Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 56


__ADS_3

Emak dan bapak duduk di ruang tamu dengan tidak nyaman. Keduanya memandang tamu yang baru saja menginjakkan kaki di depan rumahnya.


Sore itu, bahkan rumah Ayla terasa sangat ramai. Beberapa tetangga tampak berdiri di halaman rumah melihat ke arah dalam rumah Ayla yang kini sedang kedatangan tamu.


Tamu yang sangat tak biasa datang. Terlebih, tamu itu sangat mencolok mata, tinggi, berambut coklat, berkulit putih kemerahan tampan dan rapi. Bisik-bisik suara tetangga terdengar samar. Membuat bapak dan ibu Rohman merasa semakin tak nyaman.


Dari dalam, Ayla keluar membawa teh dan beberapa camilan dari warungnya yang tutup lebih awal.


"Apa dia bisa berbahasa?" Bisik emak pada Ayla yang baru saja ikut duduk samping ibunya.


Ayla mengangguk samar.


Sedangkan emak menadang Roxy dari atas sampai bawah. Merasa tak yakin dengan penampilan pria yang sangat rapi dan tampan itu.


"Ehem..." Bapak berdehem memecah kebekuan diantara mereka.


"Jadi,, nama mister ini siapa?"


"Saya Roxy Pearce. Dari Rusia."


Bapak dan emak hanya ber-oh ria. Sesunguhnya mereka bahkan tak tau maksud kedatangan pria bule itu kerumahnya. Bahkan tak tau jika Ayla punya kenalan seorang pria asing.


"Kenapa orang Rusia jauh-jauh datang kemari?"


"Tuan Roxy ini dulu majikan Ayla, pak." Ayla menjelaskan, "setelah Ayla bercerai dari mas Alfa, Ayla butuh tempat tinggal dan pekerjaan. Kebetulan, tuan Roxy ini teman mas Avan, yang juga sedang mencari pembantu di rumahnya."

__ADS_1


Ibu dan pak Rahman kembali ber-oh ria. Namun, tampak sekilas kelegaan di wajah keriput mereka.


"Jadi apa maksud kedatangan, mister ini untuk meminta Ayla kembali bekerja di sana?" Tanya Bu Rohman mencoba meluruskan.


"Tidak." Jawab Roxy jujur, "saya kemari untuk menyambung silaturahmi yang sempat terputus."


Roxy menarik nafasnya dalam."Dan ada hal yang ingin saya bicarakan dengan Ayla."


"Jika bapak dan ibu berkenan, tuan saya ini ingin membawa mbak Ayla dan juga Uwais berjalan-jalan melihat pasar malam." Supri ikut angkat bicara, namun tidak menyela.


"Wah, bagaimana ya? Kok saya kurang setuju. Apalagi, tetangga sudah banyak yang berkumpul di sini. Mereka pasti bertanya-tanya, terlebih Ayla seorang janda. Bapak bukannya tidak mengijinkan, hanya tidak ingin Ayla mendapat sebutan yang kurang pantas." Pak Rahman menolak secara halus, dan sedikit senyuman kikuk yang terpaksa."apa tidak bisa di bicarakan di sini saja?"


Roxy menatap Ayla, janda cantik itu hanya menundukkan kepalanya. Lalu Roxy berganti melihat pada Supri yang mengangguk samar.


Roxy menyenderkan tubuh dan menutup matanya. Rasa lelah itu bertambah, walau halus tampak jelas keluarga Ayla tak menerima nya.


"Tenang tuan, kalau kita gigih mereka akan luluh juga."


Roxy tersenyum tipis. "Benarkah?"


"Tentu saja. Besok pagi kita bisa kesana lagi. Dulu waktu saya pacaran dengan nyai, juga nggak dapat restu. Tapi saya gigih, setiap hari datang, bawa makanan. Pas camer sakit, saya juga gigih datang nungguin. Akhirnya mereka luluh juga." Cerita Supri mencoba menghibur dengan kekehan geli mengenang masa silam."sekarang, kami bahkan punya anak tiga."


Roxy tersenyum kecil. "Mungkin aku memang harus gigih meluluhkan hati orang tua Ayla."


"Benar, tuan."

__ADS_1


"Kita ke hotel Matahari tempat Avan menginap saja."


"Baik."


***


"Ayla, mister itu, seperti nya punya perasaan padamu. Dari cara dia melihatmu, emak yakin."


Mendengar ucapan sang ibu, membuat gerak tangan Ayla yang sedang mencuci gelas bekas tamunya itu melambat.


"Dia.... Emak kok nggak suka sama mister itu. Kamu nggak pernah diapa-apain kan sama mister itu?"


Ayla tak menjawab.


"Ay, emak nggak setuju kalau kamu sama dia." Ucap emak gusar.


"Sudah Mak, biarkan saja. Kalau mereka jodoh kita bisa apa?" Pak Rahman yang sedang merokok di belakang rumah ikut menimpali.


"Tapi pak..."


"Tuan Roxy itu, muslim nggak? Jika seiman, bapak tidak keberatan Ay."


"Pak!" Pekik Bu Rohman keberatan.


"Kalau nggak jodoh, tanpa kita halangipun mereka nggak akan bersatu. Percayakan saja sama yang di Atas."

__ADS_1


Bu Rohman mendessaahh susah... Bukan hanya tentang latar belakang agama, tapi juga strata sosial mereka. Bu Rohman khawatir, jika Ayla dan Roxy bersama, anak gadis nya itu mungkin saja akan mendapatkan perlakukan yang semena-mena. Dan Bu Rohman, tak mau Ayla mengalami kegagalan lagi.


__ADS_2