Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 90


__ADS_3

"Tolong antarkan cucu menantuku ini ke mana pun dia pergi. Aku juga titip dia ya." Perintah tuan Yaris sembari menunjuk sisi kirinya.


Alfa mengangguk-angguk sambil menggaruk kepalanya, pasalnya di sisis kiri tuan Yaris hanyalah ruang kosong. Tak ada siapapun di sana.


"Dimana cucu menantu, tuan?" Alfa akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


Mendengar pertanyaan dari Alfa, seketika Kakek Yaris menoleh ke arah Kayla seharusnya berada. Menang sisi kirinya kosong. Kakek Yaris bingung, ia sangat yakin tadi Kayla bersamanya. Kakek Yaris menoleh kesana kemari, bahkan sampai memutar tubuhnya untuk mencari Kayla. Namun memang Kayla tak ada.


Sementara itu, Kayla berjongkok di belakang tanaman setinggi satu meter. Ia memilih bersembunyi di sana. Rasanya sangat lelah sekali setiap kali harus bertemu secara kebetulan seperti ini dengan orang-orang yang dia dan keluarganya kenal.


_________


Di kediaman Rocky.


Pagi itu, Rocky memutuskan untuk menyelesaikan semua pekerjaannya dari rumah. Ia lebih memilih menemani Ayla sembari bekerja. Melihat istrinya terus muntah sepanjang pagi, Rocky jadi tidak tega untuk pergi.


"Aku tidak apa-apa, dad. Kenapa masih di rumah?" Tanya Ayla yang sedikit lemas duduk di sofa. Ia memang sudah tidak menyiapkan pakaian kerja Rocky lagi sejak diri nya selalu tak pernah jeda muntah. Rocky sendiri lebih memilih bangun lebih awal dan menyiapkan segalanya sendiri. Ia juga memilih mandi di kamar sebelah, karena Ayla terus muntah di kamar mandi. Rocky juga tak pernah mandi lebih dari lima menit. Karena rasa khawatir nya pada Ayla lebih besar.


"Hari ini aku kerja dari rumah."


"Hah? Kenapa?"


"Aku nggak bisa ninggalin kamu sendiri di rumah, baby." Rocky duduk di sisi Ayla dan melintangkan tangan di punggung istrinya. Lalu membawa Ayla semakin dekat di dadanya.


"Tapi, di sini ada banyak orang yang siap membantu dan melayani ku, dad."


"Yeah, tetap saja. Aku tak bisa. Aku ingin menjaga dan menemani mu sendirii." Ungkat Rocky mengecup punca kepala sang istri.


"Sungguh, aku baik-baik saj... Uummmgggg....." Ayla sudah menutup mulutnya karena perutnya mulai bergejolak lagi.


Rocky menandang Ayla dengan cemas, "kamu mau ke kamar mandi?" Tanyanya tanpa menunggu anggukann dari Ayla. Rocky langsung menggendong Kayla. Membawa wanita hamil itu ke kamar mandi. Di sana, Ayla muntah hebat.


Setelah merasa lebih baik, Rocky membawa Ayla ke ranjang. Sebelum keluar dari kamar mandi, Rocky memasangkan jilbab bergo di kepala Ayla. Walau bingung, Ayla tak mengatakan apapun. Ayla terkejut sudah ada kepala pelayan dan juru masak di kamar. Ternyata, untuk inilah Rocky memasangkan jilbab di kepalanya, Ayla tersenyum mendapat perlakuan dari sang suami yang begitu memperhatikannya.

__ADS_1


"Appa yang meraka lakukan di sini?" Tanya Ayla pada Rocky, menatap berganti.


"Apa yang ingin kamu makan untuk sarapan?"


"Apa?" Ayla menghela nafas panjang. "Rocky, aku sedang bertanya padamu, kenapa malah balik bertanya?"


"Juru masak ada di sini, artinya, dia siap membuatkanmu sarapan." Jawab Rocky, lalu berganti menatap pada juru masaknya."apa yang kamu bawa itu?"


"Ini sup jagung, tuan, bumbunya tidak terlalu kuat dan masih hangat. Semoga nyonya menyukainya." Jawab sang juru masak melangkah mendekat dan memberikan sup jagung pada Rocky.


"Cobalah, katanya ini cukup bagus untuk meredakan mual." Rocky mengambil satu sendok sup jagung itu, lalu mendekatkannya di mulut Ayla. Setelah mengetes suhu pada sup itu aman untuk di nikmati Ayla.


Ayla merasa sangat tersentuh oleh sikap Rocky yang begitu memanjakannya. Ayla membuka mulut, sayangnya, makanan itu di tolak oleh perut Ayla. Istri dari Rocky Pearce itu menutup mulutnya begitu merasakan gejolak dari perut.


