Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
18. Ingin Bermain-main


__ADS_3

Erik yang dari mulai awal acara sampai sekarang tidak hentinya menyambut para tamu undangan yang datang silih berganti untuk memberikan ucapan selamat pada Arga dan juga Tasha, mulai dari rekan kerja nya yang berada didalam Negeri maupun kolega-kolega yang diluar Negeri hadir keacara pernikahan putri nya yang terus berdatangan. Ini adalah acara pernikahan putrinya yang terakhir yang akan diadakan nya. Begitu juga Lita walaupun dia hanya seorang ibu yang tidak berkarir tapi dia juga mengundang para teman arisannya dan juga mengundang orang yang bekerja di yayasan yang sering dikunjungi nya bahkan tak lupa juga dia mengundang para anak-anak yatim sebelum acara untuk melakukan suatu pengajian sebelumnya bersama mereka.


Begitu juga dengan Arga, dia juga mengundang para rekan-rekan kerja nya dan para kolega-kolega nya untuk datang keacara pernikahan nya dengan Tasha yang sekarang menjadi istrinya. Arga yang berencana selain acara resepsi yang diadakan dirumah Tasha, Arga juga ingin mengadakan sebuah acara di hotel yang mengundang rekan-rekan kerjanya. Tetapi keluarga tidak setuju tentang hal yang direncanakan Arga itu.


Tidak lama suara seorang wanita yang sedang naik ke wedding stage mengudara disana.


"Hemmm selamat atas pernikahan tuan ratu Natasha Shofia" peluk kedua teman kampus nya Riska dan Keyla yang datang bersamaan.


"Terimakasih, kalian sudah datang. Aku merindukan kalian termasuk Keyla yang sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu"


"Wah jodoh gak ada yang tau ya kan Sha. pacaran dengan siapa, nikahnya malah dengan siapa" sambil menatap Arga yang berada disebelah Tasha.


Riska menyenggol Keyla. "Udah ah Key, masa lalu jangan diungkit-ungkit lagi" sambung Riska pada Keyla.


"Oh iya Riska, maafkan aku tidak hadir diacara pernikahan mu" Tasha yang sudah tidak mau lagi mengulang kisahnya dengan Farhan mengalihkan pembicaraan mereka.


"Iya gak masalah Sha. Aku senang dengan kamu yang sekarang. Bisa melewati masa-masa sulit mu"


"Kamu tidak membawa suami mu Riska" Tasha sambil mencari-cari keberadaan suami Riska temannya itu.


"Kamu cari apa. Dia sedang diluar kota ada proyek"


"Oh ya. Wah padahal aku mau kenal dengan dia Ris dan minta maaf juga karna tidak hadir"


Tasha mengingat jika Denis juga tidak datang keacara pernikahannya. Padahal undangan sudah sampai ke kantor nya dan dia menghubungi juga tidak bisa seperti menghilang. "Oh iya, kalian tau keberadaan Denis? kenapa gak kalian ajak dia. Aku sudah lama tidak bisa menghubungi nya, setelah terakhir kali aku bilang kalau sudah lamaran"


Manik Riska dan Keyla bertemu, sebenarnya mereka tau jika Denis tidak hadir kepernikahan Tasha karena dia tidak sanggup melihat Tasha yang sudah bersanding dengan pria lain sedangkan perasaan nya selama ini tidak terbalaskan.


*

__ADS_1


Prosesi resepsi pernikahan Arga dan Tasha sudah selesai. Ini sudah menunjukkan pukul 1 pagi setelah keluarga Arga dan keluarga besar dari orang tua Tasha yang juga ikut pulang, dan mereka baru saja masuk kedalam kamar milik Tasha.


Arga yang baru saja masuk ke kamar setelah ditinggal Tasha yang lebih dulu pergi kekamar miliknya terkesiap melihat Tasha yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang memperlihatkan d**a terbuka dan panjang handuk yang hanya diatas lututnya.


Tasha yang begitu kaget nya melupakan jika kamar nya sekarang sudah ada penghuni baru pun berlari masuk lagi kekamar mandi.


"Om keluar dulu dari kamar, saya mau pakai baju" teriak Tasha dari dalam kamar mandi yang sedikit dibukakan pintunya agar suara nya terdengar keluar.


Arga tidak mengindahkan itu, dia terus masuk dan menjatuhkan dirinya ke ranjang.


