Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
7. Seperti Mengenal


__ADS_3

Disebuah mall Tasha dan Dewi baru saja selesai menonton sebuah film di sebuah bioskop disana. Setelah keluar dari bioskop mereka menaiki sebuah escalator dan singgah disebuah outlate brand ternama untuk mencari barang disana.


Tasha dan Dewi memasuki sebuah brand yang mereka tuju dan melihat barang apa yang akan mereka beli.


"Koleksi barunya sebelah mana ya mbak" tanya Dewi pada salah satu penjaga disana yang sedang berjaga.


"Sebelah sini mbak" penjaga itu menunjukkan tempat barang koleksi mereka.


Tasha dan Dewi mengedarkan pandangan mereka, dan melihat koleksi yang akan mereka beli.


"Kakak, ini barang yang aku ingin kan" ambil Dewi sebuah jenis sepatu kitten heels yang memiliki ciri high heels yang bersiliet ramping bewarna peach.


"Hemm cantik" manik Tasha masih memilih koleksi barang yang dia inginkan.


"Oh iy kak. Kakak mau kita samaan ? " dengan senyumnya Dewi lihat sang kakak. Dewi paling suka melihat wajah kakak nya yang sedang merungut karena Tasha memang paling anti kalau barang-barang mirip dengan sang adik.


Tasha dan Dewi sudah keluar dari beberapa outlate dengan paperbag barang mereka masing-masing.


Setelah lelah berbelanja Tasha dan Dewi turun dari escalator dan menuju sebuah restauran yang ada di dalam mall itu.


Mereka memilih duduk dibagian dalam restauran yang lebih privacy, duduk disebuah sofa dan meletakkan barang belanjaan mereka diatas nya.


Tasha dan Dewi mulai memilih makanan yang akan mereka makan untuk makan malam.


Mereka memilih makanan yang sama yaitu sebuah makanan steak yang menjadi menu makan malam mereka setelah setengah harian berada dimall dan berhenti untuk mengisi perut mereka.


"Dek, nanti sebelum pulang, kita singgah ketoko buku ya. Ada buku yang mau kakak beli"


"Loh kak, itu kan ada di lantai 5 kak, tadi perasaan udah kita lewati"

__ADS_1


"Iya, kakak baru ingat sekarang" lihat Tasha pada Dewi


"Lagian kamu ngajak kakak jalan mendadak. Kakak ya mana ingat apa-apa yang mau kakak beli. Oh iya parfum kakak juga dek, kakak juga lupa kan mau beli parfum. Hemmm" kesal Tasha yang melupakan barang yang lupa dibeli nya.


Dewi menaikan satu alis nya sambil berdehem memberikan isyarat iya kepada sang kakak.


Sambil menunggu makanan mereka. Tasha dan Dewi memainkan benda pipih ditangan mereka masing-masing.


Tasha yang membuka sosial media nya mulai menstalking sang mantan untuk melihat kehidupan mereka sekarang. Sebenarnya Tasha selama ini masih sering mengintip-ngintip akun sosial Farhan ataupun Siska menggunakan akun lain yang bukan nama nya.


Diakun real Tasha semua akun yang memiliki perteman dengan Farhan sudah Tasha blokir. Bahkan nomor Farhan sudah dia blokir sehingga baik Farhan maupun Tasha tidak dapat melihat ataupun berhubungan didunia sosial media.


Dewi yang penasaran dengan raut wajah sang kakak yang tiba-tiba memerah itu dan menampakkan wajah sedih nya, mulai curiga dengan apa yang dilihat nya di benda genggam yang dipegang sang kakak.


Tidak menunggu lama sang adik bangkit dan berpindah duduk disebelah sang kakak. Tapi Tasha tidak menyadari jika Dewi sudah pindah dan berada disamping nya.


Dewi melihat sang kakak membuka akun sosial Siska. Jelas disana menampakkan sebuah pernikahan Farhan dan Siska yang diadakan disebuah gedung dan mewah. Farhan dan Siska nampak bahagia didalam foto yang diupload Siska di akun sosial media nya.


Dewi hanya membiarkan sang kakak dan berpindah lagi ke tempat duduk semula nya yang berada dihadapan sang kakak.


Dewi sengaja tidak mau mengambil atau menegur Tasha karena dia merasa ini adalah waktu yang tidak tepat. Takut nanti sang kakak bertambah sedih dan banyak yang melihat keadaan sang kakak.


Sebenarnya Dewi tidak suka jika Tasha masih menstalking Farhan. Karena dengan masih mencari tau kegiatan mereka, malah mental sang kakak akan tertekan kembali.


**


Didalam ruangan kerja Tasha. Dia selalu serius dalam setiap pekerjaan nya apalagi sejak beberapa bulan belakangan kemarin dia tidak datang kekantor, menjadikan pekerjaan yang ditinggalkan nya semakin menumpuk.


Ini sudah jam 8 malam dia masih berada didalam ruangannya. Kantor sudah sangat sepi, tidak ada lagi karyawan yang bekerja disana kecuali beberapa office boy yang masih bekerja disana.

__ADS_1


Sang mama yang sedari tadi mengkhawatirkan sang putri pun beberapa kali menghubungi tetapi tidak ada jawaban. Sebelum nya Tasha sudah mengkabari sang mama agar tidak mencari karena dia akan pulang terlambat.


Tasha yang masih sudah ketakutan karna kantor yang semakin malam semakin sunyi, sehingga dia memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan nya besok.


Di tempat parkiran yang gelap tasha keluar dari area tempat itu, dan baru beberapa menit keluar dari kantornya, Tasha mengedarkan pandangan nya. Dia seperti melihat seseorang yang dia kenal baru saja keluar dari kantor disebelah tempat dia bekerja.


"Apa aku salah orang ya" batin tasha.


"Ya hallo ma, kakak udah dijalan ma, udah mau pulang, mama mau nitip makanan apa" panggil Tasha dari dalam telpon yang sadar dia tidak mengaktifkan ponsel nya dan begitu banyak panggilan sang mama yang masuk.


"Sha, ini sudah pukul jam 9 malam. Mama gak mau nitip apa-apa, kamu hati-hati ya sayang" ucap Lita dalam sambungan telpon nya masih merasakan khawatir terhadap Tasha.


"Apa papa saja yang jemput kamu sayang?"


"Gak usah ma, aku pulang sendiri aja. Baik ma, aku ini dijalan. Udah dulu ya ma"


Seseorang yang ada didalam mobil yang dilihat Tasha tadi melewati mobilnya, tasha terus mengikuti mobil didepannya. Tidak lama lampu merah dan mereka berhenti di Traffict Light itu, Tasha mengambil posisi tepat disamping mobil yang mendahului nya tadi.


Pintu kaca yang terbuka menampakkan seorang laki-laki berpakaian rapi yang berada didalam mobil itu adalah Denis teman satu kampus Tasha waktu kuliah. Denis adalah seseorang yang berjasa semasa dia kuliah, banyak membantu dan memberikan motivasi ketika Tasha sudah hilang semangat atas skripsi nya.


Tasha membuka jendela mobilnya dan mengklakson mobil disampingnya. Denis menoleh dan melihat Tasha.


Setelah lampu hijau menyala, mereka melaju kan mobil mereka masing-masing dan berhenti di pinggir jalan.


Denis segera turun dari dalam mobil nya begitu juga dengan Tasha. Tasha sangat merindukan sahabat bahkan teman curhat nya.


"Denis aku merindukan mu" pelukan Tasha pada Denis yang begitu banyak ingin dicerita kan nya kepada Denis.


Denis juga salah satu teman curhat Tasha ketika Tasha dulu lagi bertengkar dengan Farhan.

__ADS_1


"Kamu baik Sha?" Lepas Denis pelukan Tasha.


__ADS_2