Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
46. Menghilang


__ADS_3

"Pak, saya mau bicara sedikit ada yang sangat serius" bisik Joe pada Arga yang masih dalam ruangan pertemuan mereka dengan para pembisnis-pembisnis dari penjuru Negara itu yang masih sedang berlanjut.


Joe tidak biasanya menyuruh Arga untuk berbicara masih dalam pertemuan jika tidak hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan nya itu.


Arga yang berada tepat disamping Joe kini melirik kearah Joe dan memberikan anggukan pada Joe sebagai isyarat persetujuan atas ajakan Joe padanya.


Arga keluar lebih dulu dari ruangan yang masih berlangsung itu dengan diikuti oleh Joe dari belakang Arga menuju keluar acara.


"Ada apa Joe, kenapa wajah mu sudah menegang begitu dan memikirkan sesuatu" ucap Arga pada Joe yang sudah berada diluar ruangan tempat pertemuan meeting mereka sebelumnya.


"Pak, Bapak tenang dulu, saya akan mulai satu-satu menjelaskannya" ucap Joe pada Arga atasannya itu.


"Jangan berbelit-belit, saya mau to the point. Jangan membuang-buang waktu saya Joe" perintah Arga yang sangat tegas itu pada Joe yang sangat dipercayainya.


Joe menarik nafasnya panjang, takut jika dia akan salah bicara atau salah dalam penuturan kata yang akan disampaikan nya membuat Arga akan semakin panik dan tersulut emosi.


"Pak, Nyonya Tasha sampai sekarang tidak pulang kekediaman bapak Erik dan-" belum sampai kalimat Joe selesai, Arga sudah memotong perkataan Joe dengan nafas yang sudah memburu.


"Apa? Apa yang terjadi dengannya Joe" pekik Arga dengan raut wajah yang sudah berubah dan nada tegasnya.


"Joe katakan apa yang terjadi pada istri saya" ulang Arga lagi dengan nafas yang sudah sesak mengingat Tasha yang beberapa hari belakang ini sebelum kepergiannya telah merubah sikapnya pada Arga dan memberikannya izin untuk pergi menjalankan pekerjaannya.

__ADS_1


"Pak, saya mendapatkan kabar dari Tuan Erik bahwa Nyonya Tasha sudah tidak berada dikantornya dan juga sampai sekarang belum juga sampai kekediaman Tuan Erik" ujar Joe pada Arga yang masih menenangkan Arga disana agar sang bos tidak terlalu panik.


"Sudah jam berada disana Joe?"


"Pukul 1 pagi hari pak" ujar Joe sambil melihat kearah arloji ditangannya.


Mata Arga membola bulat sempurna mendengarkan Tasha yang jam 1 pagi belum juga pulang kerumah mertuanya itu.


"Sebelumnya Nyonya Tasha berpesan pada Tuan Erik dan juga Nyonya Lita bahwa Nyonya Tasha akan lembur dan ada pekerjaan yang harus diselesaikan nya. Tapi setelah dilacak kekantornya dan dilihat melalui cctv bahwa Nyonya Tasha sudah keluar dari kantor pukul 8 malam pak"


"Kerahkan seluruh orang-orang kita untuk mencari Tasha Joe secepatnya. Jangan ada yang berani menyentuhnya ataupun menyakitinya, kamu harus pastikan itu Joe" tegas Arga dengan wajah yang sudah memerah dan rahang yang sudah terlihat menegang.


Arga mengambil benda pipih didalam kantong celana dan segera menghubungi seseorang dibalik ponsel genggamnya itu.


"Erina tolong kamu atur seluruh dokumen-dokumen saya yang berada disini, karena saya ingin pulang malam ini juga" tegas Arga dibalik benda pipihnya itu yang sedang melakukan panggilan dengan sekretarisnya.


"Tapi pak, jadwal pertemuan bapak di Italia belum selesai dan seharusnya selesai satu minggu lagi dan harusnya satu minggu lagi bapak baru boleh kembali ketanah air pak" ujar Erina yang menahan sang atasan untuk membatalkan semua yang masih dalam proses penyelenggaraan itu.


