
Sebelumnya ketika Tasha yang baru saja keluar dari kantornya, Tasha sudah diikuti oleh sebuah mobil Jeep Wrangler dan segerombolan orang-orang yang seperti para bodygoard. Tasha yang tidak ambil pusing tentang keberadaan mereka yang masih saja mengikutinya, berpikiran jika itu adalah para pengawal seseorang yang mungkin berada didalam mobil yang sama. Tidak lama ketika jalan sepi, mobil yang dikemudikan Tasha dan hanya ada dia sendirian yang berada disana dihadang oleh mobil yang telah mengikutinya. Tasha yang telah dihadang itu dan tidak ada pertolongan yang dapat membantunya, kini Tasha sudah dipindahkan kemobil yang telah menghadangnya dan kini telah membawanya kesalah satu tempat yang rasanya sangat jauh didalam perjalanan itu. Mata yang sudah tertutup dan tangan yang telah diikat sehingga membatasi geraknya.
*
"Buka pintunya siapa pun yang ada diluar" pukul Tasha pintu disalah satu tempat yang sangat gelap dengan pintu yang telah dikunci dari luar oleh seseorang.
"Aku mau keluar, tolong bukakan pintunya. Saya tidak mengenal kalian tolong bebaskan saya. Kalian salah orang untuk menyandra saya" jeritan Tasha yang begitu kencang namun begitu percuma karena ruangan yang sedang ditempati Tasha sekarang adalah ruangan kedap suara.
Tasha yang sudah merasakan sakit ditangannya semenjak pertama kali dia dibawa ketempat itu hingga sekarang dengan pukulan pintu dan pekikan yang dikeluarkannya sehingga suara yang sudah terdengar serak namun tidak ada satupun yang membukakan pintu itu
Tasha yang sudah tenaganya habis kini dia menduduk dilantai yang masih berada disamping pintu.
"Omm tolong saya, ma pa... Tasha takut ma, Tasha takut dengan orang-orang yang ada disini ma" rintihnya sambil memukul pintu itu dengan siku tangannya yang telah mememar.
"Om saya takut, om tolong bebaskan saya dari sini om" tangisan yang sedari tadi telah membasahi kedua pipinya, mengingat jika Arga tidak berada dikota ini.
Diluar ruangan tempat sandraan Tasha sekarang itu, dia tidak luput dari pengawal yang selalu bertugas menjaganya yang berada didalam ruangan itu.
__ADS_1
"Iya bos, sandraan sedang kami kurung didalam. Dan dia juga tidak tau tentang bos" panggilan yang terhubung dari seorang yang membayar mereka untuk berjaga-jaga memantau ruangan Tasha yang sedang ditahan itu.
"Kasi makan dia, mungkin dia belum ada makan malam ini" perintah dari suara seseorang lewat benda seluler dengan nada yang terdengar bahagia.
"Selamat bersenang-senang Natasha Shofia malam ini diruangan yang telah saya sediakan untuk mu" suara tawa seseorang diruangan tertutup itu kini lepas setelah sebelumnya seseorang itu telah mematikan ponselnya dengan orang-orang suruhannya.
"Tidurlah yang nyenyak malam ini sayang, besok kita akan bertemu kembali" senyuman sinisnya yang sudah mengembang terlihat dari kebahagiannya sekarang.
*
Setelah proses yang tidak begitu lama dengan orang-orang yang dikenal Joe di Negara itu, hanya dalam waktu setengah jam Joe telah bisa menyewa sebuah private jet dan membatalkan semua penerbangan yang telah tersewa itu.
Arga yang sudah gusar karena perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh dan akan memakan waktu yang begitu lama. Arga yang sampai sekarang belum mendapatkan informasi keberadaan Tasha dari orang-orang suruhannya dan belum bisa melacak orang-orang yang telah menculik Tasha saat ini.
Raut kecemasan dan pikiran yang sudah menerawang menampakkan kejelasan pada Arga yang telah gelisah dengan Tasha yang sampai sekarang belum mendapatkan kabar itu.
