
Setelah banyak nya drama antara Arga dan Tasha, akhirnya kedua keluarga sepakat untuk mengikuti tema pernikahan yang Tasha usulkan. Sebuah tema pernikahan yang akan diadakan di kediaman Tasha.
Pernikahan yang elegan sudah didekor dihalaman rumah milik keluarga Tasha. Walaupun pernikahan Tasha hanya di selenggarakan dihalaman rumah, tetapi dekorasi ditata semewah dan seelegan mungkin seperti berada disebuah gedung hotel berbintang tujuh. Dengan nuansa bertemakan Shades of Blue yang membuat dekorasi semakin menjadikan tenang dan menyejukkan dengan furniture beraksen emas dengan paduan bewarna biru.
Tasha sengaja mengadakan acara pernikahan nya dirumah orang tua nya, walaupun dia anak pertama di keluarganya tapi dia lah anak terakhir akan menikah dikeluarga mereka. Tasha ingin membuat suatu kenangan yang tak terlupakan dikeluarga nya.
Arga yang sudah sampai didampingi dengan seluruh anggota keluarga besar nya, dan disambut dengan meriahnya dengan banyak nya papan-papan bunga yang mengucapkan kebahagian dihari pernikahan mereka. Beberapa foto prawedding pernikahan mereka juga sudah terpasang besar dipintu masuk gerbang.
Arga yang telah masuk kedalam acara inti pun duduk ditempat duduk ijab kabul yang telah disediakan.
Setelah Tasha siap di make over oleh seorang Make Up Artis ternama dikota ini masih berada didalam kamarnya untuk menunggu Tasha akan keluar sebelum ijab kabul. Tasha yang merasakan tubuhnya sudah keringat dingin, tiba-tiba saja kegundahan nya datang. Jantung nya mulai berdengup dengan kenjang. Gadis mana yang tidak akan merasakan sebuah nerves dan grogi dihari menjelang masa perubahan status gadis nya menjadi seorang istri.
"Ayo Sha. Jangan nerves. Ini bukan pernikahan sungguhan, bukan pernikahan yang diinginkan, dan bukan juga pernikahan yang saling mencintai" gumamnya dalam hati.
Dewi yang mendampingi Tasha didalam kamar melihat raut wajah Tasha yang terpancar ketakutan nya.
"Kak" usap nya punggung sang kakak.
"Dewi kakak nerves. Apakah seperti ini jika orang yang akan menikah ya dek" tatap nya sang adik disebuah kaca yang sedang dilihat nya berada dibelakang nya.
"Nama nya juga menyatukan perbedaan kak, itu adalah hal biasa. Kita yang biasa nya sendiri akan jadi berdua. Dan kita juga harus bisa melengkapi satu sama lain kak, seperti yang satu nya keras, yang satu nya akan menjadi pelembut. Saling bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang terpenting bisa jadi lebih baik lagi selepas ini kak" Dewi tersenyum pada Tasha yang seolah untuk menguat kan sang kakak atas grogi nya.
__ADS_1
Arga yang melihat Tasha sudah datang ke tempat dimana acara ijab kabul mereka yang akan diselenggarakan pun mulai kecemasan. Rasa takut juga sudah berkumpul di d**a nya. Tasha yang begitu cantik melangkah mendekat dan duduk dikursi tepat disebelah nya.
Acara akan dimulai, petugas yang akan menikah kan mereka pun mulai bersiap-siap dan membacakan beberapa hal-hal dalam pernikahan, suasana menjadi hening seketika.
Dengan gagah nya, Arga yang sudah berjabatan tangan dengan Erik yang menjadi wali nikah mereka mulai tatapannya serius, dia menarik nafas nya berat.
"Saya terima nikah dan kawin nya Natasha Shofia binti Erik Pratama dengan mas kawin berupa 200 gram emas dan uang tunai sebesar dua ribu dua ratus dua puluh dua dolar dibayar tunai"
"Sah?"
"Sah, sah"
"Sah"
Tasha yang masih diam ditempat duduk nya mulai dihampiri sang mama.
