Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
59. Pemecatan


__ADS_3

Ditempat kerja Tasha yang masih disibukkan dengan para pengunjung yang datang silih berganti dijam makan siang, rumah makan Tasha ini adalah bersebelahan dengan sebuah pabrik yang berada dikota ini, sehingga para pekerja tidak jarang jika jam makan siang mereka, mereka pergi makan diluar dari kantin yang berada dipabrik itu.


"Permisi, ini Tuan makanannya" suguhkan Tasha pesanan makanan yang dibawanya untuk pelanggannya itu.


"Tasha" mata yang membulat ketika melihat kehadiran Tasha yang membawakan pesanannya itu ditempat duduk yang dipilihnya.


Tasha sudah merasakan detak jantung yang sudah berdetak kencang, ketika namanya disebut oleh suara seorang lelaki yang masih meletakkan makanan itu.


Tasha yang juga shock ada yang mengenalnya ditempat yang rasanya sudah sangat jauh dan memilih tempat yang dirasanya tidak ada satu orang pun yang mengenalnya, kini matanya mengarahkan pandangannya pada seorang yang memanggil namanya itu.


Jantung yang rasanya ingin lepas dari penyanggahnya kini menatap Denis sang sahabat semasa kuliahnya dulu juga berada ditempat yang sama dengannya setelah dia tidak lagi melihat Denis dikota yang mereka tempati sebelumnya. Dan sebelumnya dulu juga nomor yang biasa Tasha hubungi untuk menanyakan kabar Denis pada waktu itu juga tidak dapat dihubungi sehingga mereka lost contact.


Dengan berusaha ketenangan yang Tasha ciptakan, dia menatap kearah Denis yang masih menatapnya dengan tatapan yang juga tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan Tasha ditempat ini.


"Maaf Tuan, anda berbicara dengan saya?" ucap Tasha yang bertanya pada Denis dengan menundukkan wajahnya seperti memberi hormat pada pelanggannya itu.


"Sha, kenapa kamu berada disini?" sambung Denis yang sudah menampakkan rasa emosi karena kenapa Tasha yang sangat dikenalnya mempunyai orang tua yang seorang pengusaha yang juga cukup terkenal dan istri dari seorang pembisnis yang tidak diragukan lagi kekayaannya bisa sampai bekerja ditempat ini dengan keadaan yang sangat berbeda dengan Tasha yang pernah dikenalnya dulu.


Begitu juga dengan rasa rindunya kepada sahabatnya dan juga sampai sekarang dia masih merasakan rasa yang sama sebelum dia juga meninggalkan kota yang telah membesarkan namanya itu walaupun dia hanyalah sebagai seorang karyawan disana dan tidak memiliki sebuah perusahaan.


Denis yang waktu itu ketika terakhir melihat Tasha yang bersanding dengan Arga sang pengusaha sukses di stage wedding menampakkan raut kesedihannya melihat sahabat yang dengan rasa lebih dari sahabat itu, dia tidak menyangka pada akhirnya dia tidak akan pernah bersama dengan sahabatnya itu walaupun sampai sekarang Tasha tidak mengetahui perasaannya sampai saat ini. Denis yang datang hanya melihat dari kejauh diacara itu, Tasha yang tidak melihat kehadirannya dengan kesibukannya menyambut para tamu undangan yang memberikan selamat kepada Tasha dan Arga membuat dia tidak tahan untuk berlama-lama ditempat itu pada saat dunianya serasa berhenti berputar.


Setelah hari dimana Tasha sudah menjadi istri orang, Denis mengundurkan dirinya dari perusahan yang masih mempertahankan Denis karena kualitas kinerja Denis yang sangat dibutuhkan oleh perusahaannya pada waktu itu. Namun dengan tekat Denis yang sudah membulat, dia tetap akan mengajukan pengunduran dirinya dan menjauh dari semua hal yang dia takut jika sewaktu-waktu dia akan bertemu dengan Tasha lagi.


Ketika setelah tiga bulan dia menetap dikota ini, namun dia juga harus dipertemukan kembali pada seseorang yang ingin dilupakannya, yang menjadi alasannya pindah kekota ini dan bekerja disebuah pabrik yang jauh dari perusahaan sebelum yang dia jalani.


"Maaf Tuan, anda salah orang" ucap Tasha yang akan berlalu pergi meninggalkan Denis dengan sajian makanan yang telah diletakkannya itu.

__ADS_1


Denis berkerut didahinya, dia tidak percaya dengan penuturan wanita itu, jika yang sedang dihadapannya ini bukanlah Tasha yang dikenalnya.


'Bukan Tasha? Tidak mungkin ada seseorang yang sangat mirip dengannya' batin Denis yang masih menatap Tasha sejak pertama kali dia melihat Tasha.


"Maaf kamu terlalu mirip dengan seseorang" penuturan Denis yang masih bertanya-tanya tentang wanita itu.


Tasha tidak lagi ingin berlama-lama dengan Denis, dia takut jika identitasnya akan terbongkar dan Arga juga akan mengetahui keberadaannya sekarang ini.


Denis yang melihat kegelisahan Tasha yang ingin pergi itu kini memanggilnya kembali.


"Kamu orang baru disini? Saya baru pertama kali ini melihat mu" ucap Denis pada Tasha yang sebelumnya Tasha juga telah membalikkan tubuhnya untuk pergi.


Tasha hanya terdiam ditempatnya, jika dia tidak menjawab pertanyaan dari Denis, Denis akan semakin curiga dengannya dan akan mencari tau tentangnya. Tasha kini membalikkan tubuhkan kembali dan menghadap kearah Denis.


"Maaf Tuan, saya baru bekerja dirumah makan ini dan saya juga seorang perantau yang baru tinggal di kota ini Tuan" penuturan Tasha untuk menyakinkan Denis tentang ucapannya.


"Anak perantau?" Ulang Denis yang ingin mencari tau siapa sebenarnya perempuan ini.


*


Erina yang telah masuk kedalam ruangan Arga dengan membawakan segelas kopi untuk atasannya itu tanpa disuruh oleh Arga bertingkah seolah Erina peduli dengan bos nya itu.


"Pak, minum dulu kopinya pak" ucap Erina dengan meletakkan kopi itu keatas meja Arga.


Arga yang masih sibuk dengan benda pipihnya masih memantau keberadaan Tasha dari orang-orang bayarannya tidak mendengarkan Erina yang telah masuk kedalam ruangannya.


'Bagaimana lagi aku harus mengambil hatimu Tuan Arga' batin Erina sambil menatap kearah Arga yang sebelumnya dia juga telah memoles kembali makeup diwajahnya.

__ADS_1


"Pak" ulang Erina kembali pada Arga yang tidak mengindahkannya itu.


Dengan terkejutnya Arga yang selalu mendapati Erina masuk kedalam ruangannya tanpa diundangnya itu membuat kekesalannya dan menambah kejengahannya terhadap sekretarisnya itu.


"Ada apa lagi Erina, kamu bisa masuk ketuk dulu pintu saya, tidak sembarangan masuk kedalam ruangan saya" pekikan tegas Arga yang sudah muak dengan kelakuan Erina yang semakin menjadi-jadi.


"Maaf pak, saya tadi sudah ketuk pintu bapak, tapi bapak tidak mendengarkannya"


"Lalu kamu mau apa kesini"


"Saya hanya mengantarkan kopi untuk bapak" sambil menunduk Erina yang sudah takut akan kemarahan atasannya itu.


"Saya tidak butuh kopi. Jika pun saya mau, itu bukan menjadi tugas mu" tunjuk Arga kearah pintu ruangannya mengisyaratkan sekretarisnya itu keluar dari ruangannya.


Setelah Erina keluar dari ruangannya, Joe yang juga telah sampai dikantor Arga kini memasuki ruangan sang bos yang telah menunggunya itu.


"Joe bagaimana, apakah taxi yang tertangkap cctv yang ada dilobby appartement itu telah menemukan jalan terang dimana keberadaan Tasha" ucap Arga yang telah mempersilahkan assistentnya itu untuk duduk.


"Taxi yang telah membawa Nyonya Tasha itu mengantarkannya sampai ke Terminal dan sampai sekarang belum tau arah tujuan Nonya Tasha Tuan. Karena Nyonya meninggalkan semua identitasnya" penuturan Joe yang telah menyelidiki keberadaan Tasha hingga sampai sekarang ini.


"Secepatnya temukan keberadaan istri saya Joe" penekanan Arga pada Joe dengan mata yang sudah terlihat sembab karena tidak lagi tidur dengan lelapnya setelah kepergian Tasha.


"Baik Tuan" ucap Joe yang ingin meninggalkan ruangan Arga.


"Joe, satu lagi tugasmu saya perintahkan untuk membuat surat pengunduran diri yang ditujukan pada sekretaris saya Erina" ucap Arga tegas yang sudah tidak ingin lagi melihat keberadaan Erina didalam kantornya ini yang selalu mengganggu privasinya.


"Keputusan yang tepat Tuan" dengan raut wajah sumbringahnya Joe, akhirnya Arga memecat Erina yang dia tau jika Erina telah merencanakan sebuah rencana untuk menaklukkan bos nya itu.

__ADS_1


Joe yang telah melirik kearah kopi yang dibawa Erina tadi yang masih terletak diatas meja Arga sang atasannya itu.


"Minumlah kopi itu Tuan, karena kopi ini telah aman karena saya sudah menggantinya menjadi kopi yang biasa Tuan minum, sebelumnya kopi yang dibuatkan oleh Erina telah dicampurkannya dengan obat perangsang" penjelasan Joe pada Arga yang membuat Arga semangkin murka dan terperangah dengan kelakuan keterlaluan sekretarisnya itu.


__ADS_2