
Berbeda ketika Arga dan Tasha saat pergi untuk berlibur ke Negeri Jiran menggunakan sebuah Yacht untuk sampai Negara tetangga itu, namun ketika pulang kali ini mereka yang sedang berada disebuah jet pribadi menghantarkan mereka kembali untuk sampai ketanah air.
Disebuah ruangan bersantai dengan sofa besar didalam jet itu yang berada diketinggian diatas awan, Arga menyuapi makanan pada sang istri dengan menu makanan dipagi menjelang siang itu terlihat Tasha yang selalu gelisah berada ditempat itu.
"Lama lagi mas, aku sudah bosan disini" ujar Tasha pada suaminya itu yang merasa sudah jengah berlama-lama tidak memiliki aktifitas disana.
"Sebentar lagi sayang. Kamu capek? Atau kita keruangan tempat tidur dan berbaring disana ?" ucap Arga dan mengusap rambut istrinya itu.
"Semua tempat ini aku bosan mas. Mulai duduk, tidur, berbaring dan kembali duduk. " protes Tasha.
"Hemm oh iya mas, dibulan ini sepertinya jenis kelamin anak kita sudah terlihat sepertinya ya mas" semangat Tasha kembali lagi setelah mengingat ingin bertemu dengan seorang janin yang selalu dibawanya kemana-mana itu.
Arga yang juga tidak sabar menanti kelahiran sang buah hati walaupun beberapa bulan lagi sama dengan Tasha yang mengandung calon anak mereka.
"Dia perempuan atau laki-laki ya sayang. Jika dia laki-laki pasti wajahnya akan mirip dengan papa nya. Dan mas nanti juga akan mengajarkannya bagaimana menjadi lelaki impian banyak wanita"
"Sombong sekali Tuan ya, impian banyak wanita dari mana? Mengenal perempuan saja karena dijodohkan" cibir Tasha yang tidak mau kalah dengan sang suami.
Arga terbahak mendengar istrinya itu, bukannya dia tidak mau untuk mengenal perempuan hanya saja hidupnya lebih dipenuhi oleh bisnis dan pekerjaan sehingga menutup hati untuk perempuan-perempuan yang berusaha mengambil hatinya karena sebuah kekayaan yang dimilikinya bukan sebuah kasih sayang tulus untuk hidup bersama dengannya.
"Mas sepertinya aku tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak kita deh" tutur Tasha yang masih memakanan makanan yang diberikan sang suami kepada nya.
"Hemm kenapa sayang, mas ingin sekali mengetahui jenis kelamin anak kita dan mulai mengetahui untuk mempersiapkan nama dan juga kebutuhan-kebutuhannya yang lain sesuai dengan jenis kelaminnya apakah dia perempuan atau laki-laki" ujar Arga yang juga makan bersama sang istri.
__ADS_1
"Sepertinya lebih baik untuk kita tidak mengetahuinya dan itu bisa menjadi sebuah surprise aja gitu mas, tiba-tiba lahiran dan disitu baru kita mengetahui jenis kelaminnya. Yang terpentingkan kita selalu melakukan pemeriksaan untuk kondisi kesehatan baby kita mas"
"Hemm baik lah itu terserah pada mu saja sayang, mas ikut apa yang menjadi keinginan kamu. Dan itu juga ide yang bagus sebuah kejutan diwaktu yang tepat dan langsung melihat wajahnya" kecup Arga kening sang istri.
*
Beberapa jam telah berlalu, setelah jet pribadi yang mereka tumpangi itu pun telah sampai membawa mereka kembali ketanah air, Arga dan Tasha pun sekarang telah berada dikediaman sang orang tua dari Tasha yang sudah beberapa bulan ini tidak bertemu dengan kedua orang tua yang sudah paruh baya itu.
"Assalamualaikum" ujar Tasha dan Arga yang memasuki rumah yang sudah lama tidak dikunjunginya itu.
"Waalaikum salam. Wahhh Lihat, onty Tasha dan om Arga telah sampai sayang" ujar sang nenek yang menggendong cucu mungil perempuan yang terlihat tidak rewel itu mendekat pada mereka.
"Maaf kan mama kak, mengganggu waktu liburan kalian" ujar Lita yang telah membawa masuk sang putri dan mantunya itu.
"Cantik, apa kabarnya sayang. Wah sekarang ponakan onty sudah dewasa ya" ujar Tasha yang membuat orang-orang disana tertawa mendengarkan celotehan Tasha pada bayi yang hanya bisa menangis itu.
"Oh iya ma, anak ada tapi Ibu dan Bapak nya ini pada kemana? Jangan bilang buat anak lagi, gak sadar apa anak nya masih kecil bayi seperti ini" Tanya Tasha mengedarkan pandangan nya mencari adik yang juga dirindukannya.
"Adhisti ingetin mama sama papa ya jangan buat adik dulu. Jika mereka nakal pukul aja bopong mama dan papa ya sayang" sambung Tasha yang berbicara pada bayi yang belum tau apa-apa itu dan mencubit pipi gemas putri kecil itu.
"Kakak jangan seperti itu, mengajarkan yang bukan-bukan pada Adhisti. Mereka sedang beristirahat kak. Semalaman tidak tidur, karna Adhisti rewel dan biasa lah jika bayi yang belum berumur belum satu tahunan akan seperti itu. Nanti kakak juga akan merasakannya" ujar Lita yang tersenyum menatap kearah perut putrinya itu.
"Cucu oma yang oma tunggu juga kelahirannya, sehat-sehat ya sayang. Oma dan opa juga tidak sabar untuk menggendong kamu" usap Lita lembut perut Tasha.
__ADS_1
"Iya oma. Karena papa selalu memberikan yang terbaik buat aku oma" Tatap Tasha pada Arga yang berada disampingnya.
Tasha yang melihat sang papa juga datang menghampiri mereka, kita berhampur memeluk tubuh lelaki yang sudah terbilang tidak muda lagi namun tetap masih segar diwajah papanya itu.
"Papa, kakak merindukan pelukan papa" rengekan Tasha dengan pelukan erat yang Tasha berikan pada ayah nya itu.
Erik juga membalas pelukan putri nya itu dan mengecupi kening sang putri sulung yang menjadi kecemasannya beberapa waktu lalu.
"Apa nya yang rindu, sebelum papa pergi kakak belum mengkasi papa dan mama kabar gembira, tapi setelah kita pergi kakak baru memberikan papa calon cucu. Terimakasih ya kak, kakak telah menerima perjodohan yang papa berikan pada kakak" ujar Erik yang sebenarnya hatinya sedih kebahagiaan karena pernikahan sang putri bisa berjalan dengan bahagia sekarang.
"Papa jangan seperti itu, nanti kakak sedih terharu dan calon cucu papa juga ikutan nangis" ujar Tasha yang menyeka air mata nya yang keluar itu.
Selepas Tasha, Arga yang juga ikut menyalami kedua orang tua dari istrinya itu yang juga sudah lama tidak bertemu.
"Papa apa kabarnya pa?" ujar Arga yang memeluk tubuh ayah mertuanya itu.
"Seperti yang kamu lihat Arga, papa sepertinya betambah sehat setelah sampai disini"
"Bagaimana pa pekerjaan disana?" Tanya Arga yang masih berdiri diruangan keluarga milik Erik itu.
"Alhamdulillah karena nya sedikit kendala dan papa juga bersyukur sehingga papa tidak menambah waktu lagi untuk berlama-lama disana Arga"
Beberapa saat kini Tasha dan Arga kembali kekamar Tasha yang berada dilantai dua rumah kedua orang tua Tasha dan meninggalkan kedua kakek dan nenek yang terlihat disana sedang berebut untuk menggendong cucu pertama mereka.
__ADS_1