Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu
bab 25


__ADS_3

"Terus awasi rumah itu. Dan tempatkan beberapa orang untuk mengikuti calon istriku secara profesional dan tidak menimbulkan kecurigaan. Beri aku laporan secara berkala."


"Baik tuan." Tunduk Veloz lalu mengundurkan diri dari hadapan Roxy yang kini tengah duduk di salah satu ruang mansion utama.


Raize yang juga duduk di sana melirik saudaranya itu.


"Kau serius dengan wanita itu?"


"Kenapa?" Tanya Roxy tanpa ekspresi menyeruput teh nya.


"Apa kau akan membuatnya jadi janda?" Raize balik bertanya, sedikit pun Roxy tak bertanya bagaimana Raize bisa tau. Sepupunya itu terlalu banyak punya koneksi hingga tau apapun tanpa terkecuali. Hal yang membuat Roxy sedikit gelisah, bila sang kakek tau. Jika dia sedang mendekati istri orang.


"Dia hanya single parents sebentar Lagi akan menikah dengan ku."


Raize tergelak...


Roxy acuh dengan tawa Raize yang terkesan mencemooh. Siapa perduli? Apa yang Roxy mau harus dia dapatkan.


"Butuh bantuan?"


"Tidak! Kau hanya mengacau."


Raize menatap Roxy, "kakek akan segera tau."


"Cepat atau lambat beliau juga akan tau." Roxy masih mencoba acuh. Walau sesungguhnya dia gelisah.


"Jadi kau sudah siap menghadapi kakek?"


Roxy bergeming.


Tak ingin terlalu lama menunggu jawaban dari Roxy, Raize beranjak dari duduknya.


"Ada perjamuan akhir tahun ini. Kakek pasti mendesakmu untuk mempertemukan dengan Ayla. Dan aku pun harus membawa seseorang. Sangat menyebalkan." Gumam Raize mulai mengambil langkah."Aku mau cari mangsa dulu. Di tempat biasa. Kau bisa bergabung." Sambungnya sembari berlalu.


Roxy menghenya nafasnya lebih dalam.


"Perjamuan....."


***


("Mas, kapan kamu menginap di sini lagi?")


Sebuah pesan masuk di aplikasi hijau milik Alfa.


("Aku kangen banget.")

__ADS_1


Alfa menghela nafasnya, lalu mengusap kasar wajahnya. Semenjak Alfa tau Ayla menjalin kedekatan dengan Roxy, Alfa memang mengabaikan Agya. Saat ini, Alfa sibuk untuk meluluhkan Ayla lagi. Rasa nya sangat tak rela jika Ayla sampai di rebut oleh Roxy.


"Pria itu terlalu sempurna. Aku tak ada apa-apanya di banding dia. Tapi, aku yakin, Ayla masih memiliki cinta padaku. Aku hanya harus memupuknya lagi." Gumam Alfa menggenggam erat ponselnya dengan penuh tekat.


Untuk sementara Alfa akan mengabaikan Agya lebih dulu. Alfa tak ingin membuat Ayla semakin marah. Jika tau ia dan Agya masih menjalin hubungan.


"Ay...."


Ayla yang tak menoleh pada suara yang memanggilnya. Ia sibuk menyiapkan sarapan.


"Ay, kita berangkat bareng ya."


Alfa menarik kursi di meja makan. Ayla melirik jam dinding. Pu- kul 5.50 pagi.


"Aku masih banyak kerjaan di rumah mas."


"Mas bantu."


"Nggak usah. Mas udah telat."


"Enggak, mas masuk jam setengah 8 kok."


Ayla melambat pergerakan tangannya mengambil nasi. Lalu meletakkan piring yang sudah terisi itu di depan Alfa.


"Bukankah biasanya mas berangkat jam 6?"


"Ummm iya, itu dulu ay, aku sudah balik lagi ke jadwal normal. Jadi jam setengah 8 masuk. Bagaimana? Kita bareng ya?"


"Nggak usah, kamu akan telat mas, aku masih banyak yang harus di kerjakan."


