Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 76


__ADS_3

Darah ayla berdesir menyalurkan rasa marah ke puncak kepalanya. Mata merah wanita cantik itu terus mengikuti dua makhluk yang tak tau kehadiran dirinya di lobi. Suara dua resepsionis di belakang nya mulai membuat panas.


"Nah, yang itu pantaslah jadi istri tuan Rocky, sama-sama bule nya..."


Tangan Ayla mengepal di sisi tubuhnya. Terasa sangat panas telinga ini mendengar suara di belakang tubuhnya itu.


Di belakang Rocky, velos lebih dulu melihat Ayla. Berseru hingga mengagetkan Rocky.


"Nyonya!"


Mata Rocky melebar melihat Ayla ada di gedung Roxcid.


"Baby!" Tanpa rasa bersalah dan canggung. Tangan wanita itu terlepas dengan sendirinya. Rocky mendekat dan merentangkan tangan besiap memeluk istrinya yang tiba-tiba datang.


Wajah sumringah Rocky pun terus mengembang tanpa beban. Namun, itu justru membuat Ayla semakin kesal. Entah kenapa makin kesal dengan wajah ramah yang tiba-tiba itu.


Begitu Rocky sudah di depan mata, Ayla langsung menampik tangan suaminya. Rocky terperangah, seakan tak terima, tiba-tiba sang istri menolaknya.


Dari sisi samping kiri Rocky wanita bule yang tadi bersamanya. Berbicara dengan bahasa yang Ayla tak paham. Lalu tanpa canggung juga kedua nya cipika cipiki yang seketika membuat Ayla mendelik kesal. Mulut mengatupnya bergerak ke kiri dan ke kanan karena kesal.


"Dia bahkan tidak menghargai ku sebagai istri. Apa aku ini hanya pemuas nafsu nya saja?" Ayla jengkel bergumam dalam hati.


"Aahh, tentu saja, dulu dia juga begitu kurang ajar padaku. Memeluk, menciumku, padahal aku tidak kenal. Sama sekali tak punya etika." Ayla terus mengomel dalam hati.


Wanita cantik dan seksi yang bersama Rocky tadi melambaikan tangannya dan berlalu pergi dengan wajah yang ceria. Rocky membalas lambaian tangan. Lalu memandang sang istri, wajah Rocky langsung pucat melihat istrinya terlihat marah.


"Uuum....... Itu... Dia tadi..."


"Tidak perlu di jelaskan!" Potong Ayla yang sudah terlanjur kesal dan marah. Melangkah melewati Rocky begitu saja.


"Ayla... Tunggu..." Rocky menahan lengan Ayla yang dengan cepat di sentak kuat oleh sang istri. Semakin membuat Rocky tercengang dan merasa bersalah.


Wanitanya itu berjalan cepat, Rocky mengejar. Ia tak ingin ini menjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Ayla. Walau ada sebersit rasa senang karena melihat Ayla yang selama ini datar terlihat cemburu.


"Ayla! Babby!"


Ayla tak perduli dengan suara teriakan Rocky, hatinya sudah terlanjur sakit melihat suaminya sedekat itu dengan wanita lain. Bahkan sampai cipika-cipiki. Itu sangat menjijikan bagi Ayla.


"Baby! Tunggu, biar aku jelaskan." Rocky menahan lengan Ayla hingga berbalik berhadapan dengannya.


"Aku tak mau dengar! Lepas!" Pekik Ayla mencoba menarik tangannya. Namun, genggaman tangan Rocky begitu kuat.


"Dengarkan dulu...."


"Apa? Apa yang mau di jelaskan? Mata ini sudah melihat dengan jelas. Di depan mata ini...." Ayla menunjuk matanya sendiri. Mata yang sudah panas sedari tadi dan telihat genangan di sana. "Di depan mata ini kau memeluk dan cipika-cipiki!"

__ADS_1


Wajah Rocky makin diselimuti sesal, pandangannya tak lepas pada wajah yang masih terlihat cantik meski Edang marah itu.


"Ayla... Aku...."


"Apa? Apa? Mau mengelak?" Sambar Ayla makin ganas dan terus berusaha menarik tangan nya.


"Kamu salah paham..."


"Apa? Apa? Apa cipika-cipiki itu sebuah salah paham?" Ayla terus menyambar tanpa memberi Rocky celah untuk berbicara. Cemburu dan sakit hati sudah mengusai pikiran Ayla.


"Aku tidak..."


"Apa? Masih mau mengelak?" Ayla makin histeris, sama sekali tak ia perduli menjadi tontonan beberapa karyawan yang melintas."Di depan mata ini, dad! Di depan mata ini kamu melakukan nya, Daddy Rocky!"


Rocky menjambak rambutnya sendiri karena frustasi, Ayla bahkan tak memberinya celah untuk berbicara. Heboh sendiri dengan amarah dan pikiran nya.


"Iya... Aku tau aku salah... Biarkan..."


"Lepas! Dasar kau bule otak mesum! Kau pasti senang di kelilingi banyak wanita cantik! Aku benci padamu!"


"Ayla! Kamu..." Rocky makin frustasi. Pandangan mata nya terus bertumbu pada wajah cantik istrinya yang terlihat sangat kecewa dan terus memproduksi air mata itu.


"Aku paling benci di hianati! Aku benci padamu! Kita berce... Ummmp..."


Karena sudah tak tau lagi bagaimana membuat wanita di hadapan nya itu bungkam. Rocky menarik dan memeluk tubuh mungil sang istri. Membungkam bibir yang sedari tadi tak berhenti menyampaikan kekesalannya.


"Dasar mesum!" Umpat Ayla menatap Rocky benci."otakmu memang hanya berisi burung dan sarangnya. Entah sudah berapa sarang yang sudah kau masuki."


"Aku bisa jelaskan. Ini tak seperti yang kamu lihat?"


"Aaa iya, tidak seperti yang aku lihat? Cipika-cipiki, berpelukan! Apa itu masih bisa di jelaskan dengan nalar kalian tak memiliki hubungan apa-apa?"


"Ayla... Kami memang memiliki hubungan...."


"Hahahah.... Kau mengakuinya... Selamat tinggal! Aku tidak Sudi berbagi suami!" Ayla melangkah dengan penuh emosi. Lagi-lagi ia di hianati, dan lebih menyakitkan karena ini untuk yang kedua kalinya. Saat ia sudah sangat percaya.


"Ayla!"


"Ayla! Dia saudari ku!"


"Bulsshitt!"


"Dia benar-benar sepupuku Ayla!" Teriak Rocky masih mencoba mengejar dan menahan sang istri.


"Ha-ha-ha...." Ayla sungguh tak mau mendengarkan sama sekali. Baginya Rocky hanyalah seorang pria mesum yang doyan celap-celup. Karena selama ini Rocky begitu bernafsu padanya. Membuat Ayla berpikiran seperti itulah Rocky pada wanita lain.

__ADS_1


"Baby.." Rocky berhasil menangkap lengan sang istri dan dengan cepat pula Ayla menyentaknya hingga terlepas.


"Dia sepupuku! Adik Raize..."


"Aku tidak berduli, mau adikmu kek, sepupumu kek, simpanan mu kek, aku tidak perduli... Kita sudahi saja..."


"Aku mencintaimu, Ay!"


"Bulshhitt! Jika cinta kamu nggak akan menghianati ku!" Pekik Ayla lalu melangkah cepat hingga depan pintu lobi.


"Ayla aku...


Aku tidak pernah menghianati mu! Aku hanya memasuki satu sarang dan itu hanya kamu..."


Ada rasa malu karena Rocky berkata selantang itu tentang persarangan. Wajah yang memerah oleh amarah dan malu yang bercampur menjadi satu. Ayla tetap melanjutkan langkah kakinya.


Rocky sampai di buat bingung, apa yang harus di lakukan untuk membuat Ayla percaya. Wanita cantik itu terus berpikir jika dirinya seorang pemain.


"Aku... Aku tidak akan menghianati mu..." Melihat Ayla sudah menyentuh tepat di depan pintu lobi yang terbuka otomatis itu. Rocky makin buntu.


"Ayla, aku memiliki masalah eraksi! Aku tak mungkin menghianatimu!" Teriak Rocky sangat lantang, hingga membuat beberapa orang berhenti dan tercengang mendengar pengakuan Rocky.


Begitu pun dengan Ayla. Bagaimana bisa benda yang selalu tegak berdiri itu memiliki masalah eraksi.


"Aku... Aku punya masalah eraksi yang cukup parah, dan aku hanya bereaksi padamu. Aku tidak akan berselingkuh, tidak akan menghianati mu."


Ucapan Rocky yang terdengar seperti bualan itu namun sangat menarik karena di ucapkan di depan banyak orang. Seketika membuat Ayla berbalik menatap suaminya.


"Jika tidak percaya kita bisa kerumah sakit. Kamu bisa melihat riwayat pengobatanku..." Wajah putus asa Rocky membuat Ayla sedikit tersentuh.


Mata Ayla melebar... Sementara bisik-bisik karyawan mulai terdengar..


"Ya ampun... Aku tidak menyangka tuan Rocky ternyata impoten. Apa kau percaya ini?"


"Astaga, bisa-bisa nya dia mengumbar aib nya sendiri."


"Wanita itu, siapa dia? Kenapa sampai membuat tuan Rocky mengumbar aibnya sendiri."


"Berani sekali tuan Rocky... Astaga... Siapa wanita itu?"


Ayla merasa tak enak hati mendengar bisik itu, merasa kasihan sekaligus bersalah pada suaminya.


"Aku... Impoten..."


Mata Ayla makin melebar, berjalan cepat mendekati suaminya dan membungkam mulut Rocky dengan tangan.

__ADS_1


"Kamu... Kenapa kamu ngucapkan hal seperti ini di depan umum?"


"Kenapa? Agar kamu percaya, istriku..."


__ADS_2