Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 24


__ADS_3

Ayla yang merasa sangat jengah dengan sang suami yang terus membuntuti dan mengungkapkan kata maaf, entah itu dari hati atau hanya di mulut saja. Memilih untuk berjalan ke teras menemani anak semata wayangnya bermain. Namun, baru sampai di ambang batas antara ruang tengah dan ruang tamu, Ayla mendengar sayup-sayup suara Uwais yang tergelak dengan suara pria dewasa yang cukup ia kenal.


Ayla melangkahkan kakinya semakin mendekat. Ia tertegun melihat Uwais yang tertawa riang dalam gendongan Roxy. Pria bule itu memainkan sebuah remote control di tangannya. Sementara Uwais menunjuk pesawat yang terbang di udara.


Pemandangan yang membuat Ayla merasa nyeri luar biasa. Pria asing yang terus mengganggu dan beberapa kali berbuat kurang ajar padanya. Kini justru sangat dekat pada Uwais. Kenapa suaminya tak bisa begitu? Kenapa Alfa bahkan mengabaikan bocah yang jelas anaknya?


Roxy melirik pada Ayla yang tertangkap basah sedang menatapnya. Pria bule itu mengedipkan sebelah matanya dengan genit seraya tersenyum.


Ada yang berdesir, tapi bukan angin. Menjalar di sekujur tubuh Ayla. Perasaan apa ini? Bukankah pria itu terlalu sering memainkan trik yang sama?


"EHEM" dehem Alfa di belakang Ayla. Seketika Ayla membuang pandangannya ke samping.


"Tuan Roxy?"


Alfa bergerak maju dan berdiri di depan Ayla. Menghalangi pandangan pesaing nya dari menatap sang istri.


"Apa yang membawa tuan Roxy ke rumah kami?"


"Tentu saja, istri dan anakmu. Tak mungkin aku sengaja datang untuk mu bukan?" Jawab Roxy enteng, lalu memainkan lagi remote control pesawat yang dia bawa.


"Papa!"


Mata Alfa melebar sempurna mendengar Uwais memanggil Roxy papa. Pun dengan Ayla, ia tak pernah merasa sekalipun mengajari Uwais memanggil Roxy papa.


Alfa berganti menatap Ayla geram. Tak mungkin Uwais akan memanggil orang asing papa jika tak ada yang mengajari. Dan tentu saja, Alfa menuduh Ayla. Siapa lagi?


Ayla bahkan tak menatap Alfa. Ia tau pandangan menuduh itu tertuju padanya.


"Jangan menatapnya seperti itu, buddy." Ucap Roxy tanpa menatap Alfa, Roxy menurunkan Uwais lalu memberikan remote di tangannya pada bocah itu.

__ADS_1


"Kau bisa memainkan nya sendiri kan, teman?"


"Yes papa."


"Pintar." Roxy mengusap sayang ubun-ubun Uwais. Lalu melirik Alfa dan berjalan mendekat.


"Apa yang coba anda lakukan tuan?"


"Kau tau, aku sedang mendekati Ayla dan anaknya." Dengan senyum yang membuat Alfa semakin geram.


"Aku kemari sebagai laki-laki. Bukan bos mu. Katakan saja jika kau keberatan."


"Tentu saja saya keberatan." Ucap Alfa mengepalkan tangan di sisi tubuhnya."Ayla istriku, Uwais juga anakku."


"Oohh ya? Ku pikir kamu kekasih wanita... UMM... Siapa itu namanya? Ya ampun, kenapa sulit sekali mengingat nama wanita itu?" Roxy pura-pura lupa, hanya agar membuat Alfa jengkel."Lagi pula kamu sudah mentalaknya. Sebentar lagi bercerai. Tidak masalah kan jika aku mendekati mereka?"


Alfa semakin mengepalkan tangannya. Ingin rasanya ia menonjok Roxy, namun ia sadar diri siapa dirinya. Jika menyerang, mungkin saja justru ia yang berakhir di jeruji besi.


Ayla langsung menoleh menatap Alfa, rasanya tak terima, setelah apa yang Alfa lakukan.


"Oo iya, lalu bagaimana dengan kekasihmu itu? Kamu akan meninggalkan nya atau bagaimana?" Tentu saja senyuman mengejek itu tak pernah lepas dari bibir Roxy.


Semua itu, tentu membuat Alfa tak bisa berkata-kata. Alfa melirik Ayla, amarah nya pada Roxy yang tertahan, dan sesal pada Ayla atas semua perbuatannya selama ini. Terus bertarung di dalam dadanya.


Alfa memejamkan matanya, meredam semua emosi di dalam dadanya.


"Papa!" Uwais memanggil, Roxy mendekat, pesawat yang Uwais kendalikan mendarat dengan keras di atas tanah.


Roxy mengambil dan mengecek pesawat itu. Uwais mendekatinya dengan wajah gelisah dan ikut melihat pesawat yang sedang Roxy cek.

__ADS_1


"Papa...."


"Ini tidak apa-apa, kamu bisa memainkannya nanti."


"Benarkah?"


"Hmm..." Sembari menyerahkan pesawat itu pada Uwais."papa masih ada urusan. Jadi harus pergi."


"Yaahh," Uwais bernada kecewa.


Ayla hanya melihat interaksi antara Uwais dan Roxy. Mereka lebih mirip ayah dan anak ketimbang Alfa. Pria itu bahkan tidak tau apa yang Uwais ingini dan butuhkan.


Sementara Alfa, menatap sedih, "Harusnya aku yang berada di sana. Mendapat senyum itu dari Uwais." Gumam Alfa dalam hati yang kini teramat sangat sakit melihat pria lain yang sedang mencoba mengganti posisinya.


"Papa pamit ya." ucap Roxy mengacak rambut Uwais lalu menatap lekat Ayla, yang tentu saja langsung mengalihkan pandangan ke samping.


"aku pergi." pamitnya pada Ayla lalu melangkah menuju mobilnya.


sebelum ia membuka pintu Roxy menoleh menatap Alfa.


"ada yang terlupa, jika kamu membuang barang Uwais lagi, aku akan mengirimkan 2kali lipat lebih banyak dan lebih mahal."


***


"Ay..."


Alfa duduk mensejajari istrinya. Mencoba menyentuh tangan Ayla. Namun, dengan cepat Ayla menepisnya.


"Ingat mas, kamu sudah menjatuhkan talak padaku."

__ADS_1


"Ayla, maafkan mas. Tolong beri mas kesempatan." Pinta Alfa mengiba."Mas mohon."


__ADS_2