"Uummmgggg, maaf, aku... Bolehkan aku minta soto saja?"


"Tentu saja." Jawab Rocky yakin, "bikinkan soto." Titahnya kemudian pada sang juru masak.


'baik, tuan." Tunduk si juru masak lalu pergi setelah mengambil kembali sup jagungnya.


"Saya bawa air jahe hangat, ini cocok sebagai pereda mual. Tapi sebaiknya jangan di konsumsi terlalu banyak untuk ibu hamil."


"Baiklah, terima kasih." Ucap Rocky. Kini dia membantu Ayla meminum jahe itu. Beruntung, Ayla tidak merasa mual. Roxy merasa cukup lega.


"bagaimana jika nyonya berjalan-jalan di sekitar taman untuk mengganti suasana baru. Saat pagi, saya rasa itu cukup bagus. Mungkin saja, dengan begitu mual pada nyonya sedikit berkurang." Pitung menyarankan.


Rocky menatap istrinya meminta pendapat. Menurutnya, saran dari Pitung tidak ada salahnya di coba.


"Apa kamu mau jalan-jalan dulu?"


Ayla mengangguk setuju.


Pagi itu, rocky menuntun ayla untuk berjalan-jalan di taman yang saat ini sedang di penuhi oleh bunga dan kupu yang beterbangan.

__ADS_1


"Waah, indahnya..." gumam Ayla memuji.


"Kamu sepertinya, cukup kuat untuk berjalan-jalan."


"Umm... Aku hanya mengalami morning siknes, Daddy. Kamu yang terlalu berlebihan menyikapinya. Sebenarnya, dulu waktu hamil uwais pun juga begini. Hanya, aku menjadi lebih kuat karena keadaan. Tidak perduli sehebat apa aku muntah dan lemas, aku tetap harus bekerja. Semua itu demi Uwais juga. Kami orang tidak mampu, harus menabung untuk biaya persalinan." Ayla mengenang masa-masa sulitnya saat hidup bersama Alfa dulu. Meski sulit, Ayla tetap tersenyum.


"Kamu pasti sangat menderita saat itu." ucap Rocky prihatin.


"Tidak juga, saat itu mas Alfa cukup membuktikan dirinya sebagai seorang suami yang siaga dan menyanyangi kami..."


"Masa lalu....." rocky masih saja merasa kesal bila Ayla membicarakan masa lalunya itu.


Ayla terkekeh kecil. "Iya, masa lalu. Yang tempatnya selalu ada di belakang. Berbeda dengan mu, di sini, di masa depan."


Secuil kalimat yang meluncur dari bibir indah istrinya, sukses membuat senyum rocky mengembang. Pria itu mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Ayla. Wanita itu pun sedikit berjinjit, dan menyambut ciuman dari suaminya.


###


Di sisi lain,


Kakek Yaris masih mencari Kayla. Gadis itu mengirimi sang kakek pesan bahwa ia sedang berada di kamar mandi karena tiba-tiba perutnya sakit. Tak lupa, Kayla meminta maaf karena tak sempat ijin pada sang kakek.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kakek yaris dan vina pergi. Kayla sengaja berlama-lama di kamar mandi. Kayla menghembuskan nafas lega begitu mobil Vina keluar dari gerbang mansion. Gadis itu memilih menghindar dari alfa, dan menumpang pada mobil box pengantar sayuran ke mansion itu.


Begitu sampai di jalan raya, Kayla pun ijin turun. Dari sana, Kayla menaiki ojek online menuju mansion Raize. Ada beberapa hal yang harus dia ambil. Hari ini, Kayla ingin melamar pekerjaan sembari menunggu wisuda.


Begitu sampai di mansion, Kayla mendengar suara seorang wanita yang begitu manja di ruang santai. Langkah kakinya bergerak begitu saja ke sana. mengintip dari celah pintu yang terbuka setengah.


Seorang wanita berpakaian seksi duduk diatas pangkuan Raize. Mereka bahkan sedang bercumbu. Rasa nyeri tiba-tiba menyergap dadanya. Kayla menggigit bibir agar tak bergetar di luar kendalinya. Mata kayla terasa begitu panas. Ia tak tau kenapa? Bukankah ini hal yang biasa bagi seorang pemain? Untuk apa ia merasa terluka melihat pemandangan itu? Apakah Kayla mulai jatuh cinta?


Kayla menggeleng pelan. Tidak!


"Ehem!"

__ADS_1


terdengar suara deheman di belakang kayla. Sangat keras, dan itu cukup menyita perhatian Raize dan wanita itu hingga menoleh.


__ADS_2