Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
71. Tidak Kenal Tempat


__ADS_3

Setelah beberapa hari merasakan bosan yang dirasakan Tasha dan juga Arga diruangan kamar mereka itu, kini mereka keluar juga menghirup udara segar diluar resort karena beberapa hari belakang ini selama mereka disana selalu saja hujan turun membasahi pulau yang mereka tempati itu. Dihari yang terang namun tidak terlalu teriknya matahari, mereka telah berkeliling disekitaran resort untuk menikmati keindahan alam disekitar itu.


Seperti pasangan yang sedang berpacaran, tak jarang juga mereka menggunakan sebuah sepeda yang mereka kayuh masing-masing dari mereka untuk mengelilingi resort itu sampai ke pantai yang menjadi tempat terakhir mereka untuk bersantai.


Tawa dan senyum keduanya terlihat dari wajah Tasha dan juga Arga, mulai dari mereka berlomba siapa cepat sampai ke pantai itu, sampai mereka berlomba membuat istana pasir disana. Mereka selalu menikmati masa-masa mereka sekarang ini.


"Kamu buat apa sayang?" ucap Arga melirik sedikit dari ekor matanya kearah istana pasir yang dibuat sang istri.


"Hemm ada deh mas. Jangan niru punya ku ya" ucap Tasha yang membelakangi suami nya itu.


Tasha yang masih serius menata pasir-pasir itu untuk dibentuk, sesekali juga dia melirik kearah sang suami yang entah seperti apa bentuk istana yang dibuat suaminya itu, banyaknya tumpukan pasir yang tidak jelas bentuknya.


Tidak jauh dengan sang suami, Tasha yang juga hanya membuat istana pasirnya dengan tembok-tembok melingkar disekelilingnya dengan sebuah menara kecil ditengahnya, jika diamati bentuk yang dibuat Tasha tidak jauh sama anehnya yang dibuat oleh suaminya itu.


"Yah mas" ucap Tasha yang seketika kembali lagi melihat istana pasir nya kini telah kembali menjadi pasir basah karena gulungan ombak pantai yang menerjangnya.


Arga yang juga melihat hasil karya nya yang tersapu juga oleh air ombak itu kini mereka tertawa bersama melihat tingkah konyol mereka.


"Sudah lah sayang, bukan bakat kita" ucap lelaki gagah itu yang menggunakan pakaian kaos bewarnakan hitam, celana lie pendek dan tak lupa kaca mata hitamnya pada istri kesayangannya itu dan kemudian merebahkan tubuhnya diatas pasir pantai.

__ADS_1


Tasha yang juga telah mendekat pada Arga dan ikut merebahkan tubuhnya disebelah suami nya menatap kearah langit yang dipenuhi oleh awan-awan itu dan memakai sebuah dress sampai kelututnya.


"Mas aku ingin, suatu saat nanti atau beberapa tahun lagi nanti kita dapat berkunjung ketempat ini lagi dan membawa buah cinta kita untuk bermain bersama kita disini dan menikmati tempat ini" ucap Tasha tanpa melihat kearah Arga dan masih menatap kearah awan-awan yang bergerak dilangit itu.


"Hemm" Arga hanya berdehem, walaupun tanpa Tasha minta sekali pun dia pasti akan memberikan yang terbaik bagi istrinya itu, apalagi jika dia juga diberikan karunia oleh Maha Pencipta, dia tidak akan menyia-nyiakannya.


Seliran suara gulungan air ombak dengan cuaca yang sudah menampakkan cahaya matahari yang akan berangsur tenggelam terlihat dari pantulan cahaya kearah air laut itu, Tasha yang masih sibuk dengan air dihadapannya dan melupakan Arga yang sambil duduk diatas pepasiran yang menjadi tempat bersantainya melihat Tasha yang sudah berada ditepian pantai itu, dan hanya memantau Tasha yang tidak ada rasa lelahnya.


Hembusan nafas panjang Arga bersamaan dengan hembusan angin pantai yang menghilangkan segala bebannya, kini Arga bangkit dari tempatnya dan mendekat pada Tasha dibibir pantai itu.