Joe tidak pernah melihat atasannya seperti ini, dengan membatalkan semua pekerjaan yang sedang dijalankannya dan harus kembali sebelum tepat waktunya. Ini adalah kali pertamanya semasa Joe mengenal Arga bosnya itu memiliki kekhawatiran terhadap seorang wanita terkecuali pada keluarganya. Joe sangat tau bagaimana sikap Arga kepada seorang wanita yang selalu silih berganti menggodanya dan mendekat dengannya tetapi tidak pernah Arga memberikan harapan pada siapapun dan Arga juga tau bagaimana dia akan bersikap kepada mereka, begitu banyak wanita yang menginginkannya untuk menjadi seorang istrinya atau hanya akan menemani untuk memuaskan Arga diatas ranjang, tapi Arga tidak pernah sekalipun terlirik dan atau tergoda atas setiap wanita yang mencoba mendekatinya dan hanya ingin menikmati tubuhnya.
__ADS_1
"Pak beristirahat lah pak. Saya lihat selama penerbangan kita, bapak hanya terdiam dan sudah sangat lelah" ucap Joe yang berada disamping Joe sambil memegang benda pipihnya.
"Joe kamu belum pernah merasakan dengan orang yang tepat yang telah bersamamu. Saya tidak bisa beristirahat jika saya belum tau keadaan istri saya sekarang" Arga kembali keingatannya beberapa minggu yang lalu ketika dia dan Tasha sudah mencairkan hati mereka masing-masing yang dengan keangkuhan namun saling memperhatikan satu sama lain itu.
*
Langit yang sudah berubah warna kini menampakkan cahaya dari atas udara yang ditumpangi Arga dan Joe assistennya itu. Selama penerbangan, Arga yang tidak bisa mengistirahatkan tubuhnya hanya memainkan ponsel yang sedang digenggamannya untuk melihat foto-foto Tasha yang disimpannya di dalam ponselnya itu, terakhir dia mengambil foto atasha yang berada disebuah bioskop dengan wajah takutnya membuat Arga tidak sadar elah menitikkan air matanya dari ujung sudut matanya. Perjalanan yang begitu jauh dan yang Arga rasakan semakin jauh dari biasanya dengan rasa yang masih gusar.
Helikopter yang telah disewa Joe sebelumnya telah mendarat dibandara yang ada dikota tempat tinggal mereka sekarang. Email dan juga pesan dari ponsel masing-masing Arga maupun juga Joe telah mengudara setelah mereka mendarat dibandara itu. Langkah besar Arga sudah terlihat jelas setelah turunnya dari armada besi yang menjadi kendaraannya kembali ke Indonesia.
"Pak, dari cctv yang terpantau dari jalan cendrawasih, mobil Nyonya Tasha telah diikuti oleh seseorang menggunakan sebuah mobil Jeep Wrangler dengan plat beridentitaskan atas nama Tuan Farhan Hendrawan pak" Arga menatap Joe yang masih berada disampingnya menuju mobil yang telah menunggu mereka. Sebelumnya dia juga membuka benda pipihnya untuk mendapatkan informasi keberadaan Tasha dari sang mertua.
"Farhan?" Arga yang memang tidak mengenal dan juga tidak mengetahui sosok Farhan merasa curiga dengan nama yang Joe tuturkan kini. Arga memang mengetahui cerita Tasha tapi dia tidak mengetahui nama dan siapa lelaki yang pernah bersama dengan Tasha sebelum dia mengenal wanitanya kini.
"Farhan adalah kekasih Nyonya Tasha sebelum bersama dengan bapak. Dia adalah Direktur perusahaan milik Tuan Martin yang diteruskan oleh menantunya yaitu Tuan Farhan"
Wajah amarah terlihat diraut wajah yang sudah menegas, tangan yang sudah mengepal kini menambahkan didihan dihati dan mempora-porandakan hati yang sudah tersulut emosi itu.
__ADS_1
"Lenyapkan siapa pun yang berani membuat Tasha sengsara dan berani mengusik kehidupannya" perintah Arga pada Joe dengan nafas yang tidak lagi beraturan.
'Kenapa kamu dulu tidak menyetujui tawaranku untuk menyengsarakannya Natasha' dengan manik yang sudah sendu mengingat Tasha yang pernah menangis didalam pelukannya setelah Tasha pertama kalinya kembali melihat Farhan setelah penghiatannya.