Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 75


__ADS_3

"Kamu tidak tau?" Kakek Yaris sedikit terkejut. "Sebaiknya kalian bicarakan itu berdua. Ehem, lalu maukah kamu membicarakan masalah Alfa pada Rocky?"


***


Ayla berdiri di balkon lantai atas. Pandangan matanya tertuju pada dua sosok ayah dan anak yang sedang bercengkrama di taman bawah sana. Ayla memikirkan permintaan kakek Yaris, agar memberi kesempatan bagi Alfa bertemu dengan anaknya. Tak masalah jika Ayla tak ingin terlibat dengan mantan suaminya itu. Karena yang pria tua itu maksud dan bicarakan hanya tentang Alfa dan Uwais.


Hak asuh Uwais memang di tangan Ayla. Tapi itu tak lantas menghalangi Uwais untuk bertemu dengan sang ayah. Sebenarnya, Ayla tidak mempermasalahkan jika memang Alfa ingin bertemu dengan Uwais. Apalagi, Alfa memang tidak pernah mengancam hidup bocah itu.


Sepasang tangan yang tiba-tiba menelusup di perutnya, membuat Ayla terlonjak kaget. Seketika menoleh, Rocky menatap dengan pandangan cemburu. Tanpa mengulur waktu, pria itu sudah menyergapnya dalam kehangatan. Menautkan bibir keduanya. Ayla membiarkan Rocky berbuat semaunya. Ia sangat paham saat saat ini pria itu sedang di landa cemburu yang membuatnya semakin posesif. Setidaknya, Ayla harus menenangkan pria bule itu.


"Jangan menatapnya terlalu lama. Itu membuatku cemburu."


"Kamu cemburu pada Uwais?"


"Jangan berkata bodoh Ayla. Kamu tau siapa yang aku maksud."


"Mas Alfa?" Ayla tersenyum, lalu memutar tubuhnya dalam dekapan Rocky agar bisa melihat wajah suami nya lebih dekat dan jelas."Aku melihat Uwais. Lagi pula, lihatlah dirimu dan dia. Bukannya aku ingin meninggikanmu, tapi kamu memang tinggi. Lebih tinggi dalam hal apapun darinya. Apa yang membuat mu tidak percaya diri an cemburu?"


"Masa lalu..." Lirih Rocky tanpa melepas pandangan lekatnya dari Ayla.


Ayla berjinjit, memeluk leher Rocky dan menciumnya. "Aku hidup di masa sekarang dan masa depan, tuan Rocky, dan itu adalah kamu...." Lirih Ayla membuat sedikit jarak sebelum bibir mereka kembali bertaut.


Di sisi lain, Alfa yang masih bercengkrama dengan Uwais. Melihat pemandangan itu dari tempatnya berdiri. Tidak perlu ditanya lagi bagaimana sakitnya hati Alfa, akan tetapi, ia udah tak berhak lagi. Tak perduli sesakit apa, Rocky adalah suami Ayla sekarang.


.


.


.


.


"Kamu mau Alfa menjadi supir Uwais?" Tanya Rocky saat mereka selesai bertempur di atas peraduan.


"Sebenarnya bukan aku yang menginginkan. Itu ide kakek. Aku tidak keberatan, mas Alfa membutuhkan pekerjaan, dan Uwais bisa dekat pada ayahnya..."


Rocky yang terlihat bete itu menyentak nafasnya.


"Apa Uwais tidak boleh dekat dengan ayahnya?"


"Aku ayahnya, Ayla."


"Kamu Daddy nya, sayang." Ayla menyentuh pipi Rocky. "Aku tidak akan berinteraksi dengannya, aku juga malas dan enggan. Ini hanya tentang Uwais dan Mas Alfa. Lagi pula mereka hanya bersama saat berada di rumah kakek Yaris. Saat sore menjelang, kita bisa menjemputnya."


Rocky terdiam cukup lama, Ayla pun tak ingin bersuara lagi. Ia memilih mengeratkan pelukan dan menempel pada tubuh sang suami. Lalu berbisik, "aku mencintai, Daddy. Tidak ada yang bisa merubahnya. Masa lalu sekalipun, hal yang paling ingin aku kubur dan buang jauh-jauh."


Rocky tersenyum kecut, lalu membalas pelukan Ayla sampai keduanya terlelap.


.


.


.

__ADS_1


.


Keesokan pagi, tidak ada pembahasan mengenai Alfa ataupun Uwais. Semua berjalan seperti biasa. Ayla yang menyiapkan sarapan melayani Rocky.


"Aku sedikit bosan di rumah, boleh aku pergi menemui Kayla?" Ayla meminta ijin dari sang suami.


"Lakukan apa yang membuat mu senang, baby. Asal itu jangan Alfa."


Ayla tertawa kecil, "Baiklah, terima kasih tuan posesif..."


Tau-tau bibir keduanya sudah bertaut. Saling memberi kehangatan, sebelum akhirnya berpisah.


Dalam perjalanan ke kosan, kayla. Ayla mencoba menghubungi Kayla. Karena ia lupa untuk memberitahukan jika hendak main ke sana.


("Iya mbak?") Suara Kayla terdengar riang di seberang sana.


"Aku dalam perjalanan ke kosan mu. Kamu mau titip di beliin apa nggak?" Tanya Ayla yang duduk dijog belakang. Ia tak bisa mengendarai mobil hingga hari-hari nya Ayla di antar oleh sopir, karena Roxy tak mengijinkan sang istri naik motor.


("A-apa? Ke kosan?")


"Iya, ini sudah sampai di jalan-nin-aja." Jawab Ayla melihat plat petunjuk jalan menuju kosan Kayla.


