Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 81 - Semi


__ADS_3

Malam itu Ayla merasa sangat lelah. Tubuhnya sangat lengket oleh keringat juga bau daging barbeque. Setelah menidurkan Uwais, Ayla berniat membersihkan diri di kamar mandi. Satu per satu pakaiannya tertanggal. Ayla mengisi bak mandinya dengan air hangat dan menuangkan sedikit sabun beraroma mawar. Wanita itu membutuhkan relaksasi untuk menyegarkan tubuhnya.


Ayla menggulung tinggi rambut hitam sepunggungnya. Lalu ia mulai memasukkan kakinya ke dalam bak mandi. Menikmati hangat dan aroma mawar yang membuatnya tenang. Sungguh relaksasi yang menyenangkan baginya.


Ayla merendam tubuhnya hingga air sebatas dada. Menyenderkan kepalanya pada ujung bibir bak. Mata Ayla sempat terpejam sejenak, menikmati air hangat yang rendamnya. Merontokkan semua lelah dan bau barbeque dari tubuhnya.


Ayla membuka matanya perlahan, terlonjak kaget begitu melihat sang suami duduk di bibir bak. Rocky masih mengenakan kemeja biru laut dan celana hitam. Tangan pria itu terulur masuk ke dalam air. Meraba paha Ayla yang terbuka.


Netra Ayla terasa berat merasakan tangan nakal Rocky membelai pahanya, keatas, ke bawah dan ke atas lagi. Suara Ayla mendesssah pelan.


Tangan Rocky masih menelusuri kaki Ayla, dari paha turun hingga ke ujung kaki. Rocky mengangkat kaki itu sedikit hingga keluar dari kubangan air. Memberi pijatan kecil di betis dan telapak kaki istrinya.


"Enak?"


"Uuummm.... Kau pandai sekali..."


"Pandai apa?" Tanya Rocky melirik kecil dan tersenyum mesum.


"Memijat~"


"Hanya itu?" Tanya lagi masih memberi Ayla pijatan terbaiknya. Hingga membuat wanita yang tengah memejamkan mata itu, merasa rileks.


"Tidak~"


Rocky ikut masuk ke dalam bak mandi. Hingga air dalam bak meluber, Rocky mengurut kaki Ayla menelanjangi kaki jenjang itu dengan sentuhan tangan nya. Rocky merangkak diatas tubuh istri, memberi kecupan pada leher yang berkilat basah. Sentuhan bibir Rocky berakhir pada bibir Ayla yang sedikit terbuka.


Kedua tangn Ayla menyusup di belakang punggung sang suami di tengah kedua lidah yang saling membelai dan berbagi rasa. Tubuh Ayla semakin merosot kebawah. Membawa serta Rocky yang masih menautkan bibirnya ikut serta. Sejenak tenggelam dalam ciuman yang memabukkan dan air rendaman mawar.


Kepala Ayla menyembul lebih dulu, posisi mereka sudah berganti. Kini Ayla yang berada di atas tubuh Rocky yang basah.


Dada keduanya naik turun mengatur oksigen yang keluar masuk melalui rongga hidung yang terlihat mengembang dan mengempis. Berciuman di bawah air membawa sensasi yang berbeda.


Rocky menelanjangi punggung Ayla yang terbuka dengan kedua tangannya. Menyusuri tubuh mulus dan putih itu ke atas lalu ke bawah. Menekan agar lebih dekat pada tubuh kekar Rocky. Lalu melummat penuh kelembutan bibir penuh istrinya.

__ADS_1


"Bajumu basah..."


"Kena air."


Ayla terkikik pelan saat bibir Rocky menyusuri lehernya. Rasa geli yang memberi sensasi menyenangkan pada tubuhnya.


"Buka saja, nanti masuk angin." Saran Ayla membuka satu persatu kancing kemeja Rocky.


Pria bule itu membiarkan saja apa yang Ayla lakukan. Memberi senyum terbaik dan sebuah pangutan panjang dan lembut. Hingga pakaian Rocky teronggok di sisi luar bak mandi. Kedua anak manusia itu masih saling memberi dan menikmati sentuhan.


Beberapa air memercik keluar dari dalam bak. Aktifitas panas itu tak kunjung mereka tuntaskan karena ingin lebih lama menghabiskan momen berdua.


