Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
16. Berpura-pura


__ADS_3

"Senyum bocah tengil" perintah Arga pada Tasha yang sedang melakukan prosesi pemotretan untuk sebuah foto pernikahan mereka.


"Kamu tidak melihatnya om, saya sudah terlalu cantik, jadi tidak perlu senyum. Lagian Ini juga bukan pernikahan yang ku impikan"


"Kau memang cantik, tapi kisah percintaan mu tidak sebagus rupa mu. Berpura-pura lah bahagia atas orang tua kita"


Tasha seakan tertampar, apa yang dikatakan Arga memang benar adanya sebuah kisah percintaan yang terpaksa dijalaninya.


Tasha menatap lama Arga seolah-olah yang sedang mereka lakukan sekarang adalah semata-mata untuk kebahagian orang tua mereka.


"Om kenapa bisa menerima perjodohan ini, kenapa tidak menentang nya jika om terpaksa" Tasha kembali berpose disebelah Arga untuk foto diundangan mereka.


"Saya dan kau sama. Sama-sama tidak bisa menolak" Arga masih tetap tenang dan bisa menutupi raut wajah ketidak sukaannya pada pernikahan yang akan dijalani berlangsung itu.


Setelah selesai pemotretan Arga yang masih sibuk dengan benda pipih nya, membuat Tasha menunggu nya pun merasakan jengah. Tasha terus menatap punggung Arga yang terus menelepon seseorang dipanggilan nya.


"Om apa keputusan orang tua kita ini adalah keputusan yang terbaik setelah nanti kita akan dipersatu kan. Sekarang aja kita hanya melakukan kan karena orang tua dan keterpaksaan" Tasha yang memilih duduk setelah menunggu Arga pun bergumam pada diri nya.


Tasha sudah sangat bosan dengan kegiatannya yang hanya memperhatikan Arga yang sibuk dengan panggilan ditelpon nya dengan salah seorang kepercayaan nya, membuat Tasha yang sudah diambang kebosanan pun mulai bangkit dari duduk nya dan menghampiri Arga.


"Om jika masih lama saya mau pulang dulu. Terserah jika om mau meneruskan kerjaan om disini" Tasha beranjak pergi dari tempatnya yang telah menghampiri Arga. Namun tangan Arga menghentikan langkah nya.


"Baik, nanti saya sambung" benda yang ada digenggaman nya tadi segera dimasukkan nya kembali kedalam kantong celana.


"Kamu mau kemana. Saya yang membawa mu pergi dan orang tua mu menitipkan mu pada saya, terus kamu mau pergi begitu saja"

__ADS_1


"Lah om kenapa marah sama saya. Saya sudah menunggu om, tapi om yang terus tidak memperdulikan saya yang telah menunggu. Om pikir saya ini asisten om apa" bibir Tasha yang sudah naik memperlihatkan ketidak sukaannya.


Arga langsung menarik pergi Tasha dan membawanya ke arah mobil dan meninggalkan tempat dimana mereka telah selesai melakukan permotretan yang menghabiskan beberapa jam yang lalu.


"Om lepasin. Om apa-apaan sih tarik-tarik" Lepas Tasha tangannya yang sudah dibawa masuk Arga kedalam mobilnya.


Arga sudah tidak mengindahkan Tasha lagi. Dia memutari mobilnya dan duduk ditempatnya untuk melajukan mobilnya. Selama dalam perjalan Tasha dan Arga hanya berdiam-diaman. Tidak ada percakapan atau pun perdebatan lagi yang biasa mereka lakukan. Yang ada hanya sebuah suara musik radio yang dipasang Arga untuk menemani perjalanan mereka.


Tanpa disadari Tasha, Arga sudah memberhentikan mobil nya disalah satu restauran yang tidak jauh dari tempat pemotretan mereka.


"Mau tetap disini atau mau ikut bersama saya untuk makan. Jika mau tetap disini jangan salahkan saya jika kamu akan mati kelaparan"


Arga yang sudah berlalu turun dari mobil nya meninggal kan Tasha dibelakang nya.


"Dasar om-om tua. Pantesan gak laku-laku, sikap nya aja gak ada manis-manis nya. Gue sumpahin lo ya om suatu saat nanti jatuh cinta sama gue" seketika Tasha menutup mulut nya yang baru tersadar akan sumpah nya. "apa-apaan sih sumpah gila gue ini. Gak-gak, gak boleh itu terjadi"


"Om bisa gak jalan nya pelan, gak usah cepat-cepat. Kita gak dikejar setan om, jadi tenang aja" Tasha yang memposisikan diri nya disamping Arga. Arga masih tetap dengan sikap nya yang dingin. Tidak mau membalas ocehan Tasha yang dianggap nya adalah seorang anak kecil yang beranjak dewasa.


Mereka telah duduk dibangku yang dipilih Arga untuk makan malam mereka. Masih sama seperti didalam mobil, Arga dan Tasha tidak ada komunikasi diantara kedua. Sampai pesanan makanan mereka pun datang.


"Om, pernah pacaran gak sih om" Tasha mencairkan kehening diantara kedua nya.


"Om om, kamu pikir saya ini om kamu apa"


"Lah kan emang om sudah om-om. Umur kita itu jaraknya 12 tahun om. Ya wajar kan jika saya panggil om"

__ADS_1


"Nada suara mu bisa dipelan kan tidak. Disini ramai orang. Pikir mereka saya mengkencani anak dibawah umur jika kamu terus-terusan panggil saya dengan sebutan om" tegas nya pada Tasha yang melampirkan senyum mengejeknya.


"Coba ulangi om" tatapan tajam Tasha pada Arga yang mencoba mengacuhkan nya. "Berkencan ? Hemmm om mau berkencan dengan saya. Tapi sayang nya saya tidak mau berkencan dengan orang tua" ejek nya pada Arga yang sudah mulai mengeluarkan lidahnya untuk mengejek.


Tidak lama dari makan mereka, Arga yang melirik kearah Tasha yang sudah menyelesaikan makanan nya pun beranjak bangkit dan meninggalkan sebuah kartu berbentuk persegi panjang di atas meja tempat makanan yang mereka pesan itu.


"Sandi nanti saya kirim" Arga langsung pergi melangkahkan kaki nya meninggalkan Tasha.


"What dari mana om-om tua itu tau nomor ku" Tasha tidak ambil pusing tentang itu.


Tasha yang sudah kembali menuju kearah mobil Arga, membuka pintu mobil dan duduk disebelah Arga. "Ini om" julur tangan Tasha mengembalikan benda yang tadi dititipkan Arga pada nya yang sudah menunggu nya di dalam mobil.


Arga tidak mengindahkan langsung melajukan mobilnya meninggal restauran.


Mobil yang sudah menempuh 1 jam perjalanan pun telah berada dihalaman milik kediaman Tasha. Tasha yang sudah malas berlama-lama berada dimobil Arga cepat turun sebelum nya meninggal benda berbentuk kartu di atas dasboard mobil dan berlari-lari kecil masuk kedalam rumah nya dan Arga yang mengikuti dari belakang untuk berpamitan dengan orang tua Tasha.


Tasha yang kaget ketika ingin menutup pintu rumahnya ternyata Arga sudah masuk kedalam rumah nya.


"Om mau ngapain masuk. Lihat lah, mama papa sudah tidur, sekarang om boleh pulang" tangannya yang sudah mengusir Arga namun kalah dengan perlawanan Arga yang begitu kuat.


Lita terjaga yang tadi nya sudah berada didalam kamar pun bangun mendengar suara Tasha yang sudah tiba didalam rumah.


"Tasha Arga sudah pulang ?" sapa Lita yang masih berada didepan pintu kamar nya dan mendekat pada keduanya.


"Mama terjaga" Tasha mendekat dan menyalami sang mama begitu juga dengan Arga.

__ADS_1


"Tante maaf mengganggu jam istrihat tante dan om. Tadi saya sedikit terlambat menjemput Tasha karena ada sedikit pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan" Arga berbohong pada Lita untuk menyelamatkan Tasha yang sebenarnya sebelum dia menjemput Tasha, Tasha sudah pergi dengan temannya entah kemana.


__ADS_2