"Apa? Secepat itu?" Kayla memutar otaknya, mencoba mencari alasan. "Aku.. sedang tidak ada di kosan mbak."


"Kapan kembali? Aku bisa menunggu."


"Uummm, masih nanti sore, aku lagi di kampus, lalu ada meet up sama teman dan dosen pembimbing."


"Oohh ya? Kupikir kamu sudah selesai. Tinggal menunggu wisuda."


"Hmmmm... Begitu ya? Rumah kami ada banyak kamar, kurasa Rocky tidak akan keberatan." Gumam Ayla.


"Baiklah, kalau begitu sampai ketemu di kopi Manis ya. Dadah mbak Ayla."


Ayla menghela nafasnya, lalu berbicara pada sang supir. "Kita kembali saja."


"Baik nyonya." Jawab si supir.


Mobil kuning itu melintasi persimpangan ke arah kantor Roxcid. Tiba-tiba saja Ayla jadi rindu ingin berkunjung ke tempat kerjanya dulu. Skalian melihat sang suami, sepertinya tidak salah.


"Pak, bisakah kita ke Roxcid dulu?"


"Baik, nyonya."


"Terima kasih ya."


Sesampainya di kantor Roxcid, Ayla langsung melangkah ke kantin. Ia rindu pada Siti dan Jupe, teman ayla saat masih bekerja di sana.


"Waah, Ayla. Tidak menyangka kamu sampai kemari." Jupe menyambutnya dengan ramah dan riang. "Aku kangen nih." Serunya memeluk Ayla dan cipika-cipiki.


"Apa kabarmu sekarang?"


"Aku sangat baik." Sambut Ayla.

__ADS_1


Akhirnya mereka bernostalgia dan berbincang cukup lama. Sampai tanpa sengaja melihat Agya yang kini sudah sangat membesar perutnya. Ayla yang enggan berurusan dengan Agya lagi memilih pamit untuk menemui sang suami.


"Ya ampun, benar-benar tidak di sangka, kamu justru menjadi istri bigbos." Seru Jupe yang tentu saja di dengar oleh Agya. Sengaja, untuk memanasi wanita yang sudah merebut suami Ayla.


Agya seperti tidak perduli dan melangkah menjauh. Begitu sudah tak terlihat lagi oleh kumpulan Jupe dan orang yang sangat tidak ia duga ada di sana. Ayla.


"Ya ampun, kenapa wanita itu ada di sini? Mana tambah cantik lagi dia?" Gumam Agya yang mulai di liputi rasa iri."tunggu, dia bilang istri bigbos? Apa maksudnya? Apa aku harus menyelidiki nya...."


Ayla bertanya pada salah satu resepsionis di bagian lobi. Menanyakan ruangan Rocky, karena Ayla sendiri sudah lupa.


"Maaf, saya mau bertanya, ruangan tuan Rocky di lantai berapa ya?"


Kedua wanita resepsionis itu menatap Ayla dari ujung kepala sampai ujung kaki. Membuat Ayla merasa tak nyaman.


"Ada urusan apa ya? Sudah membuat janji?" Tanya salah satu nya.


"Aku hanya berkunjung, aku ingin memberinya kejutan jadi tidak membuat janji lebih dulu." Ucap Ayla jujur.


"Maaf, jika ingin bertemu dengan tuan Rocky, harus membuat janji lebih dahulu."


"Aahh, begitu... Dia sangat sibuk ya?"


"Maaf, ada kepentingan apa mencari tuan Rocky?"


"Aku hanya membawa beberapa makanan untuk makan siang bersama." Jawab Ayla lagi."kalau begitu, aku permisi." Sambung Ayla berbalik dan melangkah.


"Ya ampun, wanita gatal datang lagi."gumam resepsionis itu, yang tentu saja Ayla dapat mendengarnya, karena ia belum jauh.


"Padahal sudah cukup lama tidak ada yang datang. Ya ampun, mana dia berjilbab lagi. Bikin malu saja." Timpal wanita resepsionis yang satu lagi.


"Ternyata wanita berjilbab pun tidak menutup kelakuannya yang gatal."


Ayla yang mendengar itu, merasa kesal. Lalu kembali lagi, dan berkata tepat di depan dua wanita resepsionis itu.


"Aku istri daddy Rocky...."


Dua wanita itu langsung tertawa lepas, jelas sekali mereka sedang menghina dan meremehkan. Setau kedua nya, Rocky seorang non muslim.


"Bermimpi saja mbak..."


Ayla memutar matanya malas. Sepertinya, percuma bersuara. "Apa aku harus membawa dia kemari?" Gumam Ayla dalam hati.


"Heh, bukankah dia mbak yang jualan di kantin kantor?"


"Ya ampun, pantas saja mimpinya ketinggian. Ha-ha-ha..."


"Ya sudah kalau tidak percaya... Aku jadi ingin tau gimana reaksi Rocky jika dia tau resepsionis nya tidak berakhlak seperti kalian."


Kedua wanita itu semakin tertawa lebar. Ayla mengeluarkan hp bermaksud menelpon Rocky. Namun, hpnya mati karena habis batre. Ayla berdecak kesal.


Lalu ia berbalik, mata Ayla melebar. Melihat dari pintu lobi, Rocky berjalan masuk bersama seorang wanita. Jika hanya berjalan berdua, Ayla tidak mempermasalahkan nya. Akan tetapi wanita itu merangkul lengan Rocky.


________

__ADS_1


wah, seperti nya bakal terjadi perang dunia nih... 😅


__ADS_2