
Tasha yang masih membantu Arga untuk menghilangkan rasa perih diwajah sang suaminya itu, menatap kearah pintu karena bunyi bel yang sudah mengudara diruangan appartement mereka.
Tasha dan Arga saling berpandangan, sejak mereka menikah dan tinggal bersama disana, tidak pernah ada satu tamu pun yang datang kekediaman yang mereka tempati sekarang ini. Begitu juga dengan Joe, setelah Tasha berada di appartement milik bosnya itu, Joe sudah tidak pernah lagi terlihat keluar masuk kedalam tempat tinggal sang bos.
Arga yang merasakan sebuah penasaran nya, kini meraih benda pipihnya yang berada diatas meja sofa didepannya untuk mencek cctv yang berada didepan pintu masuk appartement miliknya itu.
"Kenapa datang sepagi ini" gerutunya sambil melihat benda yang sudah menampakkan seorang wanita yang tidak lagi muda yaitu Herni sang ibu.
Tasha yang menatap Arga yang sedang melihat benda digenggamannya, kini juga merasakan penasaran dengan seseorang yang sekarang menjadi tamu mereka yang masih berada diluar.
"Apa? Mama Herni" bola mata Tasha membulat mengarahkan pandangannya kinin menatap ke arah pintu yang tidak hentinya mengudarakan suara bel nya.
Tasha langsung bangun dan mondar-mandir kearah pintu namun kembali lagi ketempat Arga sambil menggigit kuku pendeknya.
"Om bantu saya mengemasi barang-barang saya" tarik Tasha lengan Arga yang masih terduduk itu.
Arga yang masih tenang menangkap wajah kekhawatiran Tasha yang menurutnya sangatlah berlebihan.
"Tenang saja, mama tidak akan lama berada disini" ucap Arga sambil mengayunkan langkahnya berjalan mendekat pada pintu yang sudah berdiri seorang ibu diluar sana.
Tasha langsung berlari mendekat pada Arga yang sudah ingin membuka pintu appartement itu.
"Om, kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya pada kita. Jadi untuk mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi, lebih baik kita pindahin semua barang saya kekamar om" Tasha yang masih memegang tangan Arga yang sudah siap akan membuka pintu itu.
Arga dengan malasnya akhirnya mengikuti perintah Tasha untuk menuruti permintaan dari Tasha. Dia juga tau bagaimana dengan sikap mama nya jika berada di apartement miliknya yang tidak ingin berlama-lama dan hanya berada diruang tamu ruangan appartementnya saja, tidak pernah masuk kedalam kamar atau pun untuk menginap disana.
Arga yang sebelumnya memberikan kode masuk akses ke Herni ibunya itu tapi setelah Tasha berada di appartement miliknya, dia telah mengganti kode itu. Dia takut jika sewaktu-waktu ibunya datang ke appartement miliknya tanpa sepengetahuannya dan melihat mereka berada ditempat tidur yang berpisah.
__ADS_1
"Om lama banget sih jalannya. Berlari om, kasian mama terlalu lama nunggu diluar sana. Begitu kali ya kalau sudah tua, gak bisa jalan cepatan dikit" Tasha yang sudah berlari kearah kamar miliknya mengomel setelah melihat Arga dibelakangnya yang masih tetap berjalan dengan langkah santainya.
Suara deringan panggilan sang mama pada Arga tidak lagi didengar oleh mereka yang sudah berada dikamar Tasha yang membuat sang mama berpikiran jika mereka masih tidur dihari weekend ini.
Tasha mengeluarkan semua isi yang ada didalam lemari dan memasukkan pakaian-pakaiannya kembali kedalam koper yang telah dipersiapkan Arga sebelumnya itu untuk barang-barang Tasha.
Arga yang hanya duduk dipinggiran ranjang itu menatap Tasha yang sudah terlihat sangat pucat dan sibuk setelah kedatang sang mamanya.
"Sudah selesai om, tolong koper ini bawa ke kamar om ya" perintah Tasha yang telah menutup kembali kopernya.
Tasha mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan kamarnya, dia takut jika meninggalkan jejak dan sang mertua akan mengetahui jika mereka tidak berada satu ranjang.
