Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
89. Negeri Jiran


__ADS_3

Berbeda dengan Arga sang atasan, namun bagi Joe dan juga Keyla istilah hari libur tidak lah ada untuk mereka.


Sebuah kendala proyek yang pada hari itu juga harus mengantarkan mereka berdua untuk memantau langsung ke tempat lokasi sebuah pekerjaan pembangunan yang berada di Luar Kota.


"Key, saya sudah memesan kan tiket untuk kita berdua. Saya tunggu kamu dibandara" ujar Joe dibalik benda pipihnya menghubungi Keyla sang sekretaris atasannya itu.


"Baik Pak" dengan bernadakan datar dan cepatnya dia mematikan sambungan dari Joe melalui ponselnya.


Keyla menarik nafasnya berat, ingin marah namun tidak dapat marah dan hanya mengiyakan saja walaupun langkah kaki yang berat dan dia yang sebenarnya kesal dengan pekerjaan yang mendadak diwaktu-waktu hari liburnya seperti ini. Keyla adalah seorang gadis cantik berusia 26 tahun itu yang sudah memiliki banyaknya plaining liburannya yang tersusun dari jauh-jauh hari sebelum waktu nya tiba dan lelahnya bekerja selama dia sebagai seorang sekretaris diperusahaan ternama itu.


Walau bagaimana pun dia tidak bisa membantah ataupun meminta pada Joe untuk memindahkan kepada orang lain saja yang dapat mengantikannya, namun dia sadar diri bahwa dia adalah seorang karyawan baru yang memiliki minimnya sebuah pengalaman yang dimilikinya dan bukan hanya itu saja, bahwa dia juga merasa suatu pekerjaan apapun yang dikerjakan dan profesi apapun yang dimilikinya itu adalah suatu amanah yang harus dilaksanakannya.


Diwaktu yang bersamaan dengan tempat yang berbeda, Joe yang langsung turun dengan persiapan yang cepat dan membawa kebutuhannya baik yang dibutuhkan dalam proyek yang terhambat itu.


*


Sinar matahari yang sudah beranjak menampakkan keterikannya, Arga membawa istrinya itu berkeliling disekitaran Yacht itu, termasuk juga Arga sebelumnya juga telah membawa Tasha ke sebuah ruangan makanan untuk menjadi tempat sarapan mereka disana.

__ADS_1


Setelah lelahnya dari berkeliling mengutari Yacht yang menjadi tempat pelayaran mereka itu, kini mereka telah berada disebuah lantai yang akan menjadi tempat beristriharat mereka , dimana kamar yang bak sebuah hotel terapung itu telah disediakan selama perjalan di kapal itu didesain dengan view jendela yang cukup besar bertujuan agar para penumpang bisa menikmati indahnya panorama laut.


Rencana Arga yang ingin membawