepi, tak seramai saat acara tadi. Hanya tinggal beberapa kerabat dan beberapa orang yang memberesi kursi serta tenda.
__ADS_1
Di ruang tamu, pak Rahman beserta Ayla dan Rocky tentu saja anak mereka tak tertinggal dari gendongan sang ayah. Sedangkan Uwais, bermanja-manja pada Avan yang sudah cukup dekat dengan anak sulung Ayla itu.
Kayla ikut bergabung, duduk sisi kakak nya. Kedua mata Kayla bertemu tatap dengan Avan. Pria itu sedikit berubah raut wajahnya saat melihat cincin di jari manis Kayla, lalu tersenyum pada gadis cantik yang juga tersenyum kecil padanya.
Sepertinya, dalam waktu dekat, pak Rahman akan mengadakan acara hajatan besar, lagi.
________ end deh.
Maaf readers, jika bagian akhirnya tidak sesuai ekspektasi kalian. Jika cinta Ayla berjalan dengan akhir yang bahagia, semoga untuk Kayla dan Raize juga berakhir bahagia juga meski tidak bersama. Seperti yang beberapa orang bilang, cinta tak harus memiliki.
Bulan depan, othor bakal menyajikan cerita rumah tangga Kayla dan Avan dengan judul "NAFKAH BATIN UNTUK SUAMIKU". Othor sangat berharap kalian juga berkenan untuk mampir. terima kasih.
__ADS_1