Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
74. Percetakan


__ADS_3

Tasha yang sudah dibawanya masuk kedalam rumah mereka dan kini tubuh sang istri yang telah dikuncinya semakin mendekat ke arah dinding. Tangan Arga yang telah menjalari keseluruh tubuhnya membuat Tasha semakin menegang dan mulai perlahan memalingkan wajahnya kearah lain dari sang suami yang seakan menolak nya.


"Mas, lihat lah kita berdua sudah rapi. Disiang terik seperti Ini, tidak baik untuk saatnya melakukan proses percocokan tanaman sayang. Kita bisa melakukannya nanti malam" bujuk Tasha agar Arga tidak melanjutkan keinginnannya itu.


"Tapi dia telah bangun sayang" Arga menujuk kearah disebalik celana yang dikenakannya.


"Ayolah sayang tolong, ini sangatlah sakit jika tidak dituruti" dengan wajah memelasnya, Arga yang menahan rasa sakit yang diperlihatkannya pada sang istri.


Bibir sang istri yang telah dibungkam oleh Arga dengan bibir mereka yang telah menyatu.


Tasha yang terdiam hanya menuruti keingin Arga dan membalas pagutan demi pagutan sang suami. Bibir yang telah terbuka, sangat mudah ditelusuri Arga hingga kerongga-rongga mulut Tasha. Arga memainkan lidahnya didalam mulut Tasha dan tangan yang sudah aktif kebeberapa titik bagian tubuh Tasha.


Bibir manis sang istri yang menjadi kegilaannya dan kecanduannya ketika saliva-saliva mereka saling bertemu.


Pergerakan yang sudah memanas sehingga Tasha yang akhir nya harus menyeimbangi tubuhnya dengan Arga sang suami.


Arga sudah melihat Tasha tersenggal-senggal dalam bernafas, kini menggendong istrinya itu kembali dan membawanya kesofa diruangan itu tanpa melepaskan pagutan mereka.


Tubuh yang telah berbaring dan Tasha yang juga kini telah menggila karena sentuhan dan gigitan yang diciptakan suami nya itu padanya.


Beberapa jam telah berlalu, mereka yang sudah selesai dalam pertempuran itu masih terbaring disofa single ditempat yang sama. Dengan Tasha yang telah tertidur diatas d**a Arga dan sang suami yang juga telah memeluk tubuh istrinya itu.

__ADS_1


*


Cahaya lelampuan sudah menerangi di setiap jalanan yang mereka lewati. Begitu juga dengan rencana demi rencana yang tidak sesuai dengan harapan yang mereka rencana kan dari awal, yang telah bersiap-siap di siang hari untuk kerumah sang mama namun terhalang karena sesuatu yang harus lebih didahulukan untuk menyalurkan kelangsungan kehidupan benih-benih penerusnya dimasa depan mendatang.


Disuasana malam hari yang sudah gelap ini mereka berdua baru saja sampai disebuah hunian kediaman milik orang tuanya yaitu Herni. Dan Arga juga telah memarkirkan mobilnya dihalaman besar ibu nya itu dan turun bersamaan dengan Tasha yang berada disebelahnya.


Terlihat disana seorang laki-laki yang sedang bertugas menjaga di kediaman itu, berjalan menghampiri untuk menyusul Arga anak dari sang majikannya itu yang baru saja sampai.


"Pak, mama ada dirumah?" tanya Arga yang melihat kehadiran sang penjaga yang sudah sangat dikenalnya karena lelaki itu telah lama bekerja dirumah ibunya ini dan mendekat kearahnya.


"Nyonya hari ini tidak kemana-mana dan ada dirumah Den" ujar lelaki yang berkisar usianya hampir 50 tahunan itu.


"Baik, terimakasih. Kami masuk ya pak" sambung Arga dan bersikap sangat sopan kepada lelaki itu karena seluruh pekerja yang bekerja dikediaman orang tuanya ini sangatlah berjasa dikeluarga mereka.


"Assalamualaikum" ucap Tasha dan Arga memberi salam setelah membuka pintu besar dirumah itu ketika sebelum masuk dan terlihat jelas disana Herni sang ibu mertua dari Tasha dan ibu dari Arga itu sedang berada diruangan keluarga menonton televisi sendirian karena rumah yang dihuni Herni sekarang ini memang tidak ada siapa-siapa selain dia dan juga para pekerja yang bekerja disana.


Setelah dari mengucapkan salam Arga langsung masuk kerumah orang tuanya disusul oleh Tasha menuju pada ibu mereka yang belum menyadari kedatangan dan keberadaan mereka yang telah mendekat menuju kearah nya yang sedang duduk disofa ruangan itu.


"Mama" Tasha berjalan dan sedikit berlari kecil sambil merentang kan dan membuka kedua tangannya kearah sang ibu mertua.


Tiba-tiba Herni yang mendengar suara yang tidak asing bagi nya itu adalah suara dari menantunya yaitu Tasha dan dengan cepatnya dia membalikan tubuh nya dan menangkap kearah suara yang memanggilnya itu.

__ADS_1


Benar saja, Arga dan Tasha berkunjung kekediamannya dan menemui dirinya yang sudah lama tidak melihat putra satu-satunya itu dan sang mantu kesayangannya ini.


"Menantu mama. Kamu datang sayang? mama merindukanmu" peluk Herni tubuh Tasha dan sebuah kecup mendarat di kedua pipi sang mantu.


"Tasha juga sangat rindu dengan mama" ucap Tasha masih dalam pelukkan ibu mertuanya itu.


"Mama sehat kan?" Tanya Tasha kembali kondisi kesehatan ibu mertuanya.


"Mama akan selalu sehat sebelum berjumpa dengan calon cucu mama sayang" ucap Herni sambil mengelus perut Tasha yang masih rata itu.


Bagaimana pun kehamilan Tasha sangatlah dinanti-nanti bukan hanya mereka berdua saja, tetapi baik keluarga suaminya dan juga keluarganya yang selalu menunggu kehadiran makhluk mungil yang akan menambah kebahagian dikeluarga besar dari keduanya.


Arga yang telah memilih duduk disofa tempat dimana mamanya itu tadi sedang bersantai, sedangkan Tasha dan juga Herni masih sibuk dalam kerinduan kedua wanita yang beda generasi itu.


"Kemana saja, kemarin mama datang keappartement kalian, tapi kalian tidak ada" ucap Herni yang datang keappartement anaknya itu beberapa waktu lalu ketika Arga sedang menjemput sang istri yang pergi meninggalkan nya.


"Kemarin saya sedang ada pekerjaan diluar Kota ma, jadi Natasha saya ajak sekalian untuk ikut dengan saya ma" sambung Arga takut jika Tasha salah bicara karena mereka sebelumnya lupa untuk briefing terlebih dahulu.


Tasha yang sudah dipersilahkan sang ibu mertua untuk duduk ditengah-tengah disampingnya dan juga suaminya.


"Kenapa kalian baru datang semalam ini kerumah mama sayang?" ucap Herni memeluk tubuh menantunya itu yang sudah sangat dia rindukan.

__ADS_1


"Sebelum kesini kami mencetak anak dulu ma" ujar Arga singkat dengan santainya berbicara kepada ibu nya itu.


Wajah Tasha yang langsung tampak terlihat memerah setelah mendengar suaminya itu dengan terang-terangan mengatakan apa yang mereka lakukan sebelumnya pada sang mama.


__ADS_2