Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
53. Menghindar


__ADS_3

Hari semakin malam, kini Tasha yang hanya menatap langit-langit kamar yang ditempatinya sekarang yaitu kamar utama diapparetement milik Arga itu.


Wajah Tasha yang sama dengan keadaannya setelah diculik, masih tidak bergairah dan air mata dari pelupuk matanya tidak pernah surut dikeluarkannya.


Manik Tasha menuju kearah nakas yang berada dikamar itu dan melangkahkan kakinya, menduduki bangku tepat didepan kaca nakas itu. Pandangan matanya mengarah kewajahnya, dia seakan j***k dengan dirinya sendiri.


"Aku benci dengan bibir ini. Aku benci. Hikkssss" Tasha terus menampari bibirnya yang telah secara paksa dicium oleh Farhan.


"Aku seperti seorang j****g yang tertangkap basah suamiku yang sedang berselingkuh, itu tidak benarrr. Itu tidak lah benarrr" Pekikan Tasha menggema dikamar itu.


Barang-barang yang ada dinakas ikut berserakan karena tangannya yang sudah menghempaskan seluruh barang tanpa tersisa.


"Om bukan aku yang memberikan nya pada lelaki b******n itu, om harus percaya aku juga memberontak. Aku j***k dengan kondisiku sekarang"


"Om jangan siksa aku dengan sikap diam om seperti ini. Tidak ada yang terjadi diantara aku dan lelaki b*******k itu, aku tidak lah berselingkuh dengan dia, mana mungkin aku mengkhianati pasanganku yang telah bersamaku setelah aku pernah merasakan sakitnya dikhianati orang yang pernah dimasa laluku. Aku mohon om harus percaya dengan ku" tangisan Tasha pecah sejadi-jadinya, kenapa lelaki yang sama itu lagi yang membuat trauma dihidupnya.


Baru beberapa menit Tasha tertidur, kini dia tebangun kembali setelah pintu kamar yang sudah terbuka dan menangkap punggung seorang lelaki yang telah masuk kedalam kamar mandi itu.


Tasha yang melihat kedatangan Arga yang telah sampai, menurunkan kakinya dan berjalan kearah walk-in closed untuk mengambilkan pakaian Arga yang akan disediakannya.


Tidak lama dari mandinya, Arga yang telah melihat dibalik ekor matanya jika pakaiannya yang telah disediakan Tasha. Namun dia memilih untuk melanjutkan langkahnya menuju walk-in closed untuk mengambil pakaian nya sendiri diruangan itu.

__ADS_1


Arga masih sangat gusar, dia tidak tau sikap apa yang harus diberikannya pada Tasha. Hati yang sudah berkecambuk, memburu setiap pikiran-pikiran yang selalu menyiksa dan menyayat hatinya.


Sebuah perselingkuhan bisa saja terjadi disetiap hubungan, itu lah yang sekarang selalu muncul dan membayang-bayangi hidupnya.


Manik mata Tasha langsung berair kembali setelah Arga melewatinya untuk keluar setelah memakai pakaiannya, jangankan bertegur sapa dan melihat kearahnya, untuk memakai pakaian yang telah disediakannya saja Arga enggan untuk memakainya.


"Mas, kita bisa bicara baik-baik. Tolong jangan berpikiran yang tidak-tidak tentang saya mas. Saya tidak pernah berniat dan terbesit sedikit pun dipikiran saya untuk berselingkuh atau mengkhianati pernikahan kita. Jangan percaya perkataannya yang akan menghancurkan rumah tangga kita mas" Tasha yang tidak tahan lagi dengan prilaku yang Arga berikan padanya kini mengeluarkan suara semenjak kepulangannya.


"Tidur lah dikamar ini, saya sedang banyak pekerjaan yang akan saya selesaikan diruang kerja saya" ucap Arga yang telah berlalu meninggalkan Tasha.


'Bagaimana saya dapat percaya Natasha, bahkan didetik-detik kematiannya saja dia tidak mengakui itu sebuah akal-akalannya atau sebuah kebohongan yang sengaja diciptakannya untuk merusak hubungan pernikahan kita' bathin Arga.


Hikssss


Tasha terus menangis dalam senggukannya didalam kamar yang sudah membengkak matanya. Tubuh yang semakin melemah kini dia menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang itu sambil meringkukkan kedua kakinya.


"Aku butuh dukungan untuk trauma yang sedang aku alami om, bukan sikap dingin om yang tidak menginginkan aku lagi untuk berada disamping om. Aku sakit"


Arga yang sudah berada dimeja kerjanya kini menatap kearah benda ipad lipadnya dengan sebuah bolpoin yang berada ditangan kanannya. Pikiran yang tidak lagi fokus menerawang atas ucapan Farhan pada nya.


Hidup Arga yang sudah tidak bersemangat semenjak kejadian Tasha yang telah dilihatnya berada didalam kamar yang sama dengan ketidak pantasan yang telah mengakacaukan pikirannya.

__ADS_1


Disisi lain Arga yang juga tidak percaya dengan ucapan Farhan bahwa Tasha yang ingin melakukannya dengan Farhan, namun seakan ucapan Farhan yang selalu berada dipikirannya jika mereka melakukannya atas sebuah cinta terpendam yang masih ada cinta diantara mereka.


"Kenapa Natasha kenapa kau bersikap seolah kau sudah tidak menginginkannya lagi didepanku" usap Arga kasar wajahnya yang sudah frustasi itu.


**


Cahaya pagi telah menembus kedalam kamar yang sedang ditempati Tasha, waktu yang menunjukkan ini belum terlalu siang, tapi suara-suara aktifitas yang sudah terdengar membangunkan Tasha karena diappartement yang mereka tempati memanglah orang-orang para pekerja.


Setelah beberapa hari berlalu dari penyanderaan yang dilakukan Farhan oleh Tasha membuat Arga yang sampai sekarang tidak pernah lagi tidur didalam kamar yang sama dengan Tasha dan dia selalu menghabiskan waktunya berada diluar appartement maupun diruangan kerja appartementnya itu.


Mata yang masih berat dan membengkak kini mengedarkan keseluruh ruangan kamar yang masih sama sepi dengan malam sebelum dia tidur.


Tasha menurunkan kakinya untuk mencari keberadaan Arga dan mempersiapkan sarapan Arga, karena setelah Arga pergi keluar Negeri kemarin, Tasha sangat merindukan masakan nya dimakan oleh Arga.


Langkah kaki Tasha yang sudah sampai diruangan kerja Arga maupun disekitar ruangan appartement itu, tidak menampakkan Arga berada diappartement itu.


Helaan nafas Tasha kini sudah tidak dapat bernafas dengan normal, raut wajah yang sudah memerah dan mata yang kini sudah berkumpul genangan air dipelupuk matanya. Dia tidak menyangka Arga akan pergi sepagi ini.


"Sebenci itu kamu dengan aku om. Bagaimana aku harus menjelaskan dengan mu. Jujur aku sangat mencintai om. Aku tidak bisa hidup seperti ini. Tolong percaya denganku. Hikks" tangisan Tasha kembali pecah dan menekukkan kedua kaki nya kelantai yang menangis sejadi-jadinya diruangan itu.


Dengan bekal makanan yang Tasha bawa dari appartementnya, kini dia telah sampai diparkiran perusahaan milik Arga yang pernah dikunjunginya beberapa waktu lalu ketika melakukan kerjasamanya antara perusahaannya dan perusahaan Arga, kini langkah kakinya terhenti setelah melihat Arga yang baru saja keluar dari mobilnya bersama dengan sekretarisnya Erina tanpa didampingi assistennya Joe.

__ADS_1


Erina yang juga telah keluar dari mobil Arga dengan keseksiannya dan lagi-lagi pakaian kurang bahannya, dia mencoba menyeimbangkan langkahnya berdiri disamping Arga yang selaku bosnya itu.


"Dari awal aku sudah menaruh kecurigaan dengan wanita penggoda ini ketika pertama kali melihatnya yang seakan mengagumi mas Arga. Baiklah, makan ni makanan yang sudah ditempat sampah" Tasha yang sudah membalik kan tubuhnya dan menjauh dari Arga kini membuang bekal makanan yang telah dimasaknya kedalam tong sampah yang tidak jauh darinya berdiri tadi.


__ADS_2