
Cahaya matahari sudah menembus kekamar Tasha. Tasha dan Arga yang merasakan kelelahan membuat mereka menjadi kesiangan bangun.
"What the hell" Tasha yang bangun lebih awal dari Arga merasakan sakit badan sekujur tubuhnya karena harus tidur disofa dan mengalah dengan Arga yang tidur diranjang miliknya. Tidak ada yang terjadi dilakukan mereka malam tadi seperti pengantin baru biasanya. Tasha yang sudah merasa takut dengan Arga langsung memilih untuk turun dari ranjangnya dan berpindah ke sofa.
Tasha mengedarkan pandangan nya keluar jendela yang sudah menampakkan teriknya matahari dipagi menjelang siang itu.
"S****n ni om-om, udah tidur enak-enakan ditempat tidur, malah dia yang bangunnya lama" Tasha langsung bangun dari tidurnya yang disofa, mengingat orang tua dan adiknya pasti akan berpikiran macam-macam pada mereka mengingat mereka adalah pengantin baru.
Tasha melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi yang sebelum nya dia telah mengambil pakaian yang akan dikenakannya, tidak ingin kejadian malam tadi terulang kembali.
"Awas aja ya om setelah aku nanti keluar dari kamar mandi, om masih enak-enakan tidur" sengitnya pada Arga yang masih tertidur pulas.
Tidak lama setelah Tasha merapikan pakaian nya didalam kamar mandi, Tasha kembali menuju dimana Arga yang masih tertidur dengan pulasnya menelentangkan kedua tangannya di atas kasur, dengan kaki yang terbuka.
Tasha kembali berjalan mendekat pada Arga dan terus mengguncang tubuh kekar Arga untuk membangunkan nya.
"Om-om bangun. Udah siang" pekiknya tepat di telinga Arga. Arga langsung membuka kan mata nya sipit yang baru bangun tidur.
"Om bangun. Orang-orang dibawah pasti nungguin kita"
Arga langsung menarik tubuh Tasha dan menjatuhkan nya ke d**a bidang nya yang masih terbaring diatas ranjang. Tasha terpaku jantung Tasha serasa sudah tidak pada tempatnya lagi. Nafas nya sudah tidak teratur yang berada diatas d**a Arga.
Sekuat tenaga Tasha bangkit dari d**a Arga yang memeluknya dengan kuat.
"Om lepasin"
"Apa alasan saya untuk melepaskan mu" Arga tersenyum sinis.
__ADS_1
"Om keluarga saya bisa mikir macam-macam tentang kita"
"Emangnya kenapa kalau kita bangun kesiangan, mereka kan bisa berpikir kalau kita telah menghabiskan malam panas kita tadi malam dan kelelahan seperti apa yang dilakukan pengantin baru dimalam pertamanya" Arga tersenyum melirik pada Tasha yang berada tepat diatas d**a nya. Dicium nya wangi sabun yang segar ditubuh Tasha yang baru selesai mandi.
Tasha berpikir sejenak membenarkan atas ucapan Arga. Tapi pernikahan mereka bukan lah pernikahan normal yang biasa dilakukan pada orang-orang yang baru saja menikah.
"Om tidak lucu. Itu tidak akan terjadi" wajahnya mendungak menatap ke arah Arga. Tasha terus memukuli d**a bidang Arga yang kekar.
Arga serasa menang karena telah berhasil menakut-nakuti Tasha. "Pagi-pagi sudah mendengar suara istri yang memekak kan telinga" bisiknya ditelinga Tasha yang tertutup oleh rambutnya, dan segera pergi meninggalkan Tasha menuju kamar mandi.
"Anda mau bermain-main dengan saya ternyata Tuan Arga. Kita lihat saja kelanjutannya dan akan kita mulai peperangan ini sebentar lagi" Tasha menatap kearah pintu kamar mandi yang sudah tertutup. Saat ini dia tidak mempunyai ide untuk membalas dendam dengan Arga karena mereka masih berada disatu rumah dengan orang tuanya.
Tasha yang kelaparan karena dari semalam tidak selera untuk makan turun terlebih dahulu ke meja makan.
"Selamat siang kak. Wah bangunnya siang banget ya. Bagaimana tidur malam nya indah kah ?" ejek sang adik sambil tersenyum yang ingin mengambil minuman dan cake.
"Dek, mama mana. Kenapa rumah sepi" Tasha yang sedari tadi mengedarkan pandangan nya mencari-cari dan tidak melihat penghuni rumah itu.
"Ada kak. Di kolam ikan"
Tasha sudah membawa makanan nya menuju ke kolam dimana orang tua nya dan juga Riko adik iparnya berada. Begitu juga dengan Dewi yang membawa jus dan cake untuk keluarganya.
"Hallo ma pa. Selamat siang" ucap Tasha yang begitu malu nya dia pada orang tua nya karena dia tidak ikut sarapan dengan keluarga nya.
"Baru bangun Sha. Arga mana, kenapa gak makan bareng sama kakak" ucap Lita pada putrinya.
"Dikamar ma masih mandi" Tasha yang sudah siap untuk menyuap nasinya ditahan sang mama.
__ADS_1
"Sha, jangan makan dulu. Gak baik kita sebagai wanita yang sudah punya suami makan sendiri-sendiri Sha, tunggu Arga aja ya makan Sha"
Tasha menarik nafas berat, rasanya dia yang sudah lapar harus menunggu Arga yang tidak tau rimba nya sekarang.
Tasha yang sudah jengah menunggu Arga yang sudah terlalu lama didalam kamar pun bangkit dari tempat duduknya.
"Ini dasar ya om-om, baru lagi sehari menikah sudah merepotkan" gumamnya sambil melangkahkan kaki nya menaiki undukan anak tangga menuju kamarnya. Tasha yang tidak melihat Arga yang juga sudah turun menuju lantai dasar memberhentikan langkahnya karena Arga sudah dihadapannya tepat dipertengahan anak tangga.
"Mau apa bocah tengil. Rindu dengan saya" Arga melanjutkan langkahnya turun dan tersenyum sinis melihat kearah Tasha.
Tasha membalikkan badannya menatap kepunggung belakang Arga yang sudah jauh turun beberapa anak tangga dari Tasha.
"Andai saja m******h seseorang itu tidak berdosa. Mungkin saya sudah melakukan nya Tuan"
"Ngapain masih disitu nyonya Arga. Sini turun" perintah Arga pada Tasha yang seolah mengejeknya.
Tasha mengikuti perintah Arga. Dia takut jika orang-orang yang ada dirumah melihat mereka tidak pernah berdamai.
Tasha dan Arga yang sudah bergabung dengan keluarga Tasha, yang sebelumnya Arga juga sudah mengambil makanannya didapur. Dan tidak disangka Tasha dibuat shock pada permintaan sang papa jika mereka menginginkan cucu dari mereka berdua.
"Tasha Arga, ini bukan hanya keinginan papa saja. Tapi mama mu juga Arga, pasti menginginkan hal yang sama dengan papa. Jika kalian menundanya, kapan lagi kami bisa menikmati bisa bermain dengan cucu-cucu kami"
Tasha dan Arga bertatapan. Bagaimana mungkin mereka menuruti permintaan orang tua mereka kali ini. Apalagi dengan Tasha yang sampai sekarang belum menerima jika dia sudah menjadi seorang istri.
"Doain aja ya pa. Semoga dipermudah" Tasha yang masih melirik Arga sambil tersenyum dengan ucapan nya.
"Ini tiket buat kalian berdua dari mama mu Arga. Tadi beliau kesini, tapi tidak bertemu dengan kalian berdua" Erik memberikan kertas itu pada Tasha yaitu sebuah kertas-kertas honeymoon sebagai kado pernikahannya pada sang putra dan menantu kesayangannya.
__ADS_1
Tasha menelan ludahnya saat mengambil uluran yang diberikan sang papa pada nya. 'Kado apa lagi ini Tuhan yang Engkau berikan pada ku' bathin nya yang sudah tau itu adalah sebuah tiket penginapan honeymoon untuk mereka.