Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
14. Menunda


__ADS_3

Tasha yang sudah merasakan kejengah menunggu kepulangan dari keluarga Arga akhirnya mereka pun berpamitan pergi karena langit yang tadinya cerah kini sudah mulai menampakkan awan gelapnya.


Tasha dan keluarga yang sudah berdiri diambang pintu melepaskan kepergi keluarga Arga tersenyum manis. "Alhamdulillah, akhirnya pulang juga" gerutunya menatap mobil-mobil yang sudah keluar dari gerbang pagar milik kediaman mereka.


"Kak selamat ya" dicium Dewi pipi sang kakak yang berada disebelahnya.


Tasha hanya melemparkan senyuman pada Dewi, yang tidak ada yang tau satu pun jika dia terpaksa akan perjodohan ini termasuk sang adik.


**


Setelah kedua kalinya Tasha dan Arga bertemu dari acara lamaran mereka, mereka tidak pernah bertemu lagi setelahnya.


"Tasha kamu mau kemana ?" tatap sang mama pada putrinya.


"Mau ke mall ma sama Linda" Tasha mendekat pada sang mama yang sedang berada diruang keluarga.


"Kalau mama gak salah ingat bukan kah nanti sore kalian ada jadwal foto prawedding mu dengan Arga ya Sha"


Tasha tidak melupakan perintah sang papa pada nya yang telah membuat janji untuk foto undangan mereka hanya saja dia memang enggan untuk melakukan sebuah foto prawedding yang begitu formal rasanya. 'Ini bukan lah pernikahan yang ku impikan ma' bathinnya.


"Ma, tidak bisa foto prawedding nya ditunda dulu ya ma. Ayo la ma bujuk papa" rengeknya pada sang mama.


"Kamu belum siap Sha ?" tatap Lita yang sedang menyelidiki sikap sang putri yang sudah menyandarkan kepala nya kepundak sang mama.


"Ma, bukan Tasha belum siap, cuma Tasha-" dia menggantungkan percakapan nya pada Lita mamanya, karna sebenarnya memang dia belum yakin pada pilihan sang papa.


"Sha" lihat Lita wajah sang putri. Tapi Tasha terus menundukkan kepalanya yang tidak tau harus berkata apa.


"Ma, maaf kan kakak. Pasti mama sedih karna sikap kakak seperti ini"


"Kamu terpaksa Sha ?"


Tasha sebenarnya ingin menolak, dia sebenarnya ingin menceritakan keterpaksaan nya terhadap perjodohan ini.

__ADS_1


Tasha memilih untuk mengalah dengan ego nya dan bersikap setenang mungkin.


"Bukan terpaksa ma, lagian Tasha sudah ada janji juga dengan Linda. Dia sudah sampai mall ma. Kasian dia jika harus dibatalkan ma. Lagian mama kan tau Linda disini tidak punya mobil ataupun sebuah motor. Pasti ongkos nya akan terbuang-buang ma" cari-carinya sebuah alasan pada sang mama agar mengizinkan nya keluar.


"Sha, ini bukan sebuah alasan agar kamu tidak jadi untuk pemotretan undangan kalian kan ?" Tegas sang mama pada putri nya.


"Ma, Tasha janji deh besok sepulang kerja, Tasha melakukan pemotretan prawedding nya. Tasha bukan mencari-cari alasan, Tasha hanya tidak enak dengan Linda yang sudah sampai disana ma"


Lita menarik napas nya berat, Lita paling tidak tega jika putri-putri nya yang sudah merengek seperti ini pada nya jika yang direngekkan adalah hal-hal yang wajar menurutnya.


"Mama tidak tau apakah ini adalah suatu penolakan, alasan, atau ingin mengundur-ngundur waktu saja Sha. Mama hanya berpesan, jika kamu memang tidak terima perjodohan ini, bilang baik-baik pada papa. Kita bisa carik jalan terbaiknya. Mungkin papa bisa terima keputusan kamu" dengan penuturan lembut tapi seakan tegas Lita menyampaikan itu pada Tasha.


