
"Kayla," panggil Raize begitu mereka berada di depan pintu kamar masing-masing.
Kayla menoleh ke arah Raize tanpa sepatah katapun.
"Terima kasih untuk hari ini." Ujar Raize tulus di sertai senyuman yang pasti akan membuat setiap wanita meleleh.
Tanpa jawaban, Kayla hanya mengangguk dan berwajah datar. Lalu masuk ke dalam kamar.
Raize tersenyum, ia sempat menangkap ketersipuan gadis itu walau hanya sesaat. Raize pun ikut masuk kedalam kamar nya sendiri. Malam ini, kedua anak manusia itu tidur terpisah, karena kakek Yaris sudah tak menginap di rumah Raize.
Raize menatap langit kamarnya. Ini memang terlalu cepat untuk di artikan sebagai cinta. Hal yang tak pernah Raize rasakan sebelumnya. Selama ini, ia memang hanya bermain-main dengan para wanita yang menawarkan diri menjadi teman tidurnya.
Raize tidak menyangka, hanya dengan tidur dalam satu ruangan yang sama dengan Kayla bisa membuatnya menjatuhkan hati pada gadis itu. Kini, bayangan wajah Kayla tak bisa ia enyahkan dari pelupuk matanya. Semakin Raize berusaha memejamkan mata, semakin jelas bayangan gadis itu.
Raize di buat tak bisa tidur malam ini. Pria tampan itu memutar kepalanya ke arah tembok yang menjadi pembatas antara kamarnya, dengan kamar Kayla. Raize berandai-andai, bila tembok itu runtuh. Di ujung sana ia melihat Kayla yang sedang terbaring di bawah selimut yang nyaman.
Raize terdiam dalam keheningan malam itu. Ia bangun dan menuruni ranjangnya. Berjalan ke arah tembok pembatas antara kamarnya dan kamar Kayla. Raize tersenyum kecil, lalu menggelar kasur lantai di sana dan merebahkan diri. Menghadap tembok pembatas itu dan mulai memejamkan matanya.
Di sisi lain, di waktu yang bersamaan. Beberapa mil jauhnya dari kediaman Raize, atau lebih tepatnya, mansion milik Rocky.
Hawa panas terasa begitu kental di sana. Bukan karena polusi ataupun udara malam itu. Namun, aktivitas panas yang Rocky dan Ayla jalani. Setelah sekian lama saling mencumbu, Rocky terus mencob memberi Ayla kenyamanan. Sebisa mungkin Rocky menahan diri agar tak memberi Ayla hentakan. Bermain dengan kedua niple istrinya, juga memberi kecupan kecil di tubuh mulus Ayla.
Tubuh Ayla terus menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, oleh sentuhan dari Rocky. Usai puas bermain dengan dada Ayla, Rocky menyusuri tubuh Ayla dengan bibirnya. Mengecup perut Ayla yang masih rata, bergeser ke pinggiang, bergeser lagi ke bawah pusar Ayla, lalu pangkal paha sang istri. Dan bergeser lagi mencium area sensitif Ayla yang sudah basah.
Lidah Rocky bermain-main dengan area itu, menggoyang ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah. Tubuh Ayla semakin tegang dan terus menggelinjang tak karuan. Rocky sampai harus menahan tubuh Ayla agar pergerakan lidahnya tak lepas dari area itu.
__ADS_1
Ayla meremas sepray dengan kuat, mulut wanita itu terbuka lebar dengan mata yang terpejam rapat. Suara Ayla yang meracaukan nama Rocky membuat sang suami makin gencar bermain di bawah sana. Tak hanya lidahnya, jemari Rocky mulai memasuki liang milik Ayla yang perlahan melebar. Jari Rocky mengorek-orek disana. Sampai suara indah Ayla yang mencapai puncaknya terdengar mendayu di telinga Rocky.
Rocky menghisap habis apa yang Ayla keluarkan. Rocky merangkak di atas tubuh Ayla, menatap wajah yang masih terpejam, dan tengah mengatur pernapasannya.
Rocky menjilat sudut bibirnya yang masih tersisa cairan yang Ayla keluarkan tadi.
Ayla membuka matanya, menatap wajah Rocky yang kini berada tetap di hadapan dengan perasaan malu. Rocky tersenyum menatap wajah yang terlihat bersemu merah itu.