Tak habis di dalam bak, suasana panas berpindah ke bawah guyuran shower. Tubuh Ayla menghadap tembok kamar mandi, sedangkan Rocky menyusuri punggung Ayla dari bawah merambat ke atas mengecup setiap inci tubuh sang istri. Rocky mengeser rambut Ayla yang sudah terderai selama pergulatan mereka sebelumnya. Menyingkirkan rambut itu dengan jemari agar bibir Rocky bisa lebih leluasa menciumi kulit Ayla.


Kedua tangan mereka saling bertaut, suara desssahan Ayla menambah gairah dalam diri Rocky meningkat tajam.


Rocky memundurkan tubuhnya, sedikit menarik perut Ayla dalam dekapan yang lembut. Menuntun sang istri agar membungkuk. Kedua tangan Ayla bertumbu pada tembok di depannya. Sementara tangan Rocky menyusuri punggung mulus sang istri. Lalu berhenti di sisi pinggang Ayla.


"Aku masuk ya." Gumam Rocky memposisikan tubuhnya tepat di belakang Ayla. Suara gumaman kecil Ayla terdengar di telinga Rocky. Menandakan persetujuan telah ia dapatkan.


"Aku percepat ritme nya."


"Huuuummmmm....."


Ayla semakin menikmati, matanya terpejam menahan rasa geli di bawah sana. Geli yang membawa sengatan panjang di tubuh yang mulai menegang.


"Le-bih ce-pat, aaaahhhh...."


Senyum Rocky terulas mendengar permintaan sang istri. "Aku ingin bertahan seperti ini...."


"Aaahhh~ Daddy! Please!"


"Uummm baiklah, tapi, aku mau melakukan ini sepanjang malam." Ungkap Rocky sembari tangannya merangkak naik dan bermain pada dua gundukan kenyal milik Ayla. Mulut Ayla terbuka lebar. Malam ini Rocky benar-benar mengerjai tubuhnya.

__ADS_1


Gesekan kecil masih terus Ayla rasakan, jemari Rocky bergerak nakal memainkan ujung dadanya. Semakin membuat Ayla tak berdaya. Tubuhnya di jalari getaran yang terus menuntut lebih.


"Baiklah, aku milikmu, tubuh ini milikmu. Lakukan lebih cepat!"


Rocky mengulas senyum menang. "Kamu suka yang bagai mana?"


"Lebih cepat, lebih dalam...."


"Baiklah, Nyonya. Sesuai keinginanmu~"


Rocy menghujam tubuh Ayla, lebih dalam, lebih cepat dan lebih keras. Hingga suara lenguhan panjang keluar dari mulut Ayla.


"Terima kasih, Daddy."


"Sekarang giliran mu~"


"Istirahat sebentar, tubuh ku lemas." Pinta Ayla membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Rocky.


"Okey." Rocky mengendong Ayla bak koala. Membawa wanita nya keluar dari kamar mandi. "Ayo lakukan sepanjang malam ini, baby."


"Baiklah, biarkan aku istirahat sebentar." Pinta Ayla yang kini telah terbaring di ranjang. Rocky tersenyum nakal, menggoyangkan jarinya di depan wajah sang istri.


"Tidak ada istirahat. Jika kuijinkan kamu pasti tertidur."


"Aaaaaahhh..... Daddy..." Rengek Ayla panjang."Aku sangat lelah, beri aku waktu sebentar, uummm?"


Rocky terdiam sesaat. "Baiklah, aku juga mau keluar sebentar."


Ayla merasa saat lega begitu mendengar suara pintu tertutup. Ia mengulas senyum dengan mata terpejam. Saat ini sangat lelah. Selama beberapa jam di kamar mandi, aktifitas panas mereka sampai berganti di dua tempat. Ayla yang awalnya ingin melepas lelah, justru melepas hal yang lain.


Baru saja Ayla bernafas lega, merasa akhirnya bisa beristiraha. Namun, sapuan lembut dan hangat ia rasakan pada bagian depan tubuhnya. Ayla membuka matanya, melihat Rocky tengah mengolesi buah dadanya dengan coklat cair.


Pria itu benar-benar tidak memberinya jeda, mulut Rocky sudah tak tahan menjilati coklat yang terlumur di tubuh Ayla. Dan berakhir melahap puncak kemerahan yang sedikit tertutup coklat itu.

__ADS_1


"Aaaahhh~ Daddy, Ka~"


"Baby! Aku masih punya beberapa benda untuk di coba...."


__ADS_2