
Segala macam posisi dan gaya telah mereka lakukan, dari mulai Arga yang memimpin pertempuran mereka, hingga Tasha yang kini mencoba untuk mengambil alih dari suaminya untuk memimpin kendali itu.
Tidak ada kata lelah dari keduanya selama bulan madu mereka, sampai saat ini walaupun hujan telah reda dengan cuaca masih dingin namun setiap yang mereka lakukan dipulau itu hanya lah untuk menghabiskan waktu-waktu berdua didalam kamar mereka.
Sofa yang masih menjadi tempat bercinta mereka hingga saat ini walaupun terasa sempit untuk mereka berdua, namun tidak menjadi penghalang bagi keduanya.
"Mas sudah tidak tahan sayang, kita bertukar posisi sekarang ya" kecup Arga singkat di kening sang istri dan berpindah merangkul tubuh istrinya itu dengan pelan memposisikan tubuh istri nya itu berada dibawah tubuhnya.
Pagutan yang tidak terlepas kan itu, membuat Tasha tanpa sadarnya telah menggigit-gigit kecil bibir Arga yang basah dengan saliva mereka yang menyatu saling berbalas-balasan. Setiap tubuh sang suami baik dipunggung maupun leher yang dapat dijangkau oleh Tasha menjadikan sasarannya untuk dicakar meninggalkan bekas memerah itu ketika saat lelaki yang berada diatas tubuhnya berusaha kembali dengan lembutnya memasuki dirinya untuk yang kesekian kalinya masih dengan sangat berhati-hati disana.
Arga yang telah melepaskan sesuatu ditubuh Tasha dengan keduanya yang juga telah lelah, kini dia merebahkan tubuhnya disamping tubuh sang istri yang masih disofa itu.
Tidak lupa setiap penutupan atas percintaan yang mereka lakukan itu, Arga selalu memberikan sebuah kecupan disetiap wajah sang istri sebagai tanda terimakasihnya.
Masih dalam pelukan Arga, Tasha selalu memainkan d**a bidang suaminya yang kini selama tidurnya menjadi tempat untuk bantalan kepalanya itu.
Tidak hanya jemari lentik Tasha menyentuh-nyentuh lembut di d**a Arga yang terlihat atletis itu, namun tangan Tasha juga menjalari bermain-main dirahang sang suami yang telah ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang selalu membuatnya geli jika Arga menempelkan wajahnya ke wajah Tasha.
Hzhzhz hzhzh
"Sayang kamu lapar?" ucap Arga yang mendengar suara perut sang istri yang terdengar diruangan hening itu.
__ADS_1
Tasha yang juga mendengar suara itu dengan cepatnya memegang perutnya dengan rasa malu kepada sang suami tetapi dia memang merasakan perutnya yang sudah terasa lapar itu.
"H-hemm" deheman ragu-ragu Tasha membuat Arga tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih seperti bocah baginya.
"Ya sudah, sebentar mas hubungi pihak resort ini untuk membawakan makan malam kita" tutur Arga bernadakan lembut pada sang istri dengan mengambil benda pipihnya dimeja sofa masih ditempat yang sama ditempat pembaringan mereka itu.
"Mas sebaiknya kita mandi dulu sebelum makan" ujar Tasha kembali dengan tubuh yang terasa sudah tidak enak karena keringat-keringat mereka dan mulai bangkit dari sofa itu.
"Hemm kamu benar sayang. Baiklah, ayo kita mandi bersama" ucap Arga yang juga ingin bangkit dari tempatnya bersama dengan Tasha yang telah mendahuluinya.
Tasha yang sudah melangkah beberapa langkah dari sofa itu terhenti sejenak memutarkan tubuhnya menatap sang suami ketika mendengar Arga yang mengajaknya untuk mandi bersama.
"No mas, tetap disitu" perintah Tasha dengan nada penekanannya dan Tasha pergi kembali melanjutkan langkah besar sambil berlari kecil menuju kekamar mandi diruangan kamar resort itu.
