Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
76. Kebohongan Kecil


__ADS_3

"Ma kami pamit ya ma. Mama jaga kesehatan, jangan telat makannya dan minum obatnya secara teratur ya ma" pesan Tasha pada sang mertua yang akan pergi dari kediaman Herni.


Herni memeluk tubuh sang menantu, rasanya setelah kehadiran Tasha bersama dengan Arga sang putra dan melihat hubungan pernikahan mereka yang tidak pernah terdengarnya ada masalah itu menambahkan semangatnya walaupun sampai saat ini dia masih merindukan kehadiran sang cucu namun dia sudah tidak berani lagi untuk menyinggung ataupun menanyakan bagaimana program-program yang mereka lakukan agar sang menantunya itu dapat mengandung.


Hitungan bulan yang rasanya telah lama semenjak pernikahan Arga sang putra dan Tasha menantunya itu sudah terbilang lama, namun dia berpikir memang belum jalannya untuk mendapatkan momongan.


Walau bagaimana pun didalam hati kecil Herni, dia sangatlah mengharapkan kehadiran cucu diusianya yang sudah tidak terbilang muda lagi karena memang dari Arga lah dia besar harapannya memberikan cucu padanya karena anak perempuannya yang masih berkuliah itu dan rasanya masih sangat jauh lagi untuk memikirkan sebuah hubungan rumah tangga.


"Hati-hati ya sayang. Sering-sering berkunjung kesini, jika suamimu pergi dan sibuk dengan pekerjaannya dan kamu bosan sendiri dirumah, datanglah kesini ya sayang " ucap Herni yang telah memeluk sang menantu nya itu dan telah memang menganggap Tasha kini tidak lain adalah seperti anak kandungnya sendiri.


Tasha pun yang juga telah menganggap Herni sebagai ibu kandungnya sendiri dan tidak membeda-bedakan perhatiannya antara Lita sang ibu kandung dan Herni sang ibu mertua.


Arga baru saja datang dan bergabung diantara mertua dan menantu itu melihat Tasha dan sang mama memang lah sangat dekat, bahkan beberapa hari mereka yang baru saja menikah dan dia meninggalkan istrinya itu sendirian untuk bertemu dengan ibunya tanpa didampinginnya.


"Ma sudah pelukannya? Aku juga rindu dan ingin memeluk istriku" ambil Arga tangan Tasha sambil melemparkan senyumannya pada sang mama yang ingin melihat wajah kesal Herni dan marah terhadapnya.


"Kamu ya Arga! Kamu yang selalu setiap malam memeluk istri mu, dan mama hanya cuma bertemu satu bulan sekali itu pun sudah kamu batasi" protes Herni pada putranya itu.


Arga tertawa mengingat apa yang terjadi tadi malam dan ucapan sang mama adalah benar adanya, seperti malam tadi saja Tasha yang berniat ingin membalaskan kekesalannya pada sang suami namun itu hanya lah sebuah rencana dan ternyata berakhir juga pada keluluhan.


"Ma, kami berangkat kerja sekarang ya" ucap Arga pada sang mama.

__ADS_1


"Jaga menantu kesayangan mama ya Arga, mama tidak ingin Tasha sengsara dengan mu" ancaman sang ibu dengan anak kandungnya itu dan Herni juga telah memeluk sang mantu yang kembali mendekat pada Herni.


*


Setelah beberapa jam berlalu, Arga yang masih disibukkan dengan ipad lipadnya dam melupakan bahwa dia telah memiliki janji dengan seorang wanita dijam makan siang ini.


"Mas dimana, jadi kita makan siang dan menjemput aku?" panggilan yang telah terhubung itu, dengan suara yang sangat dikenal oleh Arga


"Jadi, mas sedang terjebak macat" Arga yang masih menempelkan benda pipihnya itu ditelinga nya, kini dia langsung melipat ipad lipatnya dan berlari terburu-buru menuju lantai bawah tempat mobilnya berada.


