Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
39. Cemburu?


__ADS_3

"S**t om-om tua ini, beneran dia ninggalkan aku" Tasha yang sudah sampai lobby kantornya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Arga yang sudah tidak ada lagi disana.


Tasha yang telah merasakan kekesalannya karena Arga, meremasi pakaian kemejanya karena perlakuan Arga yang tega pergi meninggalkannya dengan cuaca yang mulai akan menampakkan warna senjanya.


"Om-om suami tua ku ini memang mau diadukan pada mama nya kali ya" Tasha yang terus berkomat kamit sambil merogoh benda pipihnya yang berada didalam tasnya dan menatap layar yang sudah menghitam.


"Ini juga benda tidak ada gunanya disaat aku lagi genting seperti ini. Bagaimana aku mau pulang kalau handphone juga mati tidak bisa memesan taxi online" Tasha yang sudah memasukkan benda pipihnya itu kembali kedalam tasnya dan memasang wajah cemberutnya.


Tidak menunggu waktu berlama-lama lagi dan waktu juga akan semakin menggelap, kini Tasha terus mengayunkan kaki nya keluar dari perusahaan dan mengedarkan pandangannya mencari taxi atau angkutan yang bisa dinaikinya untuk sampai keappartement Arga itu.


"Benar-benar tidak ada satu pun yang bisa ditumpangi" gerutunya sambil menendang-nendang kaleng minuman kosong yang terlempar kedepan jalanan yang dilewatinya itu.


Tittttttttttttt


Tasha yang berada dipinggiran jalan, kini meminggirkan lagi langkahnya untuk memberi jalan pada pengendara yang ingin lewat dibelakangnya.


Tittttttttttttt


Tittttttttttttt


Tasha yang merasa jalan yang dilalui nya kini sudah berada ditepi jalan merasakan risihnya suara klakson yang terus memekakkan telinganya.


"Ini yang mengemudi sudah rabun atau lagi mabuk ya, jalanan yang begitu lapangnya masih juga mengambil jalan kaki ku. Apa memang aku yang jalannya ditengah mungkin ya, makanya mobil ini tidak bisa lewat" gerutu Tasha yang sudah merasakan lelah dikakinya karena sudah terlalu jauh berjalan dan membuat nafasnya sudah tidak lagi beraturan.


Mobil yang berkecepatan lambat kini telah melewati Tasha dan memberikan nya sebuah klakson sebagai tanda sapaan si pengemudi pada Tasha.

__ADS_1


Tasha yang tadinya dia sudah hampir ingin duduk dipinggiran jalan itu karena sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan perjalanannya, kini melihat kearah mobil yang telah mendahuluinya dan membolakan matanya yang telah membesar karena dia sangat mengenal pemilik mobil itu.


"Om tuaaaa" jeritan panggilan Tasha dan terus melambaikan tangannya kearah mobil Arga yang telah mendahuluinya dan berlari mengejar mobil Arga yang sudah melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tasha merasakan jantungnya sekarang sudah terasa sesak bernafas setelah mengejar mobil Arga yang telah sudah sangat jauh itu, kini memberhentikan larinya dan menjongkokkan tubuhnya untuk mengatur kembali nafasnya.


"Apa si om tua itu tidak melihat aku tadi yang berjalan didepan mobilnya" dengan mata yang menatap kearah mobil yang sudah semakin menghilang itu dari pandangannya, kini Tasha menarik nafasnya yang sudah turun naik dan mengusap wajahnya frustasi karena waktu sudah menampakkan kegelapan.


Didalam mobil yang sedang dikemudikannya itu, Arga yang telah puas bermain-main dengan Tasha, kini dia membelokkan kembali string mobilnya dan kembali berputar arah menuju ketempat dimana Tasha yang sebelumnya sudah mengejar mobilnya itu.


Pandangan Arga yang telah menangkap seorang wanita yang terlihat dari raut wajah kekesalannya. Arga sambil tersenyum tipisnya menatap Tasha yang kini telah mendudukan tubuhnya dipinggiran jalan dan meluruskan kedua kakinya yang kini masih menatap kearah jalanan yang dilalui oleh pengendara yang berlalu lalang melewati dirinya.