"Rocky, kenapa kamu tidak mau mencapai titik ini bersama ku?" Tanya Ayla menatap manik mata sang suami. Rocky hanya mengulas senyuman.
"Benar, kita bisa melakukannya bersama. Tapi, dengan cara seperti ini saja. Setidaknya, dia aman dari hentakan." Ucap Rocky menyentuh lembut perut Ayla.
"Aku lebih suka juniormu yang masuk kedalam sana."
"Aku juga, apa kamu pikir akan tetap membiarkan benda ini terus tegak tanpa solusi?" Ujar Rocky menggenggamkan pusaka nya di tangan Ayla.
"Bagaimana kalau lewat lobang yang lain?"
Mata Ayla melebar. "Maksudmu lobang lain?" Tanya Ayla bergidik membayangkan lobang lain yang mana yang Rocky maksud.
Pria tampan itu menyentuh bibir Ayla, lalu mencium nya dalam-dalam sampai dia puas.
"Lobang yang ini." Ucap Rocky mengusap bibir Ayla yang basah.
"Baiklah, lagipula aku sudah lupa bagaimana rasamu." Jawab Ayla cepat mendorong tubuh Rocky dan berganti menindih suaminya.
__ADS_1
Rocky tersenyum, setidaknya meski tak bisa mengunjungi sang jabang bayi, Rocky masih bisa mendapatkan kepuasan dengan cara seperti itu. Meski, Rocky akui, rasa nikmatnya berbeda.
Ayla mengecup bibir suaminya, membelai lidah dan berbagi ludah. Setelah puas saling mencium. Alya menarik tubuh Rocky agar bangun, dan duduk di bibir ranjang. Ayla duduk di pangkuan suaminya, dengan kaki yang mulai mencapit pinggang Rocky. Tangan Ayla memeluk leher Rocky dan memberikan ciuman yang panas. Tubuh Ayla mulai bergerak maju dan mundur di atas pangkuan sang suami. Memberi gesekan pada dua bagian sensitif yang berbeda bentuk.
"Tidak, tidak, tidak, baby." Rocky melepas pangutan dan pelukan Ayla di lehernya. Gerakan yang Ayla timbulkan akan memicu pergerakan lain di bawah sana, dan Rocky tak mau kebablasan.
Wajah Ayla tampak begitu kecewa. Menatap mata Rocky dengan netra yang sudah berair. Tentu saja penolakan Rocky sangat melukai hatinya.
"Baby, jangan lakukan ini, kombinasi yang sangat mengerikan ini bisa membuat kita khilaf."
"Kilaf bagaimana? Kita ini pasangan yang halal, bagaimana bisa di sebut khilaf?" Omel Ayla sedikit ngambek.
Rocky menyentil hidung Ayla. "Ingat apa kata dokter."
"Tidak ingat!" Ketus Ayla.
"Aku ingin menjaga dia baby, kita harus bersabar, hanya tiga bulan, atau mungkin sampai kandunganmu cukup kuat." Ujar Rocky lembut, mengusap kepala Ayla dan membingkai wajah cantik istrinya, yang semakin menggemaskan jika ngambek. Memberi Ayla kecupan yang di ikuti oleh sesapan keduanya.
"Aku mencintaimu, baby, juga calon anak kita." Ungkap Rocky mengusap bibir Ayla yang basah. "Ayo kita jaga bersama,"
"Baiklah, aku mengerti." Ucap Ayla walau ada seberkas rasa kecewa, Ayla mencoba memahami keadaan. Semua ini demi sang jabang bayi.
Kali ini Ayla mencoba memberi Rocky kepuasan. Tangannya bermain-main dengan ****** Rocky, dengan mengkombinasikan ciuman panjang di bibir pria itu. Bibir Ayla bergerak menyusuri leher suaminya, ia juga beranjak dari pangkuan Rocky tangan Ayla membelah paha suaminya agar tubuhnya bisa berada diantara kedua paha Rocky. Ayla bertumpu pada lututnya, bibir Ayla menggulum ****** Rocky. Melakukan hal sama Persis yang Rocky lakukan tadi.
Bibir Ayla bergerak semakin kebawah, hingga bibirnya menyentuh ujung tongkat sakti milih Rocky. Mulut Ayla melahabnya, membuat gerakan naik dan turun tanpa membuat giginya menyentuh milik Rocky.
__ADS_1
"Ooohhh, shiit!! Ayla! Mulutmu... Aaaarrrrrhhhhh..."