"Nanti kita akan mengunjungi tempat-tempat indah yang lainnya ya sayang. Atau kita akan pergi berkeliling dunia" bisik Arga ditelinga istrinya itu.


Tasha menatap lama bola mata yang sekarang dihadapannya, begitu banyaknya kebahagian yang kini didapatkan nya dari lelaki itu yang selalu saja menebarkan senyuman dibibirnya hingga saat ini.


"Aku akan pergi kemana pun, jika itu bersama dengan mu mas" ucap Tasha seketika mengecup bibir Arga dengan kecupan singkat yang didaratkan nya pada suami nya itu.


Arga yang hanya terdiam dan tersenyum menerima kecupan singkat Tasha kini menyalipkan rambut Tasha disebalik telinganya dan menempelkan wajahnya didalam cerucuk leher Tasha.


Tasha yang merasakan geli dengan wajah Arga yang telah bermain-main dilehernya dan tak jarang juga Arga mencium dan menggigit-gigit kecil dilehernya.

__ADS_1


Selama honeymoon mereka berlangsung, bekas-bekas yang diciptakan baik Arga dan juga Tasha pada lawan mainnya itu, mungkin sudah terlalu banyak namun bekas itu lah yang selalu menjadi sensasi bagi keduanya.


"Mas apa-apan sih" Tasha yang sudah mendorong Arga dengan sekuat tenaganya, namun lelaki itu tidak mengindahkannya dan dorongan yang Tasha lakukannjuga percuma karena tubuh Arga nyaris tidak bergerak walaupun dia tetap melahap leher jenjang istrinya itu.


"Mas malu, disini ada pengawas pulau ini yang memantau kita" ujar Tasha ditelinga Arga.


Tidak sampai dileher Tasha, Arga kini menaikkan wajahnya tepat diwajah Tasha dan melahap lembut bibir Tasha yang lembut dan selalu saja mengacau kan pikirannya itu.


Tasha terkesiap netra nya membulat sempurna, mereka seakan melupakan sesuatu sejenak. Seperti tidak mengenal tempat kedua nya, Tasha juga membalas pagutan suami nya itu menahan lama bibir yang saling menempel. Pagutan lembut yang diciptakan Arga padanya dan menahan tengkuk istri nya seakan menikmati setiap hisapan-hisapan lembut dibibir mereka.


Arga dan Tasha tidak lagi mengindahkan siapapun yang sekarang melihat aksi mereka. Mereka seakan melupakan bahwa mereka sedang menjadi sorotan beberapa pasang mata yang berpura-pura tidak melihat kejadian yang ada dihadapan para penjaga disana yang memang bertugas untuk menjaga pulau itu dari orang-orang pengunjung asing yang berkunjung tanpa izin dari pulau itu. Dan tanpa sadar Arga memberikan sentuhan-sentuhan lembut dibalik punggung Tasha dan menjalari tangannya menyentuh-nyentuh tubuh istri ny itu.


Tangan yang telah melingkar dileher suami nya itu dan Tasha juga telah menjinjitkan sedikit tubuhnya agar memberikan rasa aman pada suaminya. Mereka semakin menaikkan ritme pagutan dari kedua nya. Pagutan yang semakin memanas dan semakin menikmati.


Pikiran Tasha yang sudah mulai dapat mencerna kelakuan tidak senonoh mereka ditempat itu yang tidak wajar diperlihatkan pada orang, kini Tasha mulai menghentikan pagutannya pada Arga suami nya itu dan menjauhkan tubuhnya dari Arga.


Arga sedikit mengkerutkan dahinya menatap Tasha yang telah menjauh dan mengambil tangannya untuk mengajak nya pergi.


"Kenapa sayang?" ucap Arga yang masih tertahan ditempatnya walaupun tangannya sudah ditarik oleh istrinya yang terlihat ingin pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Ini tempat umum sayang" bisik Tasha yang sudah menahan malunya dan bersembunyi dibalik tubuh kekar sang suami.


__ADS_2