Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
85. Permintaan Tidak Tepat


__ADS_3

"Selamat pagi bumil, cerah sekali pagi ini, sudah diizinkan om suami mu untuk kembali bekerja" ucap Linda yang juga baru tiba sampai kantor mereka, menyapa Tasha yang juga baru keluar dari mobil suami sahabatnya itu.


"Seperti itu la, tapi banyak larangan dan aturan yang dipesankan mas Arga pada ku. Seperti ini lah salah satu contohnya" tunjuk Tasha sebuah bekal-bekal makanannya yang menenteng ditangannya ketika keluar dari mobil sang suami.


Arga yang sengaja membuatkan 5 box bekal makanan yang tadinya berisikan buah-buahan yang berbeda itu untuk dimakan sang istri menemani aktifitas Tasha yang tidak ingin makan itu.


"Benarkan kata ku jika kamu itu sedang mengandung. Kamu yang kebanyakan tidak percaya dengan ku" sambung Linda sambil membawa Tasha memasuki kubikel besi yang telah beberapa karyawan lain menunggu pintu itu terbuka.


"Ya awal nya aku juga tidak menyangka jika hamil Lin, karena tanda-tanda kehamilan yang ku tau ketika Dewi kemarin mengandung itu dia selalu saja ingin bermanja dan dekat dengan Riko. Sedangkan aku malah kebalikannya, malas jika didekat-dekatin dengan mas Arga bahkan menatap wajah mas Arga aja aku serasa bosan dan bawaan nya kesel mulu dan yang lebih parahnya ingin rebahan aja" ucap Tasha masih dirangkul oleh Linda sahabatnya itu.


"Setiap kehamilan orang itu berbeda-beda Sha, bahkan kehamilan anak pertama dengan anak kedua saja berbeda. Jadi tidak bisa jadi tolok ukur pembawaan seseorang ketika dia itu sedang mengandung atau tidak" ucap Linda yang seperti nya banyak sekali memahami sesuatu tentang kehamilan.


"Hemm nikah saja belum, udah banyak pengetahuannya" senggol Tasha lengan Linda dan membawanya memasuki lift yang telah terbuka itu.


*


Didalam perjalanan setelah Arga mengantarkan sang istri kekantor yang menjadi tempat bekerja Tasha, kini Arga baru saja sampai dibasement parkiran kantor miliknya.


Langkah kaki yang telah memasuki perusahaan yang sudah sangat lama didirikan nya itu dan kini langkahnya telah sampai diruangan kebesarannya.

__ADS_1


Assisten nya Joe beberapa hari ini tidak berada bersamanya karena dia sedang menangani sebuah proyek diluar Kota bersama dengan sekretaris baru nya itu.


Walaupun Keyla adalah seorang sekretaris baru nya saat ini, namun Joe lah yang lebih sering terlibat bersama dengan Keyla dalam berbagai urusan kantor. Bahkan hingga sampai hari ini, Arga yang sangat jarang berada dikantornya dan terlibat langsung dengan pekerjaan-pekerjaan bersama dengan sekretaris baru nya.


Beberapa jam berlalu, Arga yang telah kembali berkutik diipad lipatnya dengan pekerjaannya, dan tidak lupa juga dia memeriksa semua pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan oleh Joe walaupun dari kejauhan yang tidak pernah mengecewakannya.


"Hallo sayang, mas tidak bisa menjemputmu untuk makan siang bersama hari ini, karena sekarang mas ingin melakukan meeting bersama dengan clien mas dari luar Negeri. Oh iya, kamu sudah makan siang?" panggilan seluler yang Arga sambungkan pada istrinya sambil melangkahkan kaki besarnya menuju kelantai dimana ruangan meeting itu akan dilaksanakan.


"Hemm aku belum berselera untuk makan sayang. Buah-buahan yang mas bawakan ini saja masih ada dan belum habis" ucap Tasha yang terdengar sedang memakan makanan didalam mulutnya.