"Mama dan papa tidak tau apa rencana kamu setelah ini Sha. Tapi coba lah berbicara dengan baik-baik, agar kita bisa sama-sama memutuskan jalan terbaiknya"


"Baik, mama akan sampaikan pada papa jika hari ini kamu sudah ada janji. Pergi la Sha. Tapi mama mau jawaban pasti dari mu, lanjut atau berhenti"


Tasha yang terus menatap sang ibu dengan raut wajah yang sudah sendu bahwa dalam hatinya andai ibu nya tau apa yang dia mau adalah membatalkan perjodohan ini namun Tasha yang sudah merasa dirinya bersalah mencoba mengerti bahwa ini adalah yang terbaik.


*


Ditempat lain, Tasha yang sudah seharian yang masih berada di sebuah mall sedang menemani Linda berbelanja kebutuhannya yang sudah habis dikos-kosan nya itu.


"Lin, sini" tarik Tasha tangan Linda yang sedang memilih-milih barang belanjaannya.


"Ada apa sih Sha" dengan tangan Tasha yang cepat menarik dan menutup mulut temannya.


"Lihat tu, itu Arga sama mamanya yang baru dijodohkan dengan ku" tunjuk Tasha ke arah ibu dan anak yang sedang berbelanja dengan sang putra yang membawa troly belanjaan sang ibu.


"Lah ganteng nya Sha, calon laki elu. Kalau elu gak mau ke gue aja ya" mata Linda tidak lepas dari tatapan nya menatap Arga. Walaupun umurnya sudah tidak lagi muda tapi Arga masih terlihat gagah dengan berpenampilan santai memakai sebuah kaos polos simple dengan bawahan memakai celana chinos serta sepatu bewarna polos sangat menunjang penampilan nya yang membuat para wanita tertarik.


"Maaf-maaf mbak" Tasha yang terus mundur dari rak-rak yang berada di mall itu pun melanggar pengunjung lain disana dan menjatuhkan beberapa barang-barang yang berada dirak-rak tempat itu.


Tanpa disengaja Arga yang sudah melihat keberadaan Tasha disana pun tersenyum sinis melihat tingkah calon istri nya itu.

__ADS_1


"Ma, aku mau buah-buahan disana" ajaknya pada sang mama yang sebenarnya ingin ketempat dimana Tasha dan temannya bersembunyi.


Arga sengaja mencari jalan berbeda dari tempat Tasha yang masih fokus merapikan lagi barang-barang yang berserakan dilantai.


"Sha, kemana calon suami elu" Tasha yang masih sibuk merapikan barang-barang pun melihat kearah dimana ibu dan anak itu tadi berada.


"Syukur la Lin. Mungkin mereka sudah pergi" tanpa disadari Arga sudah berada dibelakang bersama sang ibu.


"Tasha, sedang apa disini nak ?" Tasha terkesiap melihat Arga beserta mama nya sudah ada dibelakang mereka.


"Arga, ayo bantuin Tasha itu nak, kenapa kamu liatin aja" perintahnya pada sang putra.


Arga langsung membungkuk kan badan nya dan membantu Tasha yang sibuk dengan barang-barang yang tanpa sengaja terjatuh.


"Hai calon istri, ternyata kita bertemu kembali disini" bisiknya sambil melemparkan senyuman sinis nya seperti mengejek.


Tasha tepis tangan Arga pelan yang ingin membantu nya tanpa dilihat Herni yang sibuk dengan benda pipihnya entah apa yang sedang dikerjakan Herni dibenda pipihnya itu.


"Gak usah sok peduli. Ini juga sudah selesai"


Arga menyunggingkan bibir nya menatap Tasha yang penuh dengan ke sombongnya.


Tasha yang sudah bangkit pun menyalami Herni yang sedang berada disamping troly belanjaan mereka.


"Wah senang sekali bisa bertemu tante disini. Banyak banget tante belanja nya" ucap Tasha yang sudah melihat ke arah troly milik ibu Arga yang hanya sebuah perkataan basa basinya.


"Iya, tante gak sering belanja. Kalau pun tante belanja harus nunggu Arga kapan waktunya sempat aja" mereka saling membalas senyuman.


"Tasha kan tau dirumah hanya ada tante dan juga Arga. Adik nya Arga sekolah diluar Negeri, jadi tante kalau mau apa-apa ya nunggu Arga"


"Ma, sudah malam ayok pulang" lihatnya arloji yang ada ditangannya.


next

__ADS_1


__ADS_2