Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
48. Berharap Bersama


__ADS_3

Disebuah bangunan yang sangat jauh dari kota dan juga pemukiman penduduk yang berada ditengah hutan itu, terdapat villa milik keluarga Martin sang mertua dari Farhan yang sudah menjadi hak milik istrinya yaitu Siska.


Siska yang begitu mencintai Farhan hingga mempercayakan seluruh aset perusahaan milik keluarga nya yang diberikan Martin kepada putrinya itu, kini mempercayakan seluruhnya kepada Farhan sebagai suaminya untuk menangani dan menjalankan perusahaan itu kepada Farhan yang akan mengelolanya. Begitu juga dengan mansion-mansion yang telah menjadi bagian Siska, Siska juga mempercayakannya pada Farhan dan memberikan kuasa penuh atas vila-vila yang telah menjadi hak miliknya pada sang suami.


"Buka pintunya" perintah Farhan yang telah datang ke mansion itu sebelum keberangkatannya ke kantornya dan singgah untuk menemui Tasha.


Pintu yang telah dibukakan oleh penjaga yang semalaman menjaga Tasha, kini memperlihatkan Tasha yang masih tertidur dilantai dengan meringkukkan tubuhnya yang masih sedang tertidur tanpa bantal ataupun selimut.


Farhan yang kaget melihat Tasha sudah tertidur melantai kini berjongkok dan membungkukkan tubuhnya mendekat pada Tasha. Tangan Farhan kini memindahkan rambut Tasha yang tergurai menutupi wajah cantik itu dan mengusapnya lembut, hati Farhan terpaku setelah menatap Tasha yang telah lama tidak lagi ditemuinya, seorang wanita yang pernah menangisinya jika mereka bertengkar dan selalu menghapus sisa-sisa air mata dipipi wanita cantik itu dan sebuah tangan yang pernah digenggamnya ketika mereka masih bersama-sama untuk berjuang.


Tasha mulai meremangkan tubuhnya dalam tidurnya setelah mendapatkan sentuhan-sentuhan lembut itu.


"Om tolong aku. Jangan pergi, aku takut disini. Hiksss" Tasha mengigau sambil mengeluarkan butiran bening dari sudut matanya.


Farhan yang sedang dihadapan Tasha dan sedang menatap wajahnya, memanggil seseorang yang sudah pasti itu adalah Arga yang sudah menjadi suami mantan kekasihnya saat ini.


Rasa sakit kini telah berada dititik d**a Farhan. Tasha yang sudah menghapuskan dia dalam hidupnya dan kini menjadikan seseorang yang baru bersamanya menjadi tumpuan Tasha untuk bersandar.


"Dulu kau selalu menjadikan ku tempat bersandar mu, tempat mu berbagi dan aku lah yang selalu menjadi tameng buat mu. Sekarang sudah ada seseorang yang menggantikan posisi ku untuk menjagamu" manik Farhan yang terlihat sudah sendu menatap Tasha yang sangat dirindunya saat ini.

__ADS_1


Farhan kini mengangkat tubuh mungil Tasha memindahkannya menuju ke ranjang yang ada diruangan itu. Tasha yang kini terjaga karena pelukan seseorang membukakan matanya melihat sosok yang sudah sangat dibencinya kini berada dihadapannya sekarang dan dalam gendongan tubuhnya.


Tasha dengan refleksnya melompat dari gendongan Farhan dan terjatuh keatas ranjang dengan cepatnya melayangkan sebuah tamparan tepat diwajah Farhan karena sangat lancang padanya.


"Mengapa kamu ada disini, apakah kamu yang telah menculik saya" pekik Tasha dengan nafas yang sudah berlomba-lomba memburu dengan tatapan sinisnya mengarahkan pandangannya pada Farhan.


"Kau tidak menginginkan ku lagi sayang" elus Farhan pipi Tasha yang kini sudah dipenuhi oleh air matanya.


Tasha yang j***k dengan sentuhan tangan Farhan kini menepis tangan itu dan tertawa menahan sakitnya mendengar penuturan Farhan padanya.


"Hahahaa kau sakit Tuan? Apakah kau berbicara sedang keadaan sadar atau sedang dalam pengaruh mabuk Tuan" tawa Tasha pecah diruangan itu seakan mengejek pada Farhan.