"Masuk bocah tengil" panggilan suara Arga yang telah membuka lebar kaca jendela mobilnya dan memanggil Tasha yang masih didalam mobilnya.


Tasha yang masih terdiam ditempatnya, menatap sinis kearah Arga yang telah memasang kecurigaan padanya, seakan kejadian yang dialaminya ini adalah kejadian yang sengaja dibuat-buat oleh Arga.


Dengan tatapan yang telah berkunang-kunang karena dehidrasi dan lelahnya perjalanan kaki yang ditempuhnya, Tasha kini telah masuk kedalam mobil Arga dengan suara bantingan pintu mobil yang begitu kerasnya dan kemudian memasang seatbelt ditempat duduk sebelah Arga.


"Capek Nyonya ? Seperti yang sedang saya lihat, kini Anda lelah karena telah selesai dari berolahraga" uluran tangan Arga dengan sebotol minuman mineral yang diambilnya diatas dashboard mobil miliknya itu.


Wajah Tasha berubah setelah mendapat cibiran dari Arga yang seakan tau ini adalah akal-akalan Arga untuk mengerjainnya.


"Apa jangan-jangan ini ulah om yang sengaja membuat saya harus berjalan bermeter-meter jauhnya dari kantor saya hingga sampai disini" tebak Tasha pada Arga yang seakan membenarkan ucapannya dan membuka botol minum yang telah diberikan Arga padanya karena sudah merasakan dehidrasinya.


"Anda menuduh saya Nyonya, atas alasan apa?" Sindir Arga yang sambil tersenyum melihat raut cemberut wajah Tasha yang menggemaskan itu.

__ADS_1


Tasha yang sudah tidak ingin berdebat, menyandarkan kepalanya ke jok mobil dan menatap cahaya-cahaya lampu jalan dari sebalik kaca mobil itu dengan tangan yang sudah meraba perutnya.


"Om lapar" rengekan Tasha yang sudah merasakan cacing diperutnya telah berkonser, memilih meredam emosinya pada Arga yang sebenarnya masih merasakan sangat kesal dengan Arga dan akan membalas dendam ketika waktu yang tepat.


"Baik Nyonya Ratu" usap lembut Arga rambut Tasha dan diakhir usapannya Arga mengacak-acak rambut yang telah rapi sebelumnya itu.


Lirikan tajam mata Tasha dari sebalik ekor matanya menangkap wajah Arga yang sudah tertawa terbahak-bahak melihat wajah marah Tasha.


Tasha yang semakin mendekatkan dirinya pada Arga dengan tatapan marahnya, kini mendekatkan tangannya kearah perut Arga.


"Ampunn Natasha" suara Arga yang sudah memecah didalam mobil itu dan telah menaikan sebelah kakinya yang merasakan geli dibagian perutnya karena Tasha telah menggelitik tepat dibagian perut bidang Arga itu.


"Hahaha bagaimana Tuan Arga, apakah anda mau meminta ampun pada saya atas perbuatanmu Tuan" suara tawa Tasha kini kembali pecah setelah melihat wajah Arga yang telah memerah karena geli yang dirasakan nya.


"I-iya ampun Nyonya Arga, saya jera"


Dengan senyuman lebarnya kini Tasha puas atas lelahnya bersama dengan Arga, yang akhir-akhir ini hidupnya selalu berbeda ketika berada bersama dengan Arga.


*


Setelah Arga membawa Tasha ke mall terdekat untuk makan malam mereka, Arga yang merasakan kasian pada Tasha yang telah menahan rasa laparnya dan rasa lelahnya karena telah membuatnya berjalan begitu jauh.


"Makanlah yang banyak agar badan mu tidak kurus" perintah Arga yang sambil memasukkan makanannya kedalam mulutnya.


"Saya kurus cantik om, tidak seperti sekretaris om yang bohay tapi melebar" bibir Tasha yang sudah naik atas cibiran Arga padanya dan mengingat seseorang yang pernah dilihatnya ketika pertemuan meetting mereka beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


"Kamu cemburu dengan dia?" tatapan Arga yang hanya dibalas dengan bahu yang naikan sebelah oleh Tasha.


__ADS_2