
Hari semakin siang, langit terasa sangat terik dan berawan putih bergerak-gerak di antara birunya langit. Tak cukup mengurungkan niat Rocky dan Uwais untuk berenang. Kedua pria Ayla itu, masuk dalam kubangan air yang jernih. Bergerak dari tepi ke ketepian sisi yang lain. Ayla hanya menunggui mereka di Gasebo tak jauh dari kolam.
Melihat keakraban keduanya, Ayla tersenyum. Ia sudah merasa sangat bahagia sekarang, sudah lupa dengan pahitnya hidup bersama Alfa dulu.
Di tepian kolam, Rocky membantu Uwais keluar. Lalu ia sendiri keluar dari sana dengan berbasah-basahan membawa kesan seksi si mata Ayla. Wanita yang tengah hamil muda itu sampai menelan ludahnya dengan sangat susah.
Pria bule berbadan atletis itu berjalan mendekat, dalam pandangan Ayla Rocky terlihat sangat bercahaya, bunga-bunga beterbangan di sekitarnya. Bahkan senyum yang mengembang terlihat sangat sempurna dan menggoda.
Rocky semakin dekat, entah daya tarik dari mana hingga Ayla reflek berdiri. Merasai tangan Rocky yang menyentuh pinggangnya. Membuat tubuh Ayla ikut basah dan menyergapnya dengan sebuah ciuman. Ayla memejamkan matanya, menikmati setiap belaian lidah Rocky. Sampai tubuhnya terhuyung kebelakang, tertinding tubuh kekar Rocky.
"Babby? Kamu baik-baik saja?"
Ayla tersentak, membuka mata melihat Rocky masih berdiri di hadapannya, melambaikan tangan di depan wajahnya.
"Astaghfirullah, bagaimana bisa aku membayangkan kami bercinta di tempat terbuka ini." Merasa malu sendiri, Ayla memutup wajahnya dengan kedua tangan, lalu asal berlari menjauh.
"Baby!" Teriak Rocky,
Ayla tersadar, kakinya tak lagi napak di bumi. Ia membuka matanya, "astaghfirullah!"
Tubuhnya melayang dan jatuh ke kolam. Ayla yang memang tak bisa berenang, mencoba menggapai udara. Berteriak? Tentu saja tak mungkin, bernafas saja dia kesusahan. Sampai tangan Rocky meraih tubuh nya. Dan membawanya ketepian, beruntung, Ayla tak sampai berontak dan mempersulit Rocky.
Ayla mengatur nafasnya yang tersengal, tubuhnya mendadak gemetar dan menggigil. Hidung dan telinga nya terasa sangat sakit karena kemasukan air.
"Unda!" Uwais berlarian mendekati bundanya, lalu memeluk Ayla dengan erat.
"Baby, kamu baik-baik saja? Kenapa malah lari ke kolam renang? Apa kamu juga mau berenang?" Cecar Rocky bingung sekaligus cemas.
Ayla memandang wajah suaminya, merasa malu jika menjawab jujur. Ayla pun memilih diam, dan memeluk balik anaknya.
Merasa kasihan pada sang istri, Rocky pun memeluk tubuh Ayla. Agar wanitanya itu merasa aman dan nyaman.
Malam harinya, Ayla duduk di pembaringan dengan bersandar pada kepala ranjang. Ayla masih merasa malu jika mengingat tadi siang. Ayla terus berpikiran yang tidak-tidak.
__ADS_1
Suara pintu kamar mandi di buka, tampak Rocky keluar dari sana dengan berbalut handuk saja. Dada Ayla seketika berdebar hebat. Menelan ludahnya berkali-kali.
Sementara sesorang di sana sama sekali tidak merasa bersalah karena sudah membuat Ayla sekacau itu. Berjalan kesana kemari, entah mengecek ponselnya, entah mengambil minum di meja samping walk in clothes.
"Aku tidak tahan lagi," gumam Ayla beranjak dari duduk yang menyiksa. Berjalan cepat menuju pria yang sedang memakai piyama nya.
Sebelum Rocky sempat mengancingkan piyamanya, Ayla sudah menelusupkan tanganya di balik piyama Rocky. Pria itu tentu saja sangat kaget Ayla tiba-tiba menyergapnya dalam pelukan menatap dari dadanya. Tatapan memohon yang dan sangat ingin.