"Kita akan pindah keluar Negeri dan menetap disana untuk memulai dari awal lagi Tasha. Kita akan hidup berbahagia disana"


"Sayang, aku tau jika kamu masih memiliki titik rasa pada ku, tolong setujui permintaan ku. Aku janji akan membahagiakan mu" permohonan Farhan pada Tasha dan kini sudah mendekat pada Tasha yang telah berada diranjang itu.


"Terlalu percaya diri sekali anda Tuan. Asalkan anda tau, saya jauh lebih bahagia dengan seseorang yang paling mengutamakan kebahagiaan saya, diatas kebahagiannya sendiri" rasa sakit yang telah dirasakan Tasha kini dengan bibir yang sudah bergetar menahan emosi yang selama ini dipendamnya.


Farhan sudah diambang keemosiannya dengan Tasha yang sudah tidak menginginkan keberadaannya saat ini dan membanggakan lelaki lain dihadapannya yang kini telah bersamanya dan sangat mengganggu dipendengarannya.

__ADS_1


"Kamu baru mengenal siapa saya Tasha? Saya akan lakukan apapun asal bisa mendapatkan yang saya mau" senyuman sinis Farhan kini dengan nada berbisik mendekat pada Tasha.


Tasha yang mengulang kembali ingatannya tentang Farhan dimasa lalu. Ketika itu Farhan yang sudah tersulut emosi karena Tasha yang sudah dibawa oleh teman sekampusnya keacara pesta ulang tahun yang nyatanya itu adalah sebuah rencana para teman lelakinya untuk menjebak Tasha dan membuat Tasha harus meminum minuman beralkohol. Dengan emosi yang telah memuncak Farhan langsung menghabisi lelaki itu dan sampai kritis karena perbuatan.


Air mata yang sudah mengalir deras mengingat tentang Arga yang telah bersamanya, tidak akan memberikan ampun pada siapapun yang akan menyakitinya termasuk Farhan sekalipun yang pernah menjadi masa lalunya tetapi dia tetaplah seorang perempuan yang tidak berdaya.


"Tolong lepas kan aku, kita telah berlalu dan memiliki jalan hidup yang baru. Kita telah memiliki keluarga masing-masing" Tasha yang kini bangkit dari ranjang, kini berlutut bersimpuh dikaki Farhan.


"Aku tidak akan melepaskan mu pada siapapun, sampai kapanpun kau akan menjadi milik ku sayang" diusap Farhan rambut Tasha yang begitu dirindukannya.


*


Arga yang masih didalam mobil yang telah membawanya dengan kecepatan yang sangat laju membelah setiap jalanan, kini mobil itu menuju tempat yang telah menjadi tujuan mereka untuk menemukan Tasha yang sedang disandera oleh Farhan. Dengan para pengawal Arga yang lain juga telah mengikuti mobil mereka dari belakang.


"Tuan, mobil Nyonya Tasha sekarang berada di sebuah mansion milik keluarga Tuan Martin yang berada ditengah-tengah hutan disebuah desa terpencil yang sangat jauh dari pemukiman penduduk Tuan" ujar Joe pada Arga yang sudah dengan raut cemas nya.


"Bagaimana dengan para suruhan kita, apakah mereka sudah sampai didesa itu" dengan nafas yang masih belum bisa bernafas dengan lega, kini Arga masih memegang ponselnya untuk melacak keberadaan Tasha dari sang mertua yang juga sedang mencari keberadaan sang putri.


"Jalanan disana sangat terjal dan juga tidak beraspal, akan lama sampai diwilayah itu Tuan. Dari cctv pagi tadi yang menuju kearah desa itu, Farhan sedang menuju ke arah sana Tuan"

__ADS_1


"Saya harus sampai segera kesana bagaimana pun cara nya Joe" pekik Arga yang sudah tidak tahan membayangkan Tasha kini bersama dengan Farhan.


"Jika kita menggunakan sebuah helikopter untuk menuju kesana itu tidak memungkinkan Tuan. Banyaknya pepohonan yang tinggi dan rimbun besar sehingga tidak ada tempat untuk mendaratkan helikopter. Dan satu-satunya jalan menuju kesana adalah melalui jalur darat Tuan" ujar Joe pada Arga dengan jalanan yang akan mereka lalui yang tidaklah mudah karena itu adalah sebuah mansion yang sengaja dibangun untuk hal-hal semacam ini.


__ADS_2