
Ayla memeluk Uwais yang sedang terlelap malam ini. Sejak Alfa menalaknya kala itu, Ayla memutuskan untuk tidur di kamar Uwais. Apa lagi, Alfa memang lebih sering menghabiskan waktu dengan Agya.
Ayla menatap wajah anak lelakinya yang selalu membuat Ayla tenang.
Bayangan Uwais yang ceria saat bermain dengan Roxy sedikit mengganggu pikirannya saat itu. Meski belum ada rasa di hati Ayla untuknya, namun, melihat seberapa dekat mereka membuat Ayla berfikir.
"Sayang, bunda... Bunda sangat menyayangi kamu. Akan bunda lakukan apapun yang membuatmu bahagia." Lirih Ayla menatap wajah lelap Uwais.
Bayangan Uwais dalam gendongan Roxy kembali menari di pelupuk matanya. Bahkan saat teringat pria bule itu menoleh dan mengedipkan sebelah mata pada nya. Ayla tanpa sadar tersenyum. Lalu Ayla memandang lagi wajah putranya.
"Apa kamu menyukai om bule itu?"
Ayla menghela nafas panjang, rasa sakit akan penghianatan dari Alfa, berikut dengan tamparan keras serta talak yang suaminya ucapkan itu. Membuat Ayla ragu untuk menjalin sebuah hubungan yang baru. Saat ini yang Ayla inginkan hanyalah lepas dari Alfa. Tapi, ia juga berfikir, dimana dia dan anaknya akan tinggal nanti jika mereka benar-benar sudah berpisah?
Ayla tak punya cukup uang untuk sekedar mengontrak rumah. Ia tak mungkin merecoki adiknya Cayla dengan numpang tidur di kosan 3x3 meter itu.
"Uwais, apa yang harus bunda lakukan?"
Ceklek.
Suara pintu kamar Uwais di buka. Ayla yang tidur miring membelakangi arah pintu masuk menoleh dan segera mengubah posisinya menjadi duduk begitu melihat Alfa masuk.
Tatapan dingin Ayla arahkan pada Alfa. Hatinya masih sangat sakit dan marah atas perlakuan Alfa pada Uwais.
"Mau apa mas kemari?"
"Mas kangen ay."
"Kita setiap hari bertemu bahkan masih tinggal dalam satu atap." Suara Ayla masih terdengar dingin.
"Ay... Mas... Mas kangen.." Alfa meraih tangan Ayla dan menggenggam nya."Ayo kita rujuk ay. Mas janji akan berubah. Mas janji akan memperlakukan kamu dan Uwais lebih baik lagi."
Ayla menarik tangan nya. Namun tangan Alfa lebih cepat menggenggam tangan itu lebih kuat agar tak lepas. Ayla menatap Alfa dengan jengah,
"Kamu udah menalakku mas, aku akan tetap tinggal di sini sampai masa iddahku selesai. Setelah itu...."
"Enggak!" Alfa menggeleng keras, "Kita akan rujuk."
"Kamu jangan egois mas."
"Kamu yang egois Ayla!"
Ayla menarik paksa tangannya. "Keluar dari kamar ini!"
"Enggak! Sebelum kamu setuju untuk rujuk."
__ADS_1
Ayla menatap nyalang pada Alfa. "Keluar mas!" Sembari menunjuk ke arah pintu yang terbuka.
"Enggak! Kamu masih istriku Ayla, aku masih berhak meminta di layani oleh mu."
Dengan geram Alfa menarik tangan Ayla hingga masuk dalam dekapan nya.
"Mas, apa-apaan kamu ini! Lepas mas!"
"Enggak! Sampai kamu mau rujuk sama mas!"
Ayla memberontak. Bayangan akan Alfa dan Agya sedang bercinta terus berkelebat di pelupuk matanya, semakin membuat Ayla jijik.
"Lepas mas!"
Alfa dengan paksa meraih tengkuk Ayla, lalu mencium paksa dengan penuh nafsu.
"Ummmppp...."
Ayla terus mencoba melepaskan diri, namun kekuatan yang dia miliki tak sebanding. Alfa terus mencumbui Ayla dengan beringas. Bahkan baju Ayla sampai sobek karenanya.
Ayla menangis, rasa tak rela juga tak ikhlas membuat Ayla terus memberontak. Dan pemberontak Ayla membuat Alfa semakin kalap.
"Lepas mas!" Teriak Ayla setelah lepas dari pangutan Alfa. Bibir Alfa mengeluarkan darah, karena Ayla menggigit lidah Alfa dengan keras.
"Ayla, kamu....."
"Jangan buat aku semakin membencimu mas." Isak Ayla.
"Ayla.... Mas hanya ingin kita rujuk..."
Ayla menggeleng, "Sekarang aku makin nggak ingin rujuk dengan mu mas!"
Alfa mengayunkan kakinya mendekat. "Kita harus rujuk Ayla." Paksa Alfa dengan wajah yang merah padam oleh amarah karna penolakan dari Ayla.
Alfa sangat tak rela jika Ayla sampai lepas dan tuan Roxy merebutnya.
"Rujuk?"
Suara lain terdengar di ambang pintu kamar Uwais.
Alfa menoleh, begitupun dengan Ayla yang masih terisak melihat ke arah sumber suara.
"Ibu...." Sebut Alfa dan Ayla bersamaan.
"Apa maksudnya rujuk, Alfa?" Tampak Bu Ignis menatap penuh selidik, pada dua anak manusia itu meminta penjelasan.
__ADS_1
***
Bu ignis yang awalnya ingin menginap di kontrakan Alfa, terkejut mendengar penuturan dari Ayla tentang perselingkuhan Alfa. Terlebih Alfa sudah menjatuhkan talak pada Ayla.
Bu Ignis mengepalkan tangannya dengan sangat marah. Ia marah pada Alfa yang bisa dengan tega menalak Ayla di depan umum demi seorang pelakor. Ibu mertua Ayla itu tak menyangka jika anaknya akan sebodoh dan setega itu pada wanita sebaik Ayla.
"Kau sangat tidak tau di untung Alfa!" Hardik Bu Ignis pada anak lelakinya."Ibuk malu! Ibu malu punya anak sepertimu! Kamu.... Kamu sudah menzolimi anak dan istri mu!"
"Maafkan Alfa buk. Alfa khilaf." Alfa bersujud di depan kaki ibunya yang duduk di ruang tamu.
"Kenapa kamu minta maaf pada ibu? Yang kamu Zolimi itu anak dan istrimu, Alfa!" Saking kesalnya, Bu ignis sampai memukuli punggung Alfa.
"Maafkan Alfa buk, Alfa menyesal. Alfa akan rujuk dengan Ayla."
"Lalu bagaimana dengan selingkuhanmu itu? Akan kamu apakan dia?" Hardik Bu Ignis.
"A-aku akan meninggalkan dia buk. Aku akan meninggalkan Agya." Ucap Alfa mantap menatap sang ibu.
Bu Ignis menghela nafas panjang dan sabarnya.
"Duduk dengan benar."
Alfa pun duduk di sofa sebrang ibunya, sedangkan Ayla yang memang enggan terlalu dekat dengan Alfa, memilih duduk di kursi plastik yang gak jauh dan dekat pembatas antara ruang tamu dan ruang tengah.
"Ayla, apa kamu mau memaafkan Alfa?" Tanya Bu Ignis menatap lekat dan memohon pada Ayla.
Ayla menunduk dalam, tak ingin jika tekatnya untuk berpisah dengan Alfa kembali goyah.
"Ayla... Ibu tau ini sangat tak adil buat mu. Ibu tau kamu pasti sangat marah dan di dikhianati Alfa. Tapi, dia berjanji akan berubah. Berilah Alfa kesempatan."
Ayla bergeming, ia masih menunduk dalam diamnya.
"Ay, ibu minta, ibu nggak akan memaksa, Hanya, apa kamu nggak kasihan pada Uwais? Dia juga butuh keluarga yang utuh. Ibu yakin, Alfa pasti berubah dan tidak akan menyia-nyiakan kamu."
Ayla menggeleng, ia tak ingin goyah oleh bujukan dari sang mertua. Bu Ignis pun mengerti dengan perasaan Ayla yang pasti terluka.
"Ay, setidaknya, lakukan ini demi Uwais. Jika nanti Alfa melakukan kesalahan lagi, ibu nggak akan memohon padamu. Ibu nggak akan membujuk mu lagi. Tapi, kali ini saja. Beri Alfa kesempatan." Lanjut Bu Ignis lagi.
Ayla mengusap wajahnya rasanya sangat sulit dihadapkan dengan keadaan ini. Ayla sudah cukup makan penghianatan dari Alfa, di sisi lain, Ayla juga memikirkan Uwais dan mertua nya.
"Apa yang harus aku lakukan Ya Alloh." Jerit Ayla dalam hati, berharap ia akan mendapat jawaban segera.
"Ay.... Mau ya, rujuk sama Alfa..." Bu Ignis mencoba membujuk Ayla lagi dengan pandangan berharap.
"Aku hamil mas!"
__ADS_1
Seketika suara yang tiba-tiba hadir itu membuat semua mata tertuju ke arah pintu depan yang memang di biarkan terbuka itu.
Agya berdiri dengan wajah yang sudah merah padam.