Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
57. Jalan Terbaik


__ADS_3

"Tasha, Dewi mama dan papa pergi ya" kecup Lita kening kedua putrinya bergantian.


Tasha dan Dewi yang akan ditinggal lama dengan kedua orang tua mereka itu, tidak peduli dengan tangisan mereka dihadapan suami mereka masing-masing yang sedang memeluk Lita untuk melepas kepergian sang orang tua yang sangat lama untuk bertemu kembali.


"Ma, nanti mama tidak ada diwaktu persalinan Dewi!" nada lirih Dewi menatap wajah sang ibu yang juga sedih akan meninggalkan jauh Tasha dan Dewi dan tidak bisa menemani sang putri bungsunya dalam proses persalinannya.


"Maaf kan mama sayang" Lita mengelus punggung Dewi yang masih memeluknya itu, dia merasakan suatu yang teramat berat tidak bisa melihat sang cucu untuk pertama kalinya lahir kedunia ini.


Tidak berlangsung lama karena waktu yang mengharuskan mereka untuk segera berangkat, Erik dan Lita telah meninggalkan kediaman mereka menuju kebandara sebuah kendaraan besi yang akan mengantarkan mereka kesuatu Negara yang akan mereka tempati beberapa bulan kedepan.


Setelah kepergian orang tua Tasha, kini Arga dan Tasha lebih dulu berangkat daripada Riko dan Dewi untuk meninggalkan kediaman sang orang tua yang akan pergi bekerja dan kekantor mereka masing-masing. Tasha yang diantar langsung sampai kekantornya oleh Arga, membuat Tasha merasakan yang sudah lama sekali tidak dirasakannya.


"Terimaksih om" ucap Tasha yang sudah melepas seatbelt yang dikenakannya itu.


Arga yang mencoba untuk melupakan masalah diantara mereka, namun dia belum bisa untuk berbicara dan menatap lama wajah Tasha yang masih terbayang-bayang dipeluk matanya.


"Om, nanti bisa jeput saya pulangkan?" lirik Tasha yang masih berada didalam mobil Arga.


"Saya sangat sibuk. Joe yang akan menjemputmu" masih menatap kearah luar kaca mobilnya, Arga yang sebenarnya sakit mengucapkan perkataan itu pada sang istri, namun dia juga sakit jika harus berpura-pura untuk melupakan kejadian yang perlahan ingin dikuburnya.


"Baik" Tasha yang mendengar ucapan Arga membuat hatinya seketika hancur kembali ketika memang sang suami tidak lagi berniat untuk bersama dengannya lagi.


Tasha yang sudah jengah berada berlama-lama dimobil Arga dengan mata yang telah berkaca-kaca mencoba menahannya kini dia menuruni mobil sang suami.

__ADS_1


"Om, untuk apa kita bersama jika aku sudah tidak lagi bisa memiliki hatimu" gumam Tasha yang melangkahkan kakinya memasuki kantornya.


*


Waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja, Tasha yang telah menargetkan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya kini bergegas membereskan barang-barang miliknya.


"Lin, tunggu gue ya" panggil Tasha dibalik ruang kerjanya yang bersekat kaca-kaca mengintip kearah Linda.


Tasha berlari mengejar Linda yang lebih dulu keluar dari ruangan kantor mereka itu.


"Elu pulang sama siapa Sha?" Tanya Linda sahabatnya itu yang dia juga tidak mengetahui problem yang sedang terjadi antara Tasha dan Arga.


Linda hanya mengetahui jika Arga sangat sibuk sepulang pekerjaannya di Italia yang ditinggalkan karena ingin menyelamatkan Tasha dari penculikkan Farhan sehingga sekarang ini dia jarang sekali melihat Arga yang mengantar jemput sahabatnya itu.


"Lin, terimakasih ya sudah ingin menemaniku dimasa-masa sulit ku saat dunia seakan berhenti, kamu yang selalu ada menerima kesedihan ku" ucap Tasha yang akan meninggalkan semuanya.