Tasha berjalan keluar kamarnya dengan menenteng tas-tas makeup nya ditangannya yang sudah sampai disamping sofa, kini memundurkan kembali langkahnya untuk kearah kamar mandi yang biasa dipakainya disana.
Tasha yang teringat tentang perbuatan yang dilakukannya sebelumnya dengan Arga sebuah sabun yang dipakai Arga, kini telah dia buang kedalam tong sampah dan berlari kembali kekamar Arga.
"Sudah rapi" sambil merapikan sedikit rambut Tasha yang berantakan kini Arga melanjutkan langkahnya meninggalkan Tasha.
"Om, masih perih?" Tahan Tasha lengan Arga dan mengusap pada pipi Arga yang sudah tidak semerah tadi.
Arga tidak mengindahkan Tasha lagi, dia melanjutkan langkahnya untuk membawa mamanya masuk yang sudah menunggu lama disana.
Tasha kini berlari kecil mengejar Arga yang telah tertinggal untuk menyambut sang ibu mertuanya juga didepan sana.
"Mama" senyuman sumbringah Tasha yang telah menyambut kedatangan sang mertua.
"Tasha, mama merindukan mu" peluk Herni pada menantunya itu masih berada didepan pintu masuk.
__ADS_1
Setelah Tasha membawa mama mertua masuk dengan Arga yang sebelumnya juga telah menyalami sang ibu, kini dia kembali untuk kedapur mempersiapkan makanan siang mereka.
"Mama kita makan yuk" sahut Tasha yang mendekat pada Herni disofa yang telah didudukinya itu sejak kedatangannya.
"Kalian belum makan siang Tasha?"
"Tadi Tasha baru selesai masak ma. Jadi kebetulan mama datang. Ayok ma cicipin makanan masakan Tasha" bawa Tasha sang mertua ke meja makan yang tidak jauh dari sofa itu.
"Tasha tidak menyangka kalau mama mau berkunjung. Kenapa tidak memberitahu sebelumnya ma, kalau Tasha tau pasti Tasha juga akan lebih semangat masaknya karena kedatangan ibu mertua" godanya pada Herni yang telah didorongkan Tasha kursi Herni yang akan didudukinya.
Arga yang menatap kearah sang mama dan Tasha yang sudah duduk dimeja makan sambil menerbitkan senyumam diwajahnya.
"Hemm asik sekali mantu dan mertua ngobrol nya" Arga yang juga bergabung diantara mereka, kini mendorong kursi disebelah tempat duduk Tasha.
Tangan Tasha yang masih mengambilkan makanan untuk sang mertua menatap kearah Arga yang juga telah memberikan piringnya ke Tasha untuk diisikan juga makanannya.
Tatapan Tasha yang melihat kearah piring Arga yang sudah didepannya kini, dia juga mengambilkan masakannya itu kepiring yang telah disediakan Arga untuk disajikan seperti ibu mertunya itu.
"Sayang, kamu ternyata pintar masak ya" ucap Herni pada Tasha yang masih menyuapkan sendok kedalam mulutnya.
"Mama tidak tau, Natasha ini sangat jago masaknya ma. Semenjak kami menikah, Natasha selalu masakin aku ma" sambung Arga yang masih melahap makanan yang ada didepannya.
Tidak dipungkiri, Arga yang telah menyantap masakan yang telah disediakan Tasha itu, dengan rasa yang sangat cocok dilidahnya membuat dia sangat lahap dijam makan siangnya itu.
Tasha membolakan mata nya menatap kearah Arga. Bagaimana Arga tau jika dia sebenarnya tidaklah terlalu pandai dalam memasak seperti yang diutarakannya kepada ibunya.
'Ya Tuhan, bencana jika om tua ini berucap seperti itu pada mama' batinnya sambil menatap kearah Arga yang telah membulatkan kedua matanya.
__ADS_1
"Om suami, aku tidak pandai masak selain makanan yang mudah. Tolong jangan berucap yang aneh-aneh" bisik Tasha pada Arga yang berada disebelahnya sambil melirik kearah sang mertua yang sedang menikmati masakannya.