
Tasha sedang tertidur dipembaringannya ditemani Arga yang menyandarkan kepalanya di headboard ranjang itu, sambil mengusap punggung dan perut Tasha yang masih tidak enak karena muntah yang dialaminya tadi.
Sudah beberapa jam sampai saat ini namun Tasha belum juga untuk memakan nya dan bahkan makanan yang telah Arga pesan pun belum juga dimakan oleh Tasha karena alasan sudah tidak berselera makan.
"Maaf kan mas sayang, mas janji ini lah terakhir kalinya kamu memakan masakan mas" gumam Arga sambil memijat punggu Tasha yang sudah memunggunginya.
Arga memfokuskan pandangan nya kedepan dengan banyaknya lamunan dan pikiran dengan pekerjaan yang dilakukan nya hari ini yang begitu kacau.
"Sepertinya ini harus ada assisten rumah tangga yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah ini. Memasak saja aku gagal, bagaimana dapat membantu Natasha. Tidak mungkin harus Natasha lagi yang mengurus pekerjaan rumah sebesar ini sedangkan dia juga sebagai wanita karir yang sibuk dengan pekerjaan kantornya" Arga kini mengambil benda pipihnya yang berada diatas meja kamar itu.
Tasha yang memang belum mengizinkan Arga untuk mencari assisten rumah tangga dirumah baru mereka itu, karena Tasha rasa dia masih sanggup untuk mengurus suami dan rumah mereka walaupun dia juga harus disibukkan dengan pekerjaan diluar rumah namun dia tetap tidak akan meninggalkan kewajibannya untuk belajar menjadi istri yang tidak mengandalkan jasa assisten rumah tangga pada saat sekarang ini.
Tasha mulai membukakan matanya, karena rasa laparnya sekarang baru dirasakannya kembali setelah dari beristirahatnya itu.
Tasha yang sudah bergerak menghadap kearah Arga yang berada dibelakangnya, membuat Arga terbangun dari lamunannya.
"Mas maaf ya, menyusahkan mas" ucap Tasha yang sudah mendungakan wajahnya menatap sang suami yang masih berada disampingnya itu.
"Sudah enakan perutnya? Kita makan ya, mas tadi sudah memesan makanan yang layak untuk kita makan" ucap Arga lembut pada sang istri.
"Mas minta maaf karena telah membuatmu seperti ini sayang" masih dalam rasa bersalahnya, Arga tidak henti-hentinya menciumi kening Tasha.
Tasha yang sudah ikut dengan Arga keruangan meja makan mereka, mulai Arga membuka-buka bungkusan makanan itu yang telah dipesannya.
"Makan ya sayang" ucap Arga meletakkan sebuah piring didepan Tasha dengan potongan-potongan ayam tariyaki yang dipesannya itu dan segelas air disamping piring sang istri.
Dimeja makan yang hening itu, dan sesekali Arga memperhatikan sang istri dengan makannya dan sesekali juga dia menambahkan kembali minuman Tasha yang telah habis kedalam gelasnya.
__ADS_1
Walaupun ini sudah tidak pagi lagi, namun makanan yang sekarang mereka makan pergabungan antara sarapan dan makan siang.
"Sayang mas saja yang membereskannya. Kamu sedang sakit dan harus banyak beristirahat" ambil Arga piring-piring makan mereka dari tangan Tasha dan membawanya kearah dapur.
Tasha yang masih berdiri dimeja makan itu menatap Arga yang selalu bertingkah aneh rasanya.
"Mas Arga kenapa sih, aneh banget sikapnya akhir-akhir ini" ucap Tasha sambil membawa teko kaca menuju kearah sang suami.
Arga hanya terdiam dia tetap melanjutkan untuk menyuci piring-piring itu.
Arga kembali mengedarkan pandangannya mencari sabun cuci piring yang tidak pernah disentuhnya dan tidak tau dimana tempat sabun itu dibuat Tasha. Walaupun Tasha sudah ada disampingnya, dia tidak ingin menanyakan dan tetap mencari benda itu.
"Mas cari apa? Ini?" Uluran tangan Tasha dengan sabun yang memang dicari oleh sang suami.
"Hemm terimakasih sayang" sambil mengambil uluran tangan dari Tasha, kini dia membawa sang istri kearah bangku yang ada didekat bar dapur itu.
Tasha yang semakin aneh melihat tingkah Arga hanya tersenyum menatap punggung sang suami yang masih sibuk dengan piring-piring didepannya.
Air yang terus mengalir, namun entah apa yang sedang dicucinya. Terlihat Arga hanya menatap piring-piring itu dan sesekali membaliknya.
Sabun yang telah berbusa itu, menyebar entah kemana-mana. Arga mulai memberikan busa-busa sabun itu ke piring-piring kotor itu.
Tasha hanya melihat dari kejauhan, tidak lagi dapat berkomentar, jika dia mengeluarkan pendapatnya sudah pasti Arga akan menyuruhnya untuk diam ataupun jika dia membantu Arga sudah pasti akan ditolak nya.
***
Beberapa hari telah berlalu dan kini cahaya malam yang sudah beranjak dengan cuaca yang dingin karena hembusan-hembusan angin yang sedang hujan.
__ADS_1
Tasha yang baru saja selesai dari mandinya dan mulai merangkak menaiki ranjang yang mana sang suami telah lebih dulu diranjang itu dengan Arga yang yang masih disibukkan dengan dokumen-dokumen yang masuk ke ipad lipatnya karena beberapa hari belakangan ini pekerjaannya sangat banyak.
Arga yang belum sadar kedatangan sang istri masih berkutik dibenda pipihnya.
"Mas ayo kita tidur" ucap Tasha mengambil benda lipat itu diatas pangkuan Arga dan meletakkan nya diatas nakas dan mendekat kepada Tasha.
"Sayang maaf kan mas karena akhir-akhir ini pekerjaan mas yang sangat padat hingga mas selalu membawa pekerjaan kerumah sayang" pelukan Arga yang sangat erat di tubuh mungil sang istri.
Tasha menikmati pelukan dan sentuhan suami nya itu karena sudah hampir satu minggu ini dia tidak merasakan suaminya yang selalu manja terhadapnya karena Arga yang selalu tidur sampai larut malam bahkan begadang sampai subuh untuk menatap benda lipatnya itu.
Tasha yang terkadang tidur duluan dan membiar suaminya itu bekerja namun terkadang dia juga marah terhadap sang suami karena tidur suaminya yang selalu berantakan.
"Aku sangat merindu kan mas" bibir manyun Tasha terlihat jelas dan menatap wajah sang suami yang masih memeluk nya.
"Bisa gak sih jika dirumah mas itu jangan bekerja" protes Tasha pada suaminya itu.
Tasha yang sebenar nya sudah lama ingin mengutarakan nya namun dia memilih untuk bisa mengerti keadaan sang suami yang sebenarnya memang beberapa hari belakangan ini, suaminya itu memang sangat jarang pergi kekantor dan Arga juga menyuruh Tasha untuk libur dari pekerjaannya dan selalu menikmati hari mereka berdua.
Huweekkk
Tasha menutup hidungnya mencium aroma tubuh sang suami yang serasa tidak enak dipenciumannya itu.
"Mas pakai parfum apa sih, kenapa wanginya aneh dan membuat ku enek" Tasha menjauhkan tubuhkan dari Arga yang tadinya dalam dekapan sang suami.
Arga yang tidak tercium wangi aneh disana kini menciumi setiap tubuh dan pakaian yang dikenakannya saat ini, tetapi dia tidak menemukan apapun pada dirinya.
"Parfum yang mas pakai ini adalah parfum yang biasa mas kena sayang" tatap Arga pada Tasha yang semakin menjauhinya.
__ADS_1