"Why sayang?" ucap Arga penuh pertanyaan.
"Bukannya mandi malah buat anak lagi kita mas" jerit Tasha yang sudah sampai didepan pintu.
Suara pintu yang telah dikunci Tasha dari dalam itu membuat Arga yang masih terpaku berdiri ditempatnya hanya tersenyum menatap punggung Tasha yang telah menghilang dibalik pintu itu.
"Tadi ngajak mandi, tapi waktu diajak balik mandi bareng malah kabur" gumam Arga sendirian dan menempelkan kembali bopongnya diatas sofa itu.
__ADS_1
Arga yang kini telah bermonolog dengan dirinya sendiri diruangan itu sambil bersantai menunggu sang istri keluar yang masih mengingat tentang istrinya disaat mereka ingin melakukan hubungan percintaan namun sang istri yang awalnya menolak dan banyaknya drama-drama yang istrinya itu lakukan namun seketika saja berubah, Tasha yang awalnya malu-malu namun baru saja dimulai dia seketika melupakan tolakannya dan dia lah yang lebih liar dalam percintaan mereka.
"Selalu saja bilangnya gak mau, lelah, capek dan segala macam alasan, tapi ketika hanya bibir saja yang masih menempel, seketika dia yang lebih aktif duluan dari ku, dasar wanita sok malu tapi agresif" ujar Arga masih menatapkan maniknya kearah pintu yang terkunci dari dalam karena Tasha memang tidak menginginkan sang suami untuk mengganggunya selama dalam ritual mandinya.
Setelah hampir dua jam Tasha didalam kamar mandi yang hanya dilapisi kaca dengan tirai yang tidak tertutup terlihat jelas dari luar kamar mandi tempat Arga sedang bersantai. Interior resort itu memang didesain khusus untuk para pengunjung yang sedang menikmati indahnya surga dunia yang sedang menjalani sebuah bulan madu, sehingga walaupun tempat itu terkunci dari dalam namun bola mata Arga masih dapat memantau aktifitas istrinya itu yang sedang berada disebuah bathup memanjaman tubuhnya didalam genangan air yang telah dipenuhi oleh bunga-bunga mawar didalamnya.
"Mas ayo mandi" ucap Tasha yang sudah keluar dari tempatnya tadi sesaat menenangkan tubuhnya menuju ketempat Arga yang kembali lagi merebahkan tubuhnya disofa, memakai sebuah bathrobe ditubuhnya dengan rambut basahnya yang dibalut dengan handuk dikepalanya.
Arga yang manarik kembali tangan sang istri dan menjatuhkan tubuh Tasha tepat diatas tubuhnya.
"Lepas mas" ucap Tasha yang sudah masuk kedalam pelukan suami nya itu.
"Sebentar sayang" ujar Arga yang juga telah membuka handuk yang melilit di kepala istri nya itu dan mulai membelai rambut istri nya yang masih basah.
"Om tua jangan macam-macam" Tasha menatap tajam kearah Arga yang berada dibawahnya itu.
"Mas tidak ingin bermacam-macam, mas hanya ingin memelukmu saja" ucap Arga sambil menciumi aroma-aroma segar ditubuh istrinya itu.
"Mas sudah. Pergi mandi, atau tidak aku tidak mau lagi melayani mas untuk beberapa bulan kedepan" ucap Tasha dengan wajah serius nya, namun hanya bercanda baginya.
Arga yang sudah merasakan tatapan Tasha mematikan itu hanya mengikuti perintah Tasha. Dan dia juga mana tahan apa bila perkataan istrinya itu benar dilakukan sang istri padanya.
__ADS_1
Sambil menarik nafasnya berat, Arga pun mulai melepas pelukannya yang membuat Tasha tidak dapat bergerak.
"Baik Tuan Putri, saya akan mandi sesuai dengan keingin Nyonya Arga" ucap Arga berlalu meninggalkan sang istri dan sebelumnya dia juga menyempatkan menempelkan bibirnya pada bibir istrinya itu.