"Sha ayo bersalaman dengan Arga" Tasha masih sedikit canggung pun mulai meraih tangan Arga untuk menyalami nya. Begitu juga dengan Arga yang begitu canggung nya untuk mencium kening Tasha. Mau tidak mau, dia mencium kening Tasha yang menjadi pusat perhatian para tamu disana.
Arga dan Tasha sudah berada dikamar milik Tasha yang akan mengganti pakaian mereka menjadi pakaian prosesi resepsi setelah acara ijab kabul dan proses sungkeman pada orang tua mereka.
Arga masih terpaku setelah prosesi ijab kabul nya, dia yang begitu banyak mendapat wejangan dari sang papa. Erik menitipkan seluruh nya atas Tasha pada nya. Perjodohan ini sudah lama direncanakan Erik dan Herni semasa suami Herni masih hidup. Waktu itu Erik tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak memiliki pilihan karena Tasha sudah mencari jalan hidup nya sendiri untuk bersama dengan Farhan. Setelah Tasha ditinggalkan Farhan dan kembali sembuh dari depresi yang dialami, Erik mulai mencoba secara tidak langsung mengenalkan Arga pada nya.
__ADS_1
Yang awalnya Arga juga tidak tau akan dijodohkan oleh mama nya dengan Tasha, sampai dia pun menyetujui perjodohan itu karena permintaan terakhir sang papa, untuk dijodohkan dengan anak asisten pribadinya waktu Erik masih bekerja dengan ayah Arga dan belum sesukses sekarang dan memiliki beberapa perusahaan sendiri. Mereka sudah seperti saudara sebelum sang papa terlebih dahulu dipanggil sang maha kuasa.
Tasha yang sudah mengganti pakaian nya diruang ganti yang berada dikamar milik nya melangkahkan kaki nya mendekat pada Arga yang masih terdiam.
"Ngapai om ada disini. Sana keluar" usir Tasha dan mengarahkan tangan nya ke pintu.
"Ini juga kamar ku. Aku berhak atas kamar ini. Jadi jangan atur-atur aku untuk berada disini" Arga melangkahkan kaki nya menuju ruang ganti meninggalkan Tasha dan MUA nya yang akan melanjutkan riasan Tasha.
Tasha menarik nafas nya jengah atas hidup nya.
"Ini adalah hidup yang membosan kan" gumamnya menuju ke nakas yang sudah ditunggu oleh seorang MUA.
Setelah prosesi ijab kabul tadi, mood nya sudah mulai berantakan. Tidak ada lagi senyum terpancar diwajah nya, dari tadi dia hanya diam, melamun dan termenung.
"Wah, cantik sekali mbak" ucap salah seorang shemale yang menjadi MUA nya yang telah selesai memake over Tasha.
"Terimakasih mbak" tatapan Tasha sembari melepas senyum atas pujian nya.
Tasha yang sudah ditinggalkan Arga untuk terlebih duhulu pergi ke wedding stagenya mulai turun dari kamar nya. Dengan senyuman menawan nya dan dengan gaun pernikahan yang begitu cantik nya dipakai oleh Tasha didesain langsung oleh desainer ternama yang namanya sudah mendunia, dia mulai ke stage dimana Arga sudah menunggu nya.
Semenjak acara ijab kabul dan resepsi, seluruh keluarga hadir diacara yang berbahagia itu, terlihat jelas dari raut wajah seluruh keluarga. Begitu juga pada Erik, Lita dan juga Herni, mereka menyaksikan sendiri prosesi pernikahan anak-anak mereka yang sedang berlangsung itu.
__ADS_1
"Akhir nya kita menjadi besan juga ya Erik" ucap Herni pada Erik yang sedang duduk di meja tamu tepat di bawah wedding stage Arga dan Tasya yang sedang menyambut para tamu yang ingin mengucapkan selamat dihari bahagia mereka.
"Hemm, saya juga akhirnya tidak menyangka, jika Tasha akan bersanding dengan Arga yang sudah dari kecil saya kenal"