"Saya tau itu. Tapi saya mau pulang sekarang juga. Jika kamu menghalangi kepulangan saya, berarti kamu siap atas konsekuensi yang saya berikan pada mu Erina yaitu sebuah pengunduran diri dan pemecatanmu tanpa hormat" suara tegas Arga dengan nada yang sudah tinggi telah mengudara diruangan itu tanpa disadarinya orang-orang yang sedari tadi berlewatan diantara dia dan juga Joe melihat kearah mereka.


"Pers***n dengan ini semua" pekiknya sambil menegaskan rahangnya dan mengempalkan kedua tangannya. Begitu juga dengan nafas yang seperti mendapatkan benda tajam menusuk kejantungnya.

__ADS_1


"Joe persiapkan semua keberangkatan kita malam ini secepatnya, kamu sewa private jet yang ada di Negara ini. Saya harus pulang malam ini juga" ucap Arga yang telah terduduk dibangku yang berada diruangan itu dan mengusap wajahnya yang sudah frustasi ketika mendengar kehilangan Tasha.


*


Ditempat lain Erik dan juga Lita yang telah mencari keberadaan Tasha sekarang sudah sangat pusing karena Tasha tidak dapat lagi dihubungi dan cctv yang ada dimobil Tasha juga sudah kehilangan jejak.


Semenjak kabar Tasha yang tidak tiba kekediamannya, Erik telah mengerahkan seluruh orang-orang suruhannya juga telah mencari Tasha dari tempat yang dilaluinya sampai ketempat-tempat umum yang mungkin akan menemukan jejaknya. Namun tidak ada satupun yang berhasil menemukan Tasha yang sudah menghilang itu.


"Pa bagaimana ini pa, dimana Tasha pa. Tolong suruh semua anak-anak buah dari papa itu untuk segera menemukan Tasha pa. Bagaimana pun Tasha harus pulang malam ini juga pa" pekik Lita yang sudah histeris ketika pertama kali mendengar kehilangan Tasha yang tidak kunjung kembali lagi kekediamannya.


Sang adik Dewi yang juga telah sampai kerumah orang tuanya bersama dengan suaminya Riko datang sejak sang papa mengabarkan kehilangan Tasha kakak nya itu.


Bukan hanya Erik yang mengerahkan para suruhannya untuk mencari keberadaan Tasha yang sedang berada dimana sekarang, tapi Riko sang menantunya juga telah menyuruh orang-orang suruhannya juga untuk membantu dalam pencarian sang kakak ipar.


"Ma, ayo kita kekamar ma, mama harus tidur dulu, ini sudah sangat larut malam ma. Mama juga harus menjaga kesehatan mama" dengan nada yang sangat lembut Dewi mengusap punggung sang mama untuk memujuknya agar mau beristirahat.


"Dewi bagaimana mama bisa tidur kalau sampai sekarang mama tidak tau kabar kakak mu nak. Bagaimana keadaannya sekarang? Dia ada dimana dan apakah dia sedang berada ditempat yang aman dan dikelilingi oleh orang-orang yang baik yang ditemuinya nak. Hikkkss" dengan wajah Lita yang sudah sembab dan air mata yang terus-menerus mengalir dikedua pipinya.


"Ma, kakak pasti akan baik-baik saja ma. Sejauh ini kakak tidak mempunyai musuh dan mama percaya kakak adalah orang baik, dan pasti akan dijaga dan dilindungi ma. Ma ayo lah ma, mama harus beristirahat dulu" rayu Dewi sang mama yang masih bersikeras tidak ingin tidur untuk menunggu kepulangan Tasha dengan selamat.


"Kenapa kehidupan Tasha penuh dengan kesedihan Ya Allah. Apa salahnya sehingga tidak ada habis-habisnya Engkau menghukum dia seperti ini Ya Rob. Tasha putri mama, doa-doa mama akan selalu mama panjatkan demi keselamatan mu nak" nada yang sudah terdengar lirih, tubuh yang telah melemah kini Lita tidak bisa membayangkan putrinya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2