"Biasa aja Sha. Sekarang kan elu sama mas suami telah bahagia"


'Lin, aku pasti akan merindukanmu' batin Tasha yang memeluk tubuh sahabatnya itu, karena ini mungkin adalah pelukan terakhir kalinya atas jasa-jasa Linda yang selalu ada dan menemaninya ketika dia terpuruk.


"Lin, aku dulu ya. Assisten mas Arga sudah datang menjemput" tunjuk Tasha kearah Joe yang telah berdiri didepan lobby kantor mereka.


"Oh iya lin, elu mau diantar sekalian ke kos?" ajak Tasha yang sudah menarik lengan Linda menuju kearah mobil itu.

__ADS_1


Linda menolak ajakan Tasha, karena dia merasa tidak enak dengan Joe yang baru dikenalnya dan itu adalah assisten suami Tasha yang bertugas menjemput istri bosnya.


"Enggak deh Sha. Hati-hati elu ya. Bye" ucapan Linda berjalan lebih dulu meninggalkan Tasha bersama dengan Joe.


Tidak lama dari perjalanan yang dikemudikan Joe untuk membawa Tasha, kini mobil itu telah sampai diappartement Arga, dia yang sudah turun lebih dulu dari Tasha memutari mobilnya untuk membukakan pintu istri dari atasannya itu.


"Joe terimakasih. Sampai kan pada bos Anda terimakasih karena sudah membayar Anda untuk mengantar jemput saya" ucap Tasha yang sudah keluar dari mobil itu berjalan meninggalkan Joe yang masih berada dipintu mobilnya.


Setelah kepergian Joe dari lobby appartementnya, kini Tasha kembali kearah taxi online yang telah dipesannya dan akan membawanya pergi meninggalkan appartrment itu.


"Pak, kekonter terdekat ya pak" perintah Tasha pada seseorang yang telah membawanya itu.


Dalam hitungan menit karena appartement dan konter yang ditujunya itu tidaklah jauh, kini Tasha telah memasuki arena konter yang menjadi tujuannya untuk membeli kebutuhannya.


"Mas yang itu aja" tunjuk Tasha sebuah ponsel seluler yang lebih murah dari handphone yang dia miliki saat sekarang ini.


Tasha yang berniat ingin mengakhiri semuanya, kini mulai mempersiapkan semuanya sebelum dia pergi dari kehidupan Arga dan meninggalkan semua kemewahan selama ini yang dimilikinya.


'Lebih baik aku yang pergi, biar kita sama-sama tidak saling menyakiti dengan perasaan yang seling menyiksa' batin Tasha yang sudah membayar benda pipih itu dan kartu perdana yang baru dibelinya.


Tasha yang sudah kembali keappartement Arga kini mulai mengedarkan pandangannya. Tempat yang menjadi saksi dan sejarah pernikahannya mulai dari mereka yang merasa tertekan atas pernikahan mendadak diantara keduanya itu, sering terjadi pertengkaran, tak jarang banyaknya melontarkan perdebatan, dan bahkan sampai Arga mampu mengubah perasaannya yang dulunya dia pikir tidak akan lagi menaruh cinta pada siapapun setelah kehilangan seseorang dengan suatu penghianatan.


"Mas, aku harus pergi. Mungkin ini jalan yang terbaik diantara kita berdua. Jika suatu saat kita dipertemukan lagi, mungkin dengan jalan cerita yang berbeda dan versi yang lain. Aku pergi bukan aku tidak mencintai mu lagi mas, aku pergi untuk memperbaiki semua kesalahan kita yang mungkin ini adalah kesalahan ku melalui lelaki dimasa laluku. Bila takdir kita suatu saat nanti bertemu kembali dan tidak dipersatukan kembali mungkin jodoh kita sampai disini dan jika mungkin memang Allah menakdirkan kita berjodoh kembali dan mempersatukan kita lagi, semoga kita bisa belajar dari perpisahan kita saat ini mas" Tasha memutar ingatannya kebelakang, baru mereka ingin memulai untuk menjalani rumah tangga yang diharapkan semua orang, namun berbeda dengan kisah ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2