
Dimeja makan besar milik keluarga Herni, kini telah terhidang makan-makanan dari sayuran hijau. Herni telah merubah semua menu makan malam nya hari ini khusus untuk Arga dan Tasha agar menantunya itu cepat mengandung.
"Makan yang banyak ya sayang. Ini semua khusus mama suruh mbok Ina masakan buat kalian berdua" ujar Herni sambil mengambilkan sayur-sayuran itu kepiring Tasha.
Tasha menelan salivanya dan membulatkan matanya. Dia yang tidak menyukai sayur-sayuran kini harus dihadapkan dengan brokoli dan kubis.
"Kamu juga Arga, kamu harus banyak memakan tauge agar lebih tokcer" ujar Herni yang juga telah mengambilkan makanan untuk anaknya itu.
Arga dan Tasha saling berpandangan, tidak ada makanan lain dimeja makan itu yang biasa mereka makanan selain makanan yang Herni sediakan dan menghabiskan seluruh makanan itu sesuai keinginan ibu mereka.
*
Selang beberapa menit berlalu setelah makan malam mereka selesai dan masing-masing memasuki kamar untuk beristirahat, kini Tasha yang baru sampai didalam kamar milik Arga yang lebih dulu masuk darinya sebelumnya Tasha membereskan piring-piring kotor sisa-sisa makanan mereka bersama dengan para pembantu mereka yang ada dikediaman sang mertua yang membantunya.
Tasha yang sebenarnya dilarang keras oleh sang mertua untuk melakukan-melakukan pekerjaan rumah, namun Tasha selalu memberikan pengertian pada Herni untuk mengizinkannya melakukan hal-hal kecil semacam itu.
Deringan benda pipihnya yang terletak diatas nakas ruangan kamar suaminya itu mengudara berulang-ulang. Arga yang berada dikamar mandinya, tidak sadar bahwa benda pipih sang istri mengudara diruangan itu.
"Hallo ma, kakak merindukan mama" rengek Tasha yang tau jika sang mama yang dirindukannya itu menghubunginya.
"Kak, jangan seperti itu. Nanti mama jadi tambah sedih tidak bisa pulang melihat kalian kak" ucap Lita lirih mendengar rengekan sang putri sulungnya.
"Oh iya Arga apa kabar sayang" ucap Lita yang juga merindukan sang menantu yang sudah seperti anak kandung mereka sendiri.
"Mama, anak mama aku atau mas Arga sih. Kenapa kabar mas Arga yang duluan mama tanyakan" protes Tasha pada sang mama.
__ADS_1
Lita yang hanya tersenyum mendapatkan protes dari sang putri walaupun dirinya telah dewasa dan juga telah memiliki seorang suami tapi sifat manja dan cemburunya masih terbawa sampai saat ini.
Tidak lama dari bersih-bersih Arga yang dilakukannya didalam kamar mandinya itu, kini matanya tersorot kearah sang istri yang sedang duduk dibangku nakasnya dengan benda pipih ditelinganya.
Tasha yang belum menyadari jika Arga telah selesai dari kamar mandi dan berjalan mendekatinya.
"Siapa sayang?" ucap Arga yang telah memeluk sang istri.
Tasha kaget mendapatkan Arga yang telah memeluknya dan berada dibelakangnya, kini berbalik menghadap sang suami.
"Mama" bisiknya pelan pada Arga.
Arga yang hanya tersenyum jika sang mertua sedang dalam kondisi baik terdengar dari suara yang berada dalam panggilan itu.
"Hemm baik ma"
Arga yang hanya diam masih berdiri dibelakang Tasha, kini dia memiliki ide untuk pura-pura mengadukan hubungan rumah tangga mereka beberapa waktu silam ke sang mertua yang akan membuat istrinya itu kesal.
"Bohong ma, ada seorang wanita merajuk kemarin pergi jauh dan meninggalkan suaminya seorang diri disini" jerit Arga dengan nada pelan.
Tasha yang mendengar jeritan Arga meletakkan benda pipihnya diatas nakas ditutupi dengan tas agar suara mereka tidak didengar oleh sang mama dan kembali menangkap bibir Arga dengan kedua tangannya.
