Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
88. Membuncit Bersama


__ADS_3

Selama masa-masa kandungan Tasha yang bergerak maju, dia bisa dibilang adalah sebagai wanita yang salah satunya sangat beruntung dalam pemilihan pasangan sepanjang hidupnya, semasa kehamilnya kini Arga sangat bisa dijadikan tempat dan teman terbaik nya saat-saat dimasa ini.


Tidak hanya dari segi kesehatan saja yang diperhatikan Arga pada istrinya itu selama kehamilannya, namun juga Arga selalu memberikan masukkan dan juga saran terhadap penampilan sang istri, baik itu cara Tasha berdandan dan juga dia sangat berperan penting dalam busana pakaian yang dikenakan istrinya itu yang semakin lama perut sang istri semakin terlihat.


Arga memang menjadi partner yang dapat diandalkan bagi Tasha, walaupun dia berumur sudah tidak muda lagi dan lebih jauh dari anak-anak muda jaman sekarang, namun seleranya tidak lah ketinggalan dalam pemilihan sebuah outfit yang akan dikenakan Tasha.


Didalam perjalanan Arga yang telah melajukan mobilnya membelah jalanan dipagi hari yang masih pukul setengah 6 pagi itu. Dalam keadaan cuaca yang masih dingin membawa Tasha yang juga masih melanjutkan tidurnya didalam mobil yang dikemudikannya dan masih dalam keadaan tidur nyenyak sang istri.


Jalan dipagi hari yang masih senggang dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, walaupun fokus Arga sedang mengemudi dengan Tangan kanan distir mobilnya namun tangan kiri nya tidak henti-hentinya mengelus perut sang istri menambahkan rasa nyaman buat Tasha.


Beberapa jam telah berlalu dengan cahaya matahari yang juga sudah menampakkan dirinya, Arga juga telah memberhentikan mobilnya disalah satu tempat yang akan mengantarkan mereka selanjutnya dihari libur ini dan terlihat dari kejauhan ada beberapa orang disana sudah menunggu kedatangan mereka.


"Sayang" kecup Arga pipi Tasha yang masih tetap tertidur dengan lelapnya mulai dari mereka berangkat dari rumah sampai tempat yang menjadi tujuan saat ini.


Sentuhan dan juga usapan lembut dari suaminya itu mampu membangunkan Tasha yang sudah terjaga dan kini perlahan membukakan matanya masih begitu berat.


"Hemm kita dimana mas?" ujar Tasha yang belum mengetahui rencana suaminya itu yang membawanya dipagi hari dan entah kemana tujuan mereka.


"Kita turun sekarang sayang"


Arga yang turun lebih dulu dan membantu sang istri yang sudah terlihat jelas perut buncitnya untuk turun dari mobil yang mereka gunakan, kini Tasha mengedarkan pandangannya kearah lautan yang sangat luas didepan matanya.

__ADS_1


Terlihat disebuah pelabuhan yang sudah ditunggu oleh sebuah kapal yang berada disana dan telah Arga sewa untuk istrinya itu karena mengingat beberapa bulan lalu, jika Tasha ingin sekali menaiki sebuah perahu untuk sampai ketengah laut.


"Mas kita mau kemana?" Ujar Tasha yang masih dalam rasa penasarannya dengan apa yang sedang dipikirkan sang suami.


"Seperti yang kamu lihat sayang. Ini adalah kendaraan kita selanjutnya"


Arga membawa istrinya itu dan merangkul tubuh Tasha menuju kearah kapal yang sangat hati-hati setiap yang akan dilewati Tasha.


Langkah kaki mereka yang sudah sampai diujung dermaga dengan tangan Tasha yang tidak pernah melepaskan genggamannya pada suaminya itu.


"Pelan-pelan sayang" ucap Arga yang mempersilahkan istrinya itu untuk terlebih dahulu naik kekapal itu.


Arga yang telah membawa istri nya itu ketempat yang akan menambah dalam memanjakan mata sang istri , kini sampai lah mereka pada di deck paling atas kapal itu, menampakkan sekeliling lautan yang sangat luas dengan pemandangan yang begitu indah terlihat jelas diatas kapal besar itu.


Seliran angin laut menembus dan menyapu keseluruh tubuh Tasha dan dia juga menikmati setiap tiupan angin-angin yang menyapu kewajahnya.


"Kamu bahagia dengan ini sayang?" Tegur Arga yang masih berada dibelakang Tasha dan memeluk tubuh istrinya itu menenggelamkan wajahnya meresapi aroma tubuh sang istri dibalik leher istrinya itu.


"Kamu ingat waktu mas membawa mu kepulau yang mas sewa hanya untuk kita waktu berbulan madu, disitu kamu mengajak mas untuk ke tengah laut dan menyewa sebuah perahu kecil atau boat yang dapat menghantarkan kita sampai kesana. Bukan mas tidak ingin mewujudkan keinginan mu itu sayang, tapi mas sangat menyanyangi kamu dan tidak menjamin keselamatan dengan fasilitas yang minim apalagi kamu tidak tau berenang. Sudah lah mas tidak ingin membahasnya lagi dan tidak ingin lagi membayangkan jika terjadi diluar dari kendali mas" sambung Arga sambil mengelus perut sang istri.


"Kenapa mas tidak memberitahu aku jika mas menyiapkan ini semua" ujar Tasha memegang tangan suaminya itu yang melingkarkan ditubuhnya.

__ADS_1


"Hemm untuk apa mas memberitahukan pada mu sayang. Kamu cukup menikmatinya saja kemana pun mas akan membawamu cantik" ujar Arga menempelkan kepalanya dileher sang istri.


Tasha membalikkan tubuhnya dan tersipu malu mendengar penuturan Arga yang sok romantis dan terkesan menggombalnya.


"Om tua sudah bukan saat nya lagi menggombal, dasar tidak malu dengan umur dan sebentar lagi juga sudah mau jadi seorang ayah" tatap Tasha wajah suaminya itu yang cintanya tidak pernah pudar dengan lelaki ini.


"Mas, aku sekarang jelekan?" Pertanyaan Tasha yang memperdalam bola mata suaminya.


"Enggak dan siapa bilang istri dari Arga Reywinston jelek. Jika ada yang mengatakan itu, mas sendiri yang akan mengoprasinya dan membuatnya menjadi hulk atau pinokio"


"Hemm mas aku sedang tidak bercanda, aku sudah tidak secantik dulu lagi. Lihat lah badan ku sekarang ini, sudah melebar dan melar dimana-mana. Pipi tembam, tubuh dan semuanya tidak ada lagi yang menarik untuk dipandang" tutur Tasha dengan wajahnya yang sudah terlihat sendu.


Arga menyalipkan rambut-rambut Tasha yang berterbangan karena angin-angin yang menerpanya.


"Sayang cantik, semenjak kamu hamil semakin seksi dimata mas sayang" ujar Arga tersenyum mengelus wajah istrinya itu.


"Jangan banyak berbohong dan sudah pasti mas hanya mencoba untuk menghiburku saja" ucap Tasha terlihat senyum terpaksa diwajahnya.


Arga langsung membawa tubuh istrinya itu kedalam pelukkannya.


"Baik lah mulai sekarang mas juga akan memelarkan tubuh mas biar kita sama-sama mengandung dan membuncit bersama sayang" cubit Arga hidung Tasha yang sudah tertawa mendengar perkataan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2