Selama kehamilan sang istri sampai saat ini yang Arga yang memang tau jika sang istri nya itu belum juga mau untuk memakan nasi, dan hanya bisa memakan buah-buahan saja, maka dari itu lah dia membawakan banyaknya kotak-kotak bekal buah-buahan untuk sang istri.


Tasha yang juga tidak tau kenapa, tapi memang itu lah kenyataannya. Bahkan mencium aroma-aroma yang berbau masakan saja kepalanya langsung pusing, mual dan ingin muntah. Karena itu lah akhir-akhir ini dia tidak ingin lagi kedapur dan hanya menemani suaminya itu untuk makan dimeja makan dan sekuatnya dia berusaha untuk tidak mual.


"Hemm" Tasha hanya berdehem menatap kotak-kotak buah-buahan nya yang ada dihadapannya bersama dengan Linda disampingnya.


"Mas sudah sampai diruang meeting, I love you sayang" ucap Arga merindukan istrinya itu walaupun baru beberapa jam tidak dilihatnya.


"Semangat suami ku. Love you too" panggilan itu pun terputus bersamaan dengan kegiatan mereka masing-masing dan ditempat yang berbeda.

__ADS_1


Linda yang ada bersama dengan sahabatnya itu merasakan kecemburuan terhadap apa yang dirasakan Tasha saat ini. Bukan dia merasakan sebuah kecemburuan karna dia adalah seorang Natasha yang terlahir dari keluarga kaya, tapi dia cemburu memiliki seorang suami yang sangat perhatian dengannya bahkan diawal-awal pernikahan sahabatnya itu saja, Arga dengan setianya menunggu Tasha pulang bekerja walaupun belum ada cinta dari keduanya. Namun berbeda dengan dirinya yang sampai saat ini saja dia belum juga memiliki pasangan apalagi suami.


"Hemm romantisnya yang sekarang sudah ingin menjadi orang tua" tuturnya Linda sambil memakan bungkusan makanan yang sebelumnya juga dia baru membelinya itu.


*


Hari demi hari telah bergerak maju, didalam rumah besar milik Arga dan Tasha dan disalah satu ruangan kamar yang biasa mereka tempati untuk melepas lelah bersama walaupun Tasha yang sedang mengandung namun mereka tidak dapat menunda sebuah gejolak dari keduanya tetapi tidak lah sesering dulu ketika sang istri belum diketahui kehamilan nya.


Apalagi Arga saat ketika pertama kalinya mengetahui jika sang istri sedang mengandung, dia bahkan tidak melakukan sebuah hubungan pada istrinya itu karena takut untuk menyakiti sang anak.


Sentuhan mereka lakukan selalu dilakukan dengan sangat pelan dan lembut mengingat sang buah hati sudah ada didalam perut istrinya itu.


Sudah hampir satu jam mereka di dalam keindahan perc****n, hingga akhirnya kini saat yang ditunggu tiba dengan sangat hati-hatinya Arga pada istrinya itu.


Tasha yang hanya mengikuti alur dari sang suami nya itu, menjadikan Arga yang mendominasi semuanya dalam membimbing Tasha sehingga membuat nya semakin tersenggal-senggal dalam bernafas ketika bibir mereka masih menyatu disana.


"Sakit sayang?" Bisik Arga istrinya itu, takut terlalu menyakiti sang calon buah hati mereka.


"Tidak hanya saja aku mengidam kan sesuatu sayang" ucap Tasha menatap suaminya itu dengan tatapan sendu.

__ADS_1


Diwaktu yang tidak tepat dengan permintaan sang istri nya itu, Arga mengerutkan dahinya mendengar ucapan sang istri membuat sakit dikepalanya ditambah rasa sakit yang dirasakannya ketika masih dalam penahanannya.


"Hemm kamu sedang mengidamkan apa sayang?" ucap Arga yang sudah berusaha mengembalikan kekuatannya yang tiba-tiba hilang.


__ADS_2