
Tasha dan Arga hanya menyerahkan semua nya kepada dokter yang menangani sang istri jika memang Tasha tidak dapat melahirkan secara normal, maka mereka juga tidak akan memaksakannya dan akan mengikuti saran yang jika itu harus melakukan sebuah operasi asalkan bagi Arga kedua orang yang dicintainya itu dapat selamat dalam proses persalinan itu.
Sebelumnya Tasha yang awalnya dinyatakan oleh dokter akan menjalini sebuah operasi caesar namun dalam beberapa saat sebelum operasi itu dilakukan, Tasha mulai merasakan kontraksi dengan tanda-tanda dalam kehamilannya yang dinyatakan kembali bahwa dia dapat melahirkan dengan secara normal.
"Mas sakit" ujar Tasha pada Arga yang selalu menemani istrinya itu sejak mereka datang kerumah sakit itu.
"Jika sayang tidak kuat dengan rasa sakitnya lagi bilang ya. Mas akan berkonsultasi kembali dengan dokter" ujar Arga dan menciumi jemari-jemari sang istri.
Sejenak Tasha yang sedang menahan rasa sakit dibagian sekujur punggung dan tubuhnya menatap kearah sang ibu yang juga telah berada disamping kanannya.
"Ma, maafin kakak atas kesalahan kakak semasa kakak menjadi anak mama, mungkin ini juga yang mama rasakan pada saat akan melahirkan kakak" titikan air mata Tasha yang jatuh tak dapat terbendung lagi pada sang mama yang juga telah hadir dan menemaninya disana.
Kedua orang tua mereka yang telah berada dirumah sakit karena sebelumnya Arga telah memberi kabar, baik itu orang tuanya maupun orang tua istrinya tentang kondisi Tasha. Dan saat sekarang ini Tasha yang akan melakukan proses persalinan itu sedangkan Lita dan juga Herni yang tadi nya bergantian masuk menjaga dan memberikan semangat pada Tasha, namun Herni meminta untuk Lita lah yang kemudian menjaga putrinya itu karena bagaimana pun kekuatan doa orang tua kandung lebih memberi energi pada Tasha disaat-saat seperti ini.
Arga yang menemani Tasha juga dalam persalinan anak pertama mereka ini, membuatnya terlihat sangat cemas dan tegang. Cakaran kuku-kuku Tasha yang jangan ditanya lagi sudah terlihat banyaknya luka-luka dibalik kedua lengannya yang tidak seberapa dengan sakit yang dirasakan istrinya dan tidak dapat membayangkan bagaimana rasa sakit yang dirasakan istrinya itu untuk memberi jalan kelahiran bagi kelangsungan hidup seorang anak manusia yang akan tumbuh nantinya.
"Mas" ujar Tasha yang terus dibimbing oleh dokter yang sedang menanganinya sekarang ini.
Arga tidak dapat lagi berkata, dibalik sudut matanya sudah terdapat genangan air mata yang tertahan dan menggenggam tangan istrinya itu yang sudah dipenuhi oleh keringat dingin ditelapak tangannya.
'Maaf kan mas sayang' bathin Arga menatap Tasha dengan wajah yang telah memerah sambil mengatur nafasnya.
__ADS_1
Beberapa jam telah berlalu, dengan Tasha yang juga terlihat sudah lemah karena kahabisan tenaga diwaktu yang bersamaan juga terdengar suara tangisan bayi mengudara diruangan yang ditempati Tasha, sang ibu yang tadinya berjuang untuk melahirkan buah cinta nya yang 9 bulan menjadi bagian di tubuhnya dan sekarang telah terdengar suara yang dirindukan oleh Tasha dan juga Arga.
Seketika suara yang ditunggu-tunggu itu terdengar ditelinga Arga yang biasa nya dia hanya mendengarkan detak jantung sang buah hati dibalik monitor dokter sekarang ini dia dapat langsung mendengarkan tangisan itu seketika air mata yang ditahannya tadi tumpah dan dia juga menghujami sebuah kecupan diwajah istrinya.
"Terimakasih sayang" tanpa henti-hentinya Arga berterimakasih pada sang istri yang sudah sangat berjuang demi sang buah hati mulai dari kehamilan di trimester pertama dan berakhir pada proses persalinan yang mempertaruhkan sebuah nyawa nya untuk kelahiran sang buah hati.
Setelah beberapa saat kemudian, sesuai dengan keyakinan Arga dan Tasha dengan kelahiran seorang anak berjenis laki-laki, Arga menjalankan sebuah kewajiban sebagai seorang ayah dari anak yang baru lahir yaitu mengazankan putra nya.
Berposisikan dengan menghadap kearah kiblat dengan tangan yang begitu bergetar, dan belum menyangka diumurnya yang sekarang ini, dia telah mengendong sendiri darah dagingnya dan melihat wajah bayi yang belum mengenal apa pun itu. Dan Berkali-kali juga butiran air mata Arga jatuh saat selesainya dia mengumandangkan lantunan azan tepat ditelinga putra pertama nya.
Setelah Arga yang menyelesaikan kewajibannya pada putra pertama mereka, kini Arga memberikan bayi mungil yang berkulitkan kemerahan itu pada sang istri untuk memberikan asi pertamanya pada sang bayi.
Arga yang berada dipinggiran tempat tidur yang digunakan Tasha, merangkul tubuh istrinya itu dan mengelus pipi halus baru lahir sang putra yang sekarang berada ditengah-tengah kebahagian mereka berdua.
*
Beberapa saat setelah, Tasha yang telah dipindahkan kesebuah ruangan lain setelah proses persalinan, kini keluarga besar Arga yaitu sang ibu maupun keluarga besarnya yang juga hadir kedua orang tuanya, adik beserta keluarga kecilnya telah berada diruangan itu untuk menyambut kelahiran putra pertama dari mereka.
Apa lagi bagi Herni ini adalah cucu pertamanya yang membuatnya menjadi antusias diusianya yang senja masih dapat bertemu dengan cucu dari anak lelakinya.
Berbeda dengan Lita, yang sudah diketahui ini adalah cucu kedua mereka sehingga Lita dan Erik memberikan kepada Herni untuk terlebih dahulu menggendong cucu mereka dan bagaimana pun, memang Herni lah yang sebenarnya lebih berhak karena Herni adalah dari pihak laki-laki.
__ADS_1
"Arga apakah kamu telah menyiapkan namanya untuk putra kalian?" tanya Herni yang sedang menggendong cucu nya yang terlihat sedang tertidur.
"Kenzie ma, aku mau memakaikan nama Kenzie pada nama awal anak kami ma. Apakah mama, papa dan mama Lita juga mempunyai nama sambungan untuk Kenzie?" ujar Arga yang mengingat kembali ketika malam tadi setelah dia dan sang istri membahas tentang nama anak mereka dan Tasha hanya menyarankan anak perempuan saja dan sebelumnya juga dia sebenarnya telah menyiapkan beberapa nama baik itu untuk nama anak perempuan maupun anak laki-laki.
"Bagaimana sayang, apakah kamu setuju dengan nama anak kita Kenzie" Tanya Arga kembali sang istri yang mungkin juga tiba-tiba sudah memiliki nama lain untuk buah hati mereka.
"Kenzie? Sepertinya aku setuju dengan nama yang mas beri"
Erik, Lita dan Herni yang sepakat untuk menyerahkan nama cucu mereka kepada Arga dan Tasha, karena orang tua manapun pasti akan menyematkan nama yang baik untuk bayi mereka yang baru lahir.
"Baiklah pa ma, kami bedua sepakat akan memberi nama Kenzie Daffin Reywinston pada nama putra kami"
.
.
.
.
Muti sangat banyak berterimakasih pada semua pembaca yang telah membaca karya Muti sampai sejauh ini kakak ❤❤. Dan terimakasih juga tanpa dapat terbalas kan kepada semua kakak readers yang telah banyak memberikan dukungan like, komen, vote, rate dan hadiah-hadiahnya hingga sejauh ini 🥰🥰🥰
__ADS_1
Muti juga akan memberikan Extra Part nya untuk novel ini, ditunggu aja ya kak. Terimakasih telah berkunjung kak 🤗🤗🤗
Sampai jumpa dikarya-karya Muti selanjutnya kak 😘😘