"Ayla..." Sebut Alfa memohon.


"Habiskan sarapanmu, dan cepatlah berangkat kerja."


Merasa kesal, Alfa hanya bisa mendengus. Ingin marah pun ia tak bisa, tak mau semakin mendapat perlakuan dingin dari istrinya. "Aku harus lebih gigih dalam hal ini. Aku tak mau Tuan Roxy sampai merebut Ayla dariku. Aku harus dapatkan cinta nya kembali."


Pagi menjelang siang, Ayla menatap buku nikah di tangannya. Sebelumnya dia ingin mendaftarkan cerai nya di pengadilan. Setelah perlakuan Alfa pada Uwais, membuang semua mainan dan sempat akan memukul Uwais. Itu cukup sebagai alasan bagi Ayla untuk menyudahi hubungan ini.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam..." Sahut Ayla dari dalam kamar nya. Lalu menyimpan buku nikah itu di atas lemari. Ia akan mendaftarkan cerainya nanti.


Ayla berjalan membuka pintu rumahnya. Bu Ignis sudah berdiri di depan pintu.


"Ay, ibuk tadi dari pasar, terus liat ada yang jual ikan, ingat Uwais kalau dia suka ikan. Jadi ibu mampir kemari. Untung kamu belum berangkat kerja." Ucap ibuk sembari masuk ke dalam rumah meletakkan semua bawaanya di atas meja. Lalu celingukan mencari Uwais.

__ADS_1


"Uwais mana?"


"Tadi udah di jemput sama Cayla."


"Yaahh, ibuk jadi nggak ketemu deh sama Uwais." Kata ibu Ignis kecewa. "Sebenarnya, ibuk ingin ajak Uwais untuk nginep di rumah ibuk lagi. Kangen, ibuk sama cucu ibuk."


Ayla mengulas senyum, "Ayla bikinkan teh ya buk."


"Nggak usah ay, ini ibuk ada beli jamu sama wedang jahe. Ambilin gelas aja."


"Iya buk." Ayla masuk kedalam dan kembali dengan membawa dua gelas lalu meletakkannya diatas meja. Semetara Ayla sendiri duduk di sebrang mertuanya duduk.


"Nah, ini jamu buat kamu. Biar makin subur. Biar bisa cepet jadi adik nya Uwais."


Ayla tersenyum kecut. Ibu mertua sangat perhatian padanya. Selain Uwais, dia lah alasan lain yang Ayla pertimbangkan. Ibu Ignis sedikit menggoyahkan niat untuk bercerai dengan Alfa.


"Ayla... Kuatkan hati dan tekatmu... Setelah apa yang mas Alfa lakukan, jangan goyah..." Bisik Ayla dalam hati.


***


"Mas!"


"Apa gy?"


"Mas kok akhir-akhir ini cuek sama Agya?"


"Cuek gimana sih?" Alfa masih pura-pura bodoh dan sok sibuk dengan pekerjaannya.


"Iya, mas bahkan nggak jemput aku, nggak nemenin aku sarapan." Ucap Agya tanpa malu merangkul lengan Alfa ketika mereka masih di jam kerja.


"Mas, malam ini tidur di rumah Agya ya?" Pinta Agya dengan wajah di buat seimut mungkin.


"Nggak bisa Gy,"


"Kenapa?" Bertanya dengan wajah ketus.


"Uwais pengen tidur dengan ku. Udah lama kami nggak menghabiskan waktu bersama." Bohong Alfa. Sekarang ini, Alfa hanya ingin fokus meluluhkan hati Ayla. Agar istri yang sudah ia talak itu, tidak berpaling dan di rebut oleh Roxy, pria dengan sejuta pesona.


"Mas,, sejak kapan mas begitu perduli dengan anak mas itu?" Agya cemberut.


"Itulah sebabnya, gy. Mas terlalu abai pada anak mas sendiri. Mas ingin menebusnya,"


Agya mendengus. "Kapan mas akan menceraikan Ayla."


Alfa menghela nafas berat.

__ADS_1


"Kapan mas akan menikahi ku?"


__ADS_2