Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
93. Menunggu Kepulangan


__ADS_3

"Selamat pagi Om nya Adhisti. Hemmm om sudah rapi mau kemana?" Tanya Tasha yang sedang menggendong keponakan kecilnya itu baru saja masuk kedalam kamarnya dan Arga.


Arga yang masih berdiri kearah kaca yang berada dimeja kamar Istrinya itu memakai sebuah kemeja kantor yang memang ditinggalkan nya beberapa pasang perlengkapan kantornya bersama dengan jas dikediaman sang mertua.


"Hey cantik, sudah bangun" ambil Arga keponakan istrinya itu dari gendongan Tasha.


"Om kerja dulu ya, sore om pulang kerja kita main kembali ya sayang" cium Arga pipi bayi putih itu dalam dekapannya.


Tasha yang didepan suaminya itu merapikan kerah kemeja yang telah dikenakan Arga dengan tatapan penasaran.


"Bukan nya masih libur mas?"


"Joe sedang tidak ada disini sayang, ada beberapa berkas yang harus diselesaikan" ujar Arga sambil mencium juga kearah pipi sang istri.


"Adhisti main kekamar om dan onty udah ijin sama mama papa kan sayang? Nanti mama khawatir cariin Adhisti kemana-mana"


"Mas, harus sekarang juga ya kerja nya. Gak bisa ditunda gitu, sepertinya Adhisti juga ingin bermain dengan mas. Iya kan sayang?" elus Tasha pipi ponakannya yang tersenyum dengan sebuah bando dikepala rambut tipisnya.


"Benarkah Adhisti ingin bermain dengan om sayang ? Hemmm baiklah, kita bermain dulu ya sebelum om pergi" tutur Arga yang membawa bayi mungil itu keatas ranjang mereka disusul dengan Tasha yang juga ikut bermain dengan ponakan dan juga suaminya itu.


Tidak seperti seorang om dan tante, Arga dan juga Tasha memperlakukan anak dari adik Tasha itu seperti putri mereka sendiri seperti mengajak Adhisti berbicara, mengecupi wajah gadis mungil itu, dan bermain dengan benda-benda yang aman sebagai mainan putri kecil itu.

__ADS_1


Bukan cuma itu saja, terkadang Tasha yang geram sendiri melihat pipi tembem gadis itu mengarahkan wajahnya pada gadis mungil itu seperti ingin sekali menggigitnya.


"Onty sakit" ujar Arga lalu mengambil bayi itu dari pembaringannya yang masih dalam dekapan Tasha.


"Aku gemes mas, lihat lah pipi Adhisti itu sudah seperti kue bakpao" ujar Tasha mengambil kembali putri kecil itu yang tadinya dalam pelukan sang suami kini kembali lagi meletakkan nya diatas tempat tidur mereka.


Beberapa jam telah berlalu dengan mereka yang mengajak Adhisti seorang bayi yang hanya bisa tertawa dan belum dapat bersuara itu dengan mengangkat tangan dan juga kaki nya saat Tasha dan Arga mengajak bayi mungil itu bermain.


Setelah waktu juga bergerak maju, Arga yang kembali mengendong tubuh mungil itu untuk turun kelantai dasar bersama dengan Tasha membawakan jas kerjanya yang berada disampingnya menuju kearah ruangan meja makan besar dirumah itu.


Terlihat disana keluarga besar dari Tasha yang sudah berada diruangan itu, baik kedua orang tua nya dan juga adik beserta suaminya telah lebih dulu menyantap sarapan.


Sebelumnya Tasha dan juga sang adik yang masih pagi-pagi sekali mereka memasak makanan untuk sarapan keluarga mereka dan sesudah selesainya dari kegiatan mereka didapur, mereka kembali lagi kekamar masing-masing.