"Mas ahh jangan gitu, bagaimana kalau mama dengar jika kita kemarin ada masalah" umpat Tasha yang mendekatkan wajahnya kewajah suaminya.
Arga yang menangkap wajah kekesalan sang istri kini mengacak rambutnya dengan gemesnya dan dia juga mencium pipi Tasha.
__ADS_1
"Saya ingin mengadukan kepada ibu mertua saya jika anak sulung mereka itu agar dia tidak nakal lagi dan tidak lagi lari dari cengkeraman saya" ujarnya membuat istri nya itu semakin memajukan bibir nya.
"Baik lah sekarang kita sedang berperang, lakukanlah Tuan Arga Reywinston, saya juga akan melakukan apapun yang saya inginkan. Jadi mulai sekarang kita tidak akan berteman untuk beberapa jam kedepan" cibir Tasha yang kembali mengambil benda pipihnya.
'Lihat saja ya om tua setelah ini saya akan membalas anda yang lebih menyakitkan lagi dan menggilai saya untuk meminta ampun' batin Tasha sambil tertawa kecil melirik suaminya itu.
Setelah rasa rindu anak dan ibu tadi terbayarkan walaupun dari sambungan suara berubah ke videocall. Karena Tasha yang beberapa waktu lalu dari kepergiannya tidak membawa ponsel nya dan tidak menyimpan nomor sang ibu, membuatnya merasakan kerinduan yang teramat.
Bukan hanya pada sang mama Tasha merasakan kerinduan, namun dengan sang papa yang biasanya sejak kecil berada disampingnya dan menjadikan sosok seorang ayah menjadi pelindungnya walaupun sudah tua dan usia yang tidak lagi muda, namun Tasha selalu saja manja dan merindukan sang papa dalam kejauhan itu.
Beberapa saat dari setelah Tasha mengakhiri panggilan orang tuanya itu, Tasha kembali diam tanpa menoleh kearah suami nya dan berjalan memasuki kamar mandi.
Tidak lama dari sana Tasha yang keluar dari tempat itu dan membersihkan dirinya, kini dia berjalan santai dengan memakai lingerie yang lebih mencolok bewarnakan merah dan hanya menutupi buah d*** nya yang sengaja tidak dipakaikan nya br* sebagai pelindung benda bulat itu yang memang berniat ingin menggoda suaminya.
Arga yang masih menyandarkan tubuhnya diheadboard ranjang kamar nya itu, masih melirik kearah Tasha menatap tubuh seksi yang terlihat jelas seperti tidak memakai pakaian karena pakaian yang dipakai Tasha memiliki belahan dibagian bawah d*** hingga sampai dipangkal p*** istrinya itu.
'Bagaimana mas, apakah masih kuat untuk menahannya?' batin Tasha yang memang sengaja berjalan mondar-mandir didepan suaminya itu dan memamerkan tubuh indahnya didepan Arga yang sesekali dia juga menunggingkan bokongnya seperti mencari sesuatu.
Arga yang sudah gusar mencoba untuk tidak memperhatikan sosok wanita berwujud nafsu dunia dan mengacaukan pikiran yang sudah kacau, kini dia menangkap tubuh istri nya itu yang masih sibuk dengan kesibukkan nya yang tidak jelas.
"Kamu sengaja ingin membuat mas tergoda sayangku?" ujar Arga yang telah membawa Tasha terduduk diperut bidangnya.
Tasha yang hanya diam dan masih terlihat cuek pada sang suami, hanya bisa tertawa dalam hatinya dan berhasil membuat suaminya itu masuk dalam perangkapnya.
"Apaan sih, siapa juga yang mau menggoda Tuan. Kita sedang tidak berteman dan hari ini juga saya akan libur untuk melayani Anda Tuan. Jadi jangan lakukan yang biasa Anda lakukan pada saya Tuan" ucap Tasha yang kini mencoba melepaskan dirinya pada sang suami untuk mencoba menguji surga yang dimilikinya.
__ADS_1