Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 88


__ADS_3

"Bukankah kau seharusnya bersama Kakek Yaris, tuan?" Ujar Kayla kesal, sedikit mendorong tubuh Raize dari nya. Ia lalu menarik Avan sedikit menjauh, dan berucap dengan bisikan,"Mas, tolong jangan katakan hal ini pada Mbak Ayla, ya?"


"Eehh, kenapa?" Tanya Avan semakin bingung.


"Panjang ceritanya. Besok aku ke kafe Kopi Manis, janji deh, aku cerita. Huuummm?"


Melihat Kayla seperti memohon, Avan pun mengangguk. Walau sebenarnya, dia tak mau tau ataupun ikut campur pada urusan orang. Tapi, Avan pikir, Kayla akan merasa lebih baik jika ia menyetujui nya.


Setelah berhasil membuat Avan pergi, Kayla berjalan dengan lesu ke arah Raize. Sementara pria itu menatap Kayla dengan jengkel.


"Kupikir kita sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing." Omel Kayla berjalan beriringan dengan Raize.


"Kamu harus tau bocah, kita sedang bersama dengan Kakek dan juga Vina. Jangan sampai karena mu semua terbongkar."


Kayla menjadi sangat jengah, jika sampai Avan tau dan menanyakannya pada ayla. Habislah riwayat nya.


"Kamu juga harus tau, dokter sekks! Orang itu teman mbak Ayla. Jika sampai ucapanmu itu terdengar sampai di telinga mbak Ayla. Harusnya kamu tau apa yang akan terjadi? Kita semua berhubungan, tolong, jaga sikap." Ketus Kayla berjalan mendahului dengan sengaja menabrak lengan Raize.


Raize mendengus, lalu menyusul langkah Kayla yang berjalan di belakang Vina dan kakek Yaris. Raize menarik tangan Kayla agar gadis itu sedikit melambat langkah dan berjarak dari kakek Yaris.


"Tak bisakah kau mengubah cara panggilan mu?"


"Pangilan yang mana?" Tanya Kayla acuh menarik lengannya.


"Dokter Sekks."


"Kamu memang begitu. Semua wanita kau tiduri. Menjijikkan, apa kau tidak takut penyakit."


"Aku tidak meniduri mu."


Seketika Kayla menoleh pada Raize. "Aku juga tidak mau!"


"Ooh ya?" Raize mencondongkan tubuh hingga wajahnya begitu dekat dengan wajah Kayla. Gadis itu tiba-tiba merasa kaku dan jantungnya berdetak kencang. Entah kenapa ia justru menutup matanya. Raize tersenyum melihat reaksi Kayla. Pria itu lalu menyentil hidung gadis di depannya. "Apa yang kau pikirkan? Sebuah ciuman?"

__ADS_1


Mendengar suara ledekan dari Raize. Kayla membuka matanya. Menatap jengkel Raize yang tertawa kecil. Karena sudah mempermainkan dirinya. Pria tampan itu berjalan mendahului Kayla dengan perasaan menang.


"Iiihh, kenapa sih aku musti tutup mata segala?" Runtuk Kayla pada dirinya sendiri.


###


"Apa? Mau menginap di rumah kakek Yaris?" Tanya Raize yang memasukkan pentol bakso ke dalam mulutnya.


"Iya, boleh kan?" Vina bertanya balik sembaari memeluk lengan Kayla.


"Tidak masalah sih, tidurlah di sana. Tapi, besok harus sudah kembali."


"Iya, iya, tenang saja." Jawab Vina senang.


Sepulang dari kebun binatang, Kayla, Vina dan kakek di jemput oleh supir. Lalu meluncur membeli kepeluan selama menginap di rumah sang kakek. Seperti baju dan pakaian dalam. Sedangkan Raize membawa mobilnya meninggalkan lokasi.


"Baiklah, aku bebas sekarang! Yuuuhuuu!!" Teriak Raize kegirangan. "Baiklah, akan kemana aku?"


