
Arga yang sudah rapi dan berpakaian formalnya kini melangkahkan kaki nya mendekat keranjang dimana Tasha yang masih tertidur dengan pulasnya sambil memeluk sebuah guling.
"Hei bocah, bersiap-siap lah kita akan pergi ke appartement saya" Arga yang mengguncang tubuh Tasha yang masih menikmati tidurnya.
"Om ini masih malam, masih gelap. Kenapa cepat sekali kita harus berangkat. Kalau masih semalam ini, itu namanya minggat om" Tasha merasakan guncangan dan ucapan Arga padanya yang masih tetap membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"Kamu buka mata bocah, ini sudah siang. Jika mata mu masih kau tutup, pemandanganmu sampai kapan pun masih tetap gelap" Arga tidak lagi memperdulikan Tasha yang sudah siap ingin pergi kekantornya, sebelumnya dia sudah mengambil sebuah arloji di nakas kamarnya.
Clekk suara pintu kamar sudah mengudara, Tasha yang mendengar suara pintu itu terbuka segera bangkit dari tidur nya dan langsung bergegas kekamar mandi.
"S**l om-om tua itu, beneran ninggalin aku" batinnya yang langsung berlari menuju kekamar mandi.
Tidak berlama-lama didalam kamar mandi dan kembali memakai outfit santainya dengan celana jeans dan baju kaosnya, Tasha langsung bergegas turun menggunakan kubikel besi yang ada dilantai 2 itu menuju lantai dasar tempat dimana ruangan makan milik Herni.
"Pagi tan-. Pagi ma" dengan senyuman yang diciptakan nya Tasha pun masih belum bisa memanggil Herni dengan sebutan mama.
"Pagi sayang, bagaimana hari nya indah?"
Tasha tidak lagi menjawab hanya memberikan anggukkan dan senyuman atas ucapan yang dilontarkan Herni padanya.
"Ma, hari ini aku dan Tasha akan kembali ke appartemen"
"Arga, kenapa cepat sekali. Mama masih rindu dengan menantu mama nak"
Herni menghembuskan nafasnya berat, dan dengan berat hati dia pun akhirnya dengan keterpaksaan Herni harus melepas Arga dan juga Tasha untuk kembali ke appartemen walaupun dia merasakan kesunyian tinggal sendiri dirumah besarnya. Dia kembali membenarkan ucapan Arga jika ingin membawa Tasha untuk bersamanya karena mungkin Arga ingin bertanggung jawab lebih atas Tasha yang kini sudah menjadi istrinya itu.
"Ma, kami pergi dulu ya" kecupnya Tasha pada pipi Herni yang akan berpamitan pada sang ibu mertua selepas mereka menghabiskan sarapan mereka.
"Sering-sering lihat mama ya sayang" usap Herni punggung mantunya yang sekarang menjadi kesayangannya itu.
*
Arga yang sudah melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dengan Tasha yang berada disampingnya dengan memainkan benda pipihnya sambil menatap Arga yang tidak berbicara itu.
__ADS_1
"Om, berhenti di mall depan sana ya" perintahnya pada Arga yang menunjukkan arah depan.
"Mau ngapain. Ini sudah siang, saya harus berangkat kerja. Gara-gara kamu saya terlambat hari ini"
"Sebentar om. Pelit banget sih" Tasha yang sudah menaikkan bibir dan memajukan bibirnya karena tidak mengindahkannya itu.
Arga masih memfokuskan mobilnya. Dia tidak lagi membalas ataupun berdebat dengan Tasha yang hanya akan tidak ada akhirnya.
Tasha yang sudah menerbitkan senyuman dibibirnya cepat melangkahkan kakinya menuju masuk mall setelah Arga memberhentikan dan menuruti keinginan nya.
"Apa yang ingin kamu beli disini" Arga terus mengikuti langkah Tasha yang berada disampingnya sambil memasuki mall yang menjadi pilihan Tasha.
"Saya mau membeli pakaian om. Saya tidak mempunyai pakaian yang tertinggal dirumah orang tua saya, makanya itu kemarin saya menggunakan pakaian om. Jadi jangan berprasangka jika saya menginginkan satu pakaian dengan om. Jika disana ada butik atau toko pakaian, saya juga ogah memakai pakaian om tua"
"Kamu membuang-buang waktu saya" sambil menatap arloji ditangannya, Arga sudah sangat terlambat karena ulah dari Tasha.
"Sebentar om" Tasha sudah masuk ke outlate fashion yang menjadi tempat biasanya dia membeli pakaian disana.
"Mbak Tasha" seseorang pelayan menghampiri Tasha karena Tasha adalah pelanggan tetap mereka dioutlate itu. "Ada yang bisa saya bantu mbak. Oh iya, ini banyak barang baru yang baru saja masuk mbak"
"Terimakasih ya mbak. Oiya sudah pacar baru ya mbak, gak sama yang lama lagi?" bisiknya pada Tasha yang sudah memegang paperbag belanjaannya.
Tasha hanya melemparkan sebuah senyuman kepada para pelayan yang mengenalnya.
"Baik terimaksih ya" Tasha meninggalkan pelayan yang telah melayaninya. Tapi dia juga melihat para pelayan baru yang tidak dikenalnya yang sedang berkusip-kusip menatap ketampanan Arga itu dan memanaskan telinganya.
'Dasar cewek-cewek ganjen' tatapnya meninggalkan wanita-wanita SPG disana dan menghampiri Arga yang tetap sibuk dengan benda ditelinganya sampai sekarang.
"Lama sekali" Arga memasukkan kembali benda yang tadinya digenggamnya kembali kedalam kantong celananya.
"Saya sudah sangat terlambat hanya menemani mu berbelanja hari ini"
"Oh iya, om lihat cewek-cewek disana, mereka memandangi om. Mungkin mereka suka dengan om. Om bisa mengencani salah satu dari mereka" Tasha yang sudah mendekat pada Arga dan menatap ke SPG tadi yang masih berdiri dan menatap Arga.
__ADS_1
Arga menggandeng tangan Tasha dan langsung membawa Tasha keluar dari outlate itu dan mengambil paperbag-paperbag dari tangan Tasha.
*
Sesampainya mereka di appartemen Arga yang berada dilantai 16, Arga dan Tasha memasuki kedalam ruangan milik Arga itu.
Tasha yang sudah lelah memilih menjadi tempat tujuan utamanya adalah sofa yang berada didekat dapur diappartement Arga yang tidak terlalu besar.
"Ini koper kamu letakkan di kamar sebelah ruangan yang berada disana." tunjuk Arga sebuah ruangan yang seperti baru direnovasi itu.
"Disini ada 3 ruangan, satu kamar saya, satu kamar kamu, dan satunya lagi adalah gudang. Dan kamu jangan coba-coba memasuki gudang yang telah saya larang itu"
Tasha mengedarkan pemandangannya keseluruh ruangan didalam apartemen milik Arga itu, termasuk ruangan yang telah Arga tunjuk sebagai kamar yang akan ditempatinya.
"Itu ruangan apa?" tunjuknya sebuah ruangan yang seperti ruangan utama didalam appartement itu.
"Itu kamar saya, jadi kamu tinggal dikamar yang telah saya sediakan" Tasha berkerut dahi menatap Arga dan memajukan bibirnya.
"Saya mau kamar yang berada disana. Dan anda yang tinggal di kamar yang sana" tunjuknya kamar utama yang akan ditempati Tasha dan kamar yang baru direnovasi kamar yang akan ditempati Arga.
"Saya tuan rumah ditempat ini. Jadi apapun itu, peraturan saya yang membuatnya" tegas Arga pada Tasha yang telah berlari pergi sambil menarik kopernya.
"Saya tidak mau" jeritnya yang telah meninggalkan Arga menuju kamar utama itu.
Brukkkkkkkk
Suara pintu yang ditutup dengan keras oleh Tasha yang kini dia sudah masuk kedalam sana dan mengkuncinya.
Arga yang sudah mendekat tersenyum sinis dan membuka pintu kamar dengan kunci duplikat miliknya.
"Kamu pikir ini rumah mu apa, bisa seenaknya aja" gumamnya sambil menutar handel pintu dan sudah mendorongnya.
Tasha yang sudah berbaring diranjang king size milik Arga pun terperangah melihat Arga yang telah masuk kedalam kamar itu.
__ADS_1
"Jika kamu tidak mau tinggal dikamar yang telah saya sediakan, berarti kamu bersedia untuk tidur bersama saya dan jangan salahkan saya jika kamu akan menjadi mangsa saya" tatapan sinis Arga membuat Tasha takut dan menciutkan nyali nya untuk mempertahankan kamar yang diinginkan nya.
"Ihhhh ogah" sambil bangun dari tempat tidurnya Tasha sudah berdiri dan membawa kopernya kembali menuju kamar yang telah disediakan Arga untuknya.