Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 79


__ADS_3

Vina tertawa mendengar jawaban serentak dari Raize dan Kayla dengan nada yang sama.


Raize mendengus, "kau masuklah, aku masih mau bicara dengan nya." Titah Raize dengan sorotan matanya berganti menatap sinis Kayla.


"Kenapa? Apa ada hal yang aku tidak boleh dengar?" Selidik Vina pada Raize.


Kayla yang berpikir jika Vina adalah wanita bodoh lainnya yang bersedia di tiduri oleh Raize. Tersenyum licik, entah kenapa dia tiba-tiba ingin membuat wanita di depannya itu kesal dan ngambek lalu membuat Raize harus bersusah payah membujuk agar mau tidur lagi dengannya.


Kayla sedikit melompat dan merangkul Raize yang jelas lebih tinggi darinya. Sampai Raize tertunduk karenanya, menatap bingung pada sikap Kayla yang tak biasa.


"Eehheemmm... Sepertinya malam ini kita akan melakukan treesome. Bagaimana menurutmu?" Kayla menaik turunkan alisnya dan tersenyum jahil. Sedangkan Raize membelalakkan mata menatap Kayla tak percaya. Dan Vina, menautkan alisnya bingung.


"Treesome?"


"Yaahh, kau tau, bermain bertiga..."


"Bermain bertiga?"


Kayla terus mengumbar senyum jahil yang makin melebar.


"Hei!" Raize berteriak tak terima.


"Kenapa? Kau tidak mengatakan padanya? Aku sangat menantikan treesome..." Kayla makin menggoda. Alisnya terus naik turun melirik Raize yang makin terlihat sangat jengkel.


Vina tertawa geli. "Ayo masuk. Pasti capek berdiri terus di depan pintu."


"Tentu saja, ayo!" Sahut Kayla riang mengikuti langkah Vina.


Sementara Raize yang tertinggal dibuat kesal oleh dua wanita itu, yang ternyata sudah semakin akrab saja. Raize menyentak nafasnya.


Di dapur, Vina membuat tiga porsi spageti. Di sampingnya Kayla hanya menonton. Cukup takjub dengan kemampuan Vina.


"Aku kuliah di bagian pastri."


"Oohh ya? Harusnya kamu membuat kue, bukan spageti."


"Kue lama, kalau ini cepat. Jadi, kita bisa treesome secepatnya." Ucap Vina tersenyum sembari melirik pada sang kakak yang berdiri di ambang pembatas dapur.


Kayla ikut melihat ke arah yang sama. Lalu tersenyum mengejek."Aahh, benar, kita butuh banyak tenaga untuk itu."


Raize menyentak nafasnya keras-keras tentu saja agar dua wanita yang sedang asyik di dapur itu mendengar. Sayang, tak satupun dari mereka menggubrisnya.


Setelah selesai dari memasak, kedua wanita beda warna kulit itu berjalan beriringan dan tertawa dengan akrab membawa dua porsi spageti, yang satu lebih banyak porsinya.


Raize hanya mengikuti dengan malas. Entah kenapa dia hanya mengikuti kedua wanita itu. Seperti orang yang tak punya kerjaan.


Vina dan Kayla duduk di sebuah ruangan yang bernuansa cerah. Duduk lesehan di atas karpet lantai dan bersandar pada sofa. Sedangkan Raize menjatuhkan bobot nya di sofa itu.

__ADS_1


Vina mengoper piring yang berisi lebih sedikit spageti. Sedangkan satu piring yang penuh lainnya, ia makan berdua dengan Kayla.


"O ya, siapa namamu? Kita sudah banyak bicara tapi aku belum tau namamu sama sekali. Ummm, aku Livina adik Raize. Panggil saja Vina." Vina memperkenalkan dirinya sembari mengunyah.


"Oohh, kamu adiknya? Pantas saja mirip. Kupikir tadi kalian berjodoh karena mirip, aku sempat merasa kasihan padamu..." Kekeh Kayla melirik kecil pada Raize yang mendelik jengkel padanya.


"Hahaha, untung saja bukan." Vina memimpali. "Oo iya siapa namamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?"


"OOO iya namaku KA....."


"WAAAAA~" Raize memekik cukup keras dan berdiri. Dua wanita yang duduk lesehan itu sampai terkejut melihat ke arahnya.


"Kenapa kau ini?" Tanya Vina heran. Lalu berganti menatap Kayla."siapa tadi namamu? Ka..."


"KASANAH!" Raize bersuara memotong Kayla. Vina dan Kayla menatap Raize lagi. Bingung karena sedari tadi Raize seperti tak membiarkan Kayla memberitahukan namanya.


"KASANAH! Namanya Kasanah." Ucap Raize keras sembari menunjuk Kayla.


"Apa?"


Raize menarik paksa kayla yang tak terima namanya berubah jadi Kasanah."Ikut aku, kita harus bicara."


Dengan menyeret, Raize menggandeng Kayla hingga keluar dari ruangan yang di dominasi warna merah itu.


"Kau! Kenapa sembarangan memberiku nama Khasanah? Apa kau pikir kau ini bapakku?" Protes Kayla menuding wajah Raize.


"Apa?"


"Apa dia tidak akan curiga jika nama kalian sama?"


"Hei, ayolah, nama Kayla itu sungguh pasaran, banyak yang punya nama itu." Kayla mengibaskan tangan di udara memandang Raize remeh.


"Tidak! Tidak! Namamu tetap khasanah!"


"Kenapa jadi kau yang mengambil keputusan?"


"Karena aku lebih tua dari mu!" Kini giliran Raize yang menunjuk wajah Kayla. "Pokoknya, namamu Khasanah! Titik!"


Raize berjalan mendahului masuk ke ruangan di mana Vina menunggu. Kayla menyusul dengan menghentakkan kaki dan bibir yang manyun.


"Ngobrolin apa, sih?" Kalimat tanya langsung terlontar dari bibir penuh Vina.


"Nggak ada." Jawab Raize malas duduk lagi di tempat semula.


"Oiya, Kasanah, kenapa kamu bisa ada di sini?"


Kayla menatap sengit pada Raize yang menggulum senyum mendengar Kayla mendapat panggilan khasanah. Kayla duduk di samping Vina dengan wajah di sebal.

__ADS_1


"Ditanyain tuh, bukannya jawab malah manyun." Raize menyenggol Kayla dengan kakinya.


Tatapan sengit masih Kayla layangkan pada suami bohongan nya.


"Kenapa aku bisa ada di sini.... Itu karena..." Kayla mengetuk-ngetuk dagunya. Melihat betapa penasarannya Vina dengan jawaban yang akan ia lontarkan. Seketika Kayla tersenyum.


"Karena aku tinggal di sini."


"Tinggal di sini?" Ulang Vina berganti menatap sang kakak.


"Dia..." Kayla menunjuk Raize."Dia punya hutang padaku."


"Hutang?" Vina menoleh pada Raize menatap nya penuh tanya.


"Dia mengancamku, jadi dia ini jadi salah pembimbing-ku. Dia bilang, dia tidak akan meluluskanku jika tidak menurut padanya. Akhirnya, aku di sekap di sini."


"Benarkah?" Vina melirik lagi Raize.


"Siapa saudaramu? Aku atau dia?"tanya Raize mendelik pada Kayla, namun pertanyaan itu ia tujukan pada Vina.


"Aku cukup mengenalmu..."


"Aah, sudahlah, kamu tak perlu percaya padaku." Kayla mengibas lagi tangannya di udara."bukankah kalian seharusnya ada kumpul keluarga di rumah lain?"


"Aah, iya, aku sampai lupa." Raize menepuk tangan nya lalu berdiri dan menarik lengan sang adik."ayo!"


Raize berulang kali menghela nafas leganya begitu berada dalam perjalanan ke rumah Rocky. Vina yang sangat mengenal Raize hanya menatap nya.


"Jadi, apa yang kalian sembunyikan?"


"Apa?"


"Kau sungguh tidak mau mengatakan nya?"


Raize masih terdiam dan fokus pada jalanan.


"Baiklah."


Sesampainya di rumah Rocky, kakek Yaris sudah lebih dulu berada di sana memangku Uwais dan tertawa bersama. Raize duduk di sebrang Rocky yang duduk bersebelahan dengan Ayla.


"Adikmu tidak jadi datang, Ay?" Tanya Vina. Rocky tampak kaget mendengar Vina menggunakan bahasa. Sedangkan Ayla sendiri sudah tau,mereka sempat berbincang saat keluar dari ruangan Rocky tadi.


"Tidak, Cayla bilang dia ada urusan."


"Kayla?" Kakek mengangkat kepalanya menatap Ayla. Lalu berganti memandang Raize yang terlihat pias."Bukankah istrimu juga bernama Kayla, Raize."


"Istri?"

__ADS_1


__ADS_2