Setelah berkendara tak tentu arah, Raize justru merasa ingin pulang. Ia seperti tak punya tujuan selain di sana. Sesampainya ia di rumah. Raize merasa sepi dan kosong. Pria itu menjatuhkan bobotnya di atas sofa. Lalu menghidupkan tv. Semua cenel ia tekan, tak ada satupun yang menarik baginya. Dan akhirnya, ia tertidur di sana.


Sementara itu,


"Awasi rumah Raize. Dan satu lagi, ikuti kemana pun anak itu pergi. Apakah bertemu dengan seorang wanita atau tidak."


("Baik.")


###


Raize membuka matanya, ia melihat ruang remang dan tv yang menyala. Melihat sekeliling untuk memastikan dimana dia terbangun.


"Aah, rumah ini sepi sekali." Gumamnya. "Apa aku panggil seseorang kemari saja?"


Raize beranjak ke kamarnya, mandi di bawah guyuran shower yang hangat. Lalu pria itu berpakaian rapi. Tak lama terdengar gawai nya berbunyi. Raize mengecek untuk melihat pesan dari siapa.

__ADS_1


("Tampan, ayo kita berjalan-jalan ke suatu tempat, atau bagaimana jika aku main ke rumahmu?")


Raize menyeringai, lalu memberi balasan. ("Baiklah, pergi kemana?") Pesan di kirim.


Tak lama ia mendapat balasan. ("Bagaimana jika ke Skyfall?")


("Baiklah, temui aku di sana.") Balqsan di kirim.


Raize memakai pakaian yang rapi dan tak lupa menyemprotkan parfum. Menyaut kunci mobil dan berjalan menuju garasi.


Tangan Raize terhenti saat menyentuh handel pintu.


("Tolong, jaga sikap." )


Suara Kayla tiba-tiba berdenging di kepalanya.


("Kamu memang begitu. Semua wanita kau tiduri. Menjijikkan, apa kau tidak takut penyakit.")


Raize tersenyum kecut, lagi-lagi kalimat menohok Kayla berdenging di kepalanya.


"Bocah kecil itu, memangnya ia tau apa?" Gumam Raize berbalik dan kembali memasuki rumahnya. Ia urung untuk pergi.


Raize merasa bosan sendirian di rumahnya, ia memutuskan untuk bermain PS hingga larut.


Di sisi lain, Kayla dan Vina tidur di kamar yang sama. Usai berbagi cerita, keduanya berbaring di ranjang untuk tidur malam itu. Kayla masih belum mau terlelap. Ia terbayang saat Raize tiba-tiba mencondongkan tubuhnya dan ia reflek menutup mata. Merasa bodoh, Kayla menggeleng. Ia masih meruntuki dirinya oleh karena hal itu.


"Pria brengsek itu, pasti berpikir aku menyukainya." Gumam Kayla berguling memunggungi Vina.


Sesaat ia terdiam, "malam ini, dia pasti bersenang-senang dengan seorang wanita di kamarnya. Aku tak Sudi tidur di kamar itu lagi." Gumamnya sebelum menutup mata.


Sementara itu, Raize yang asyik dengan PS nya harus merasa terganggu oleh suara bel pintu rumahnya. Ia tak begitu menggubris karena ada pelayan yang siap membukakan pintu. Tak lama Raize merasakan pelukan di punggungnya.


"Aku menunggu sangat lama, tampan." Suara wanita terdengar berbisik di telinga Raize.

__ADS_1


Raize menoleh saat itu juga, langsung mendapat sambaran ciuman panas dari wanita itu. Mata Raize menggantung, merasai ciuman nakal dari wanita yang tadi menghubunginya. Jauh di belakang wanita itu, Raize justru melihat wajah Kayla. Wajah sedih dan kecewa, sangat menusuk hati nya secara tiba-tiba.


__ADS_2