Tasha yang sudah menunggu suaminya itu setengah jam lebih untuk menjemputnya makan siang bersama, namun sampai sekarang dia belum melihat mobil yang ditunggu nya bahkan dia juga telah berada dilobby agar sang suami tidak lama menunggunya nanti.


Sebuah perkataan adalah doa, benar saja masih dalam hitungan menit dia meninggalkan kantornya, dia sudah terjebak dalam kemacatan karena pembelokiran jalan, bahkan dia melupakan kembali jika jalan yang dipilihnya itu adalah jalan yang sedang berlangsungnya demonstrasi dibeberapa tempat.


Setelah beberapa jam berlalu dan Arga juga telah menghubungi istrinya itu kembali jika dia meminta maaf pada sang istri tidak bisa menjemputnya untuk makan siang berdua, dan dia kembali lagi menuju kantornya.


"Joe bagaimana sekretaris saya, apakah kamu sudah menemukannya?" Panggilan dari benda pipih Arga yang terhubung ke Joe sang assistentnya.


"Sudah Tuan" ucap Joe pada atasannya itu.


Ini adalah hari terakhir Joe menginterview seluruh para pelamar yang menjadi peserta dalam interviewnya, sudah beberapa hari Joe menjalankan tugas para pelamar yang didominan adalah wanita-wanita yang tak jarang adalah wanita-wanita cantik. Namun bukan hanya penampilan saja yang menjadi kriteria dalam penilaian Joe, begitu banyaknya yang akan diseleksi dalam kriteria yang berhak mengambil tempat sebagai jabatan sekretaris diperusahanan ternama itu.

__ADS_1


"Baik lah Anda kami terima untuk bergabung diperusahaan kami. Selamat " ucap Joe berjabatan tangan dengan perempuan cantik yang bernama Keyla Prilia Rista.


"Terimakasih pak" ucap wanita itu sambil menundukkan tubuhnya memberi hormat pada Joe.


Joe yang telah selesai dari menginterview para calon-calon pelamar, kini melangkahkan kakinya menuju keruangan Arga yang berada dilantai yang sama dengan lantai ruangannya.


"Bagaimana Joe?" ucap Arga yang telah melihat kedatang Joe.


"Besok sekretaris bapak sudah mulai bekerja disini pak" tutur Joe pada Arga sang atasannya itu.


"Saya tidak ingin yang menjadi sekretaris saya selanjutnya berkelakuan tidak baik seperti Erina kemarin Joe, saya pastikan padamu itu tidak akan terulang kembali" penekanan Arga pada Joe yang dipercayainya itu.


Arga sangat mempercayai Joe dalam segala hal, Joe selama bekerja dengan Arga, dia tidak pernah mengecewakan ataupun berbuat kesalahan yang fatal atau melebihi batas kemarahan pada atasannya itu. Jika dipikir-pikir oleh Arga, jasa-jasa Joe tidak lah pernah bisa dibayarnya walaupun itu dengan uang atau hartanya.


"Tuan, saya boleh mengambil liburan setelah ini" ucap Joe yang telah menduduki kursi depan atasannya itu.


"Apa? Libur? Kamu mau berlibur kemana?" Ucap Arga yang mengkerutkan dahinya menatap Joe.


"Bisa jadi keluar Negeri Tuan" ucap Joe lagi dengan santainya.


"Saya mengizinkan mu mengambil cuti hanya untuk menikah dan honeymoon. Selebihnya saya tidak mengizinkan mu untuk itu" tegas Arga pada Joe yang menginginkan assistennya ini memiliki sebuah hubungan yang serius dengan wanita.

__ADS_1


"Menikah?" Ulang Joe perkataan Arga yang rasanya mana mungkin dan dengan wanita mana dia akan menjalani sebuah hubungan pernikahan yang dia tau dia tidak pernah serius dengan wanita mana pun.


"Saya tidak tau mau wanita mana yang akan kamu nikahi, mungkin salah satunya wanita bayaranmu atau wanita malammu" tutur Arga sambil melirik Joe dari sebalik ekor matanya.


__ADS_2