"A-apa?"
Wajah Ayla memerah, semakin merah dan membuat Rocky gemas. Mata indah itu menggerakkan junior yang sempat tertidur.
"Tiga bulan Rocky, tiga bulan. Kuatkan dirimu." Gumam Rocky dalam hati.
Ayla berjinjit, menutup matanya, memberi kode pada Rocky agar menciumnya. Namun yang ia harapkan tak jua Ayla dapatkan. Tanpa tau Rocky yang mati-matian menahan hasratnya yang menggebu. Rocky mengusap kasar wajahnya.
"Ampuni aku, tuhan." Batinnya.
Rocky memeluk Ayla dengan erat. Wajah Ayla yang terlihat kecewa dan sedih itu menusuk-nusuk hati pria bule itu. Rocky melonggarkan pelukan, membingkai wajah cantik Ayla. Lalu memberinya sebuah kecupan panjang. Membelai lidah istrinya dengan lembut.
"Dadd, aku ingin..." Ungkap Ayla dengan mata sayu.
"Kandunganku belum kuat, baby." Ucap Rocky membingkai wajah Ayla.
"Dia ingin dijengukin Daddy nya."
Tangan Rocky memeluk tubuh Ayla di saat yang bersamaan dengan bertautan kedua bibir mereka.
Beberapa menit kemudian, keduanya sudah berpindah di atas peraduan, saling memberi kehangatan.
"Aku ingin, dadd."
"Sabar ya, tunggu tiga bulan lagi." Ujar Rocky membelai rambut sang istri.
__ADS_1
"Uuuggghh...."
"Kasihan dedek bayi nya kalau di paksakan sekarang." Rocky berusaha menenangkan Ayla, walau sesungguhnya, ia jauh lebih butuh di tenangkan.
Ayla merasa kecewa, tapi, ia tak mau menyerah. Ayla menelusupkan kepalanya di dada Rocky, lalu menggigit manja ****** pria itu.
Rocky begidik, mendapatkan rangsangan sedasyat itu di saat gairah meninggi. Kini makin memuncak. Jika akal sehatnya sudah hilang, mungkin saat ini juga ia sudah menerkam Ayla. Namun, ingatan tentang janin di kandungan sang istri, membuatnya mendorong tubuh Ayla dengan lembut.
Wajah Ayla terlihat sangat menginginkannya, Rocky jadi sangat tak tega. Tangan Rocky bergerak ke bawah menyusup masuk ke dalam celana Ayla. Jarinya bermain dengan bagian sensitif istrinya. Rocky juga mengkombinasikan dengan dengan mencium bibir Ayla.
Jari Rocky mulai mengorek bagian vital sang istri. Masuk ke dalam liang terdalam dan mencoba memberi Ayla kepuasan dengan cara yang aman dari hentakan.
"Da-dadd,, aku menginginkan juniormu bukan jarimu yang masuk ke sana." Ungkap Ayla mendayu dengan mata menggantung.
Rocky memandang Ayla dengan hasrat yang sama tertahannya. Rocky menarik tangannya dan memberi Ayla pelukan. Bibir Ayla tak luput dari ciuman panjangnya malam itu.
Di lain pihak dan beberapa waktu yang lalu.
Raize memandang Kayla yang masih berdiri di depan kampusnya. Sementara gadis di samping pria tampan itu terlihat sangat kesal, menyentak nafasnya berkali-kali. Raize tak memperdulikan nya, perhatian Raize berpusat pada gadis yang kini terlihat sedih di depan gerbang kampus.
Kayla yang awalnya menunduk mengangkat wajah nya, melihat kearah Raize. Raize gugup, takut Kayla menyadari keberadaan nya, reflek meraih tengkuk wanita di sampingnya dan mencium.
"Buuuaah,, aku belum siap. Ayo kita ke hotel saja." Ucap wanita itu setelah beberapa saat beradu bibir dengan Raize.
"Tidak! Ke hotellah sendiri."
"Apa?"
"Keluar!"
Merasa sangat kesal dengan Raize yang seenaknya, wanita itu pun keluar dari mobil silver itu. Sementara Raize pura-pura lewat di depan Kayla.
"Ngapain kamu di sini? Naik!"
__ADS_1