"Udah sangat cocok ya kan dek sekarang mas Arga gendong bayi nya. Mama tidak tau aja ketika hari pertama Adhisti lahir dan mas Arga bingung memposisikan kepala Adhisti. Dan mama tau apa yang terjadi, mas Arga menenggelamkan wajah Adhisti kedalam pelukan mas Arga sehingga Adhisti sulit bernapas dan menangis. Untung aja oma dan opa nya gak lihat" goda Tasha pada suaminya itu dan lebih dulu untuk duduk dikursi yang tersedia untuk nya dan sang suami.


"Nama nya juga pertama kali kak, itu hal yang wajar. Tapi kan kakak ada disitu dan memberikan bimbingan cara-caranya" ujar Lita yang membela mantunya itu.


Arga yang meletakkan gadis mungil itu kesebuah baby bouncer dengan banyaknya mainan yang bergantung dikursi duduk bayi itu yang telah disediakan disamping kursi tempat duduk Dewi dan melangkah menuju kursi yang berada disebelah Tasha untuk makan bersama dengan keluarga sang istri.


"Pagi pa ma" sapa Arga pada Lita dan Erik kedua mertuanya itu.

__ADS_1


"Pagi Arga. Mari kita sarapan Nak" ajak Lita pada mantunya dari putri sulungnya.


"Kerja Arga?" ujar Erik pada sang mantu yang baru saja datang dengan pakaian kantor.


"Iy pa. Maaf ya pa ma, dihari libur ini saya sudah harus kembali untuk bekerja" ambil Arga piring yang telah disedia kan istrinya itu dengan menu sarapan yang tersaji dimeja makan itu.


"Mama dan papa sebenar nya tidak masalah Arga karena itu kan sudah menjadi tanggung jawab. Oh iya, kakak juga ikut pulang dengan Arga?" sambung sang mama menanyakan pada sang putri.


"Natasha tidak ikut ma, kami beberapa hari kedepan akan menginap lagi disini" ujar Arga yang menatap kearah sang istri yang dia ketahui jika istrinya itu juga masih berat untuk pulang kerumah mereka dan meninggalkan kembali orang tua nya yang sudah lama tidak bertemu.


"Syukur lah, mama dan papa juga masih sangat merindukan kalian semua disini. Ini adalah waktu yang mama tunggu-tunggu ketika pulang seperti ini bisa satu meja makan lagi bersama putri-putri mama dan mantu-mantu mama apalagi sekarang sudah ada bonus si kecil" dengan manik yang berkaca-kaca dan Lita juga tidak menyangka sampai hari ini dia dan sang suaminya masih diberikan kesehatan untuk dapat melihat orang-orang yang mereka sayangi.


Seketika meja makan yang tadinya bersuara sekarang hening karena seluruh yang ada dimeja makan itu menikmati sarapan mereka dan sesekali juga Erik membuka suara kepada kedua mantu-mantunya itu yang tidak jauh dari pembahasan tentang bisnis yang diketahui ketiga lelaki itu sama-sama bergelut didunia bisnis dan pengusaha.


Beberapa saat kemudian semua telah selesai dari sarapan mereka dipagi itu dan Arga juga bangkit terlebih dahulu untuk pergi dan juga telah berpamitan pada kedua mertuanya itu.


"Riko abang pergi ya" tepuk Arga bahu Riko suami dari Dewi adik iparnya.


"Iya bang"


Arga yang juga berhenti disebuah baby bouncer gadis mungil itu kembali memberikan sebuah sapaan. "Om pergi dulu ya sayang" elus Arga pipi kemerahan putri kecil yang terlihat bermain disana.

__ADS_1


Tidak lama Arga yang juga sudah berada diteras rumah besar milik mertuanya itu didampingi dengan Tasha membawakan jas yang dibawanya tadi dari kamar mereka untuk melepas kepergian suaminya itu pergi bekerja.


"Tunggu mas pulang ya sayang" kecup Arga pada kening dan juga pipi sang istri dan terakhir adalah sebuah kecupan tempat dimana sang bayi sekarang masih berada.


__ADS_2