
Arga yang sudah menjauh dari rekan bisnisnya segera mengeluarkan benda pipih yang disimpannya disebalik celananya. Arga mulai mencari nomor Tasha untuk menghubunginya. Suara panggilan yang terhubung tapi tidak diangkat itu menambahkan kegelisahannya. Manik mata yang terus mengedarkan pandangannya melihat keseluruh ruangan dan kesudut tempat itu pun tetap tidak menemukan keberadaan Tasha. Panggilan yang terus dilakukan Arga juga tidak membuahkan hasil.
Arga yang sebelummya melihat Tasha berada diantara istri-istri rekan nya itu, mulai menuju ke arah dimana terakhir kali dia melihat Tasha bersama dengan mereka. Namun Arga hanya melihat dari jauh satu persatu wanita-wanita yang sekarang masih berada disana tetapi tidak dengan Tasha. Tasha sudah tidak berada ditempat nya yang sebelumnya Tasha meminta izin padanya.
Kegusaran sudah semakin terlihat diwajah tegas Arga, dia yang sudah terus mengedarkan pandangannya tidak henti menelusuri setiap tempat yang ada di ballroom itu. Tangan Arga masih berada ditelinganya terus berusaha menghubungi Tasha yang mungkin ini sudah panggilan yang ke 70 kali dilakukannya.
"Kamu dimana?" Suara tegas sudah mengudara dipanggilan yang dilakukan Arga pada Tasha. Tasha yang sebenarnya tadi tidak ingin mengangkat pangilan itu namun melihat panggilan yang dilakukan Arga berulang kali merubah niatnya. Dia takut akan menambah kegaduhan yang terjadi ataupun kacaunya acara yang sedang berlangsung itu.
"Saya sedang ditoilet om, saya akan segera kembali" ucap Tasha yang menahan suara tangisnya agar tidak mengundang kecurigaan pada Arga disana.
Tasha yang sudah menenangkan dirinya setelah puas melampiaskan dengan tangisannya, kini dia telah merapikan kembali penampilannya diruangan itu yang tidak jarang para pengunjung disana melihat kearahnya. Makeup diwajahnya yang telah dipoles sebelum menghadiri keacara itu juga telah hilang karena air matanya. Tasha membuka cluth bagnya dan mengeluarkan alat-alat makeup yang dibutuhkan untuk mentouch-up kembali penampilannya. Tasha memfokuskan makeupnya dibagian mata untuk menutupi mata sembabnya yang sudah membengkak. Setelah selesai memoles wajahnya menggunakan loose powder, blush on dan tidak lupa Tasha kembali mewarnai bibir yang juga terkena air matanya dengan lipstik dibibirnya.
Setelah penampilan Tasha yang telah selesai ditouch-up nya kembali, Tasha melanjutkan langkahnya kembali masuk kedalam ballroom yang masih terselenggara acara itu.
Dengan senyum menawan yang terpancar diwajahnya, Tasha sudah ditunggu oleh sesosok lelaki yang gagah namun sangat berwibawa sedang berdiri tegap dan memasukkan kedua tangannya pada kantong celananya. Tasha juga tersenyum sembari mendekat dengan lelaki yang telah menunggu kedatangannya.
Bibir yang sudah terbuka kini terkatup kembali setelah jari tangan telunjuk Tasha berada dibibir Arga.
__ADS_1
"Shuttt jangan banyak tanya om, saya tidak akan kemana-mana" bisiknya yang telah berada disamping Arga dan menggandeng tangan lelaki itu.
"Kemana saja kamu, jangan membuat hal yang macam-macam ditempat ini" Tasha yang sebelumnya sudah tau arah pertanyaan Arga yang akan mengintrogasi dirinya kini menarik nafasnya berat.
"Tidak perlu mengkhawatirkan saya om. Saya tau menempatkan diri" ucapnya pelan sambil memancarkan senyum mengejeknya kembali pada Arga.
"Kamu tidak lupa akan perjanjian kita bocah" ucapnya berbisik pada Tasha yang begitu dekatnya, membuat Tasha merasa geli.
Tasha menatap tajam wajah Arga dan menaikkan bibirnya sebelah setelah mengingat perjanjiannya pada Arga sebelumnya, jika dia akan bersikap selayaknya sebagai pasangan yang normal pada rekan bisnis Arga agar menutupi pernikahan keterpaksaan diantara mereka.
Tasha mulai menarik nafasnya berat sebelum memulai sandiwaranya.
"Oke baik suami ku, kita mulai kembali kesandiwara kita" bisik Tasha yang melebarkan senyumannya menatap wajah Arga yang sudah tersenyum sinis mendengar ucapan Tasha yang seperti menggelikan rasanya.
Arga kembali membawa Tasha menemui rekan-rekannya. Namun lagi dan lagi bola mata Tasha membulat, Farhan yang sedang bersama dengan rekan bisnis para pengusaha yang lainnya juga telah berada disana. Sejenak langkah Tasha berhenti untuk mengisyaratkan pada Arga untuk tidak kearah yang akan dituju oleh Arga. Namun, Arga yang sebelumnya tidak mengenal Farhan yang adalah mantan kekasih dari Tasha tetap melanjutkan langkahnya.
Farhan yang belum melihat keberadaan Tasha yang ingin menuju kearahnya terus mengobrol dengan kolega-kolega yang lainnya. Farhan kali ini tidak didampingi oleh Siska, karena Siska sedang sibuk dengan sang buah hati mereka. Setelah Siska melahirkan sang buah hati, dia tidak lagi menjalankan bisnisnya bersama dengan Farhan karena sebelumnya Farhan lah yang melarangnya untuk kembali bekerja.
__ADS_1
Setelah setahun Farhan yang menjalankan perusahaan sang papa mertua yaitu papa dari Siska yang berada diluar Kota itu, kini Farhan ditugaskan oleh sang papa mertua untuk menjalankan sebuah perusahaan milik keluarga Siska yang berada dikota ini.
"Maaf semuanya Tuan-Tuan, saya sedikit lama" senyumnya pada beberapa kolega nya yang lain yang sedang asik duduk di kursi tamu yang telah disediakan disana sambil mengobrol itu.
Farhan yang melihat kearah suara itu, kini mulai menatap seseorang yang baru datang itu melemparkan sebuah senyumnya pada Arga. Dia sangat mengenal Arga yang dulunya adalah pembisnis muda yang sukses kini telah menangani dan memiliki banyak perusahaan yang ada dipenjuru Negeri ini walaupun Arga dan juga Farhan belum pernah melakukan kerjasama dalam bisnis mereka.
Mata Farhan yang tadinya hanya melihat kearah Arga, menangkap seorang wanita yang berada disamping Arga yang menggandeng tangannya. Farhan terperangah jika wanita cantik yang bersama dengan Arga itu adalah Tasha yang sebelumnya tadi telah bertemu dengannya.
"Hallo Tuan Arga, apa kabar ? Sudah lama sekali kita tidak bertemu" ucap salah satu kolega nya yang sangat akrab dengan Arga, kini telah bangkit dari duduknya sambil mengulurkan tangannya karena mereka pernah menjalankan kerjasama beberapa waktu lalu.
"Baik Tuan Fian. Anda sendiri bagaimana kabarnya? Setelah kemarin kerjasama kita selesai dan sukses kita tidak pernah lagi berjumpa" balasan uluran tangan Arga pada Fian yang merupakan salah satu pembisnis yang juga tidak kalah suksesnya.
"Oh iya Tuan Arga maaf kan saya tidak hadir keacara pernikahan anda kemarin, karena saya sedang berada di Amsterdam"
"Tidak masalah Tuan Fian, saya paham karena anda adalah pembisnis yang tidak diragukan lagi kesuksesan anda Tuan" sambil tersenyum Arga pada rekan bisnisnya itu, Arga juga akan memperkenalkan Tasha pada kolega-koleganya.
"Oh iya Tuan Fian, perkenalkan ini istri saya" sambutan tangan Tasha pada Fian sambil berpura-pura tidak melihat keberadaan Farhan yang terus menatapnya dengan tatapan shock nya.
__ADS_1
Farhan tidak menyangka kini Tasha yang dulu pernah menjadi kekasihnya dan ditinggal menikah olehnya, yang sebelumnya Farhan tau jika Tasha sedang mengalami gangguan kejiwaannya setelah ditinggalkannya, ternyata kini dia telah menjadi istri pengusaha sukses yang namanya menjadi perbincangan para pengusaha-pengusaha saat ini karena kemampuan dan juga bakat yang dimiliki Arga telah mencapai kesuksesannya sekarang.