"Saya tidak peduli, saya capek. Cepat keluar dari kamar mandi. Kamu pikir kamu saja yang mau mandi, saya juga gerah" penuturan tegas Arga pada Tasha yang masih bersembunyi disana.


Tasha yang sudah setengah jam berada dikamar mandi itu mulai matanya sudah mengantuk dan lelah seharian menjadi pusat perhatian para tamu undangan mereka.


"Hey bocah tengil, masih bernyawa kah kamu didalam sana ?" pukul Arga pintu kamar mandi yang masih terkunci dari dalam.


"Om bisa minta tolong, jika om tidak mau keluar, tapi bisakah mata om tutup agar tidak melihat saya" Tasha masih canggung karena ini adalah kali pertamanya dia tidak memakai baju dihadapan lelaki walaupun memakai handuk.


"Kamu mengatur hidup saya" tatap Arga pada Tasha yang seolah menentang.


Tasha semakin takut dengan tatapan tajam Arga. Dia takut akan terjadi apa-apa pada dirinya malam ini. Apalagi mereka sudah sah dan sebenarnya itu adalah hal yang wajar dimalam pertama dilakukan pengantin baru yang baru saja menikah. Tapi tidak dengan pernikahan Arga dan Tasha. Tasha menakutkan hal itu akan terjadi padanya.


Tasha menggeliat mengingat hal itu. 'Ih membayangkan nya saja aku serem, apa lagi melakukan nya' Tasha langsung memalingkan wajahnya.


Tasha memberanikan diri nya untuk keluar dari kamar mandi, dengan dekatnya dia berpas-pasan dengan Arga, Tasha terus melihat kedepan agar tidak terlihat canggung oleh Arga.


Setelah selesai berpakaian Tasha yang memakai sebuah piyama bewarna merah mudanya mulai menaiki ranjang dan merebahkan dirinya.


Tidak lama dari mandinya Arga yang sudah selesai keluar dengan aroma segar yang tercipta dari sabun yang digunakan nya milik Tasha menambah kesegaran di wajahnya.

__ADS_1


Arga melangkahkan kakinya mendekat pada ranjang yang sudah lebih dulu Tasha tiduri disitu. Tasha yang baru saja mulai memejamkan matanya merasakan seseorang menaiki ranjang.


"Om mau apa" seketika Tasha bangkit dari tidur dan memeluk selimut yang sudah menyelimuti dirinya sebelum ia tertidur.


Arga tidak mengindahkan Tasha lagi, dia mulai menjatuhkan diri nya disana.


"Om tidur disofa sana" tunjuk Tasha sofa yang berada didalam kamarnya yang sudah disediakan nya sebuah bantal disana.


"Kamu saja tidur disana. Saya mau tidur disini" tariknya selimut yang dipegang Tasha.


"Om apa-apaan sih. Om disini hanya tamu. Jadi jangan belagak jadi tuan rumah disini" tatap tajam Tasha pada Arga.


"Saya sudah menjadi tuan rumah disini Nyonya Arga Reywinston"


"Om, saya tidak peduli om sekarang sudah menjadi menantu Tuan Erik, tapi saya mohon ini adalah kamar pribadi saya. Jadi saya bisa mengatur siapa saja yang boleh tidur disini" Tasha sudah tersulut emosi karena Arga tidak mau mengindahkan ucapan nya.


"Kalau kamu tidak mau tidur disamping saya, kamu saja yang tidur disofa" Arga mulai membalikkan tubuhnya membelakangi Tasha.


"Kurang a**r sekali ini om-om tua. Awas saja" tatapan Tasha yang sudah menuju kearah bopong Arga yang memiliki rencana licik.


Brukkkkkkkkk


Suara jatuhan tubuh dengan tendangan kuat yang Tasha ciptakan sudah mengudara diruangan kamar itu. Dengan senyuman bahagianya Tasha melihat Arga yang sudah tersungkur dibawah ranjang miliknya.


"Aduh sakit bocah tengil" Arga yang sudah terjatuh kelantai karena tunjangan kaki Tasha menatap tajam-tajam wajahnya. "Kamu ini ya"


Rahang tegas Arga sudah terlihat, dia mulai bangkit dari tempat dimana dia terjatuh karena Tasha.


"Kamu mau main-main dengan saya bocah tengil" Arga mendekatkan dirinya kembali pada Tasha dan hanya menyisakan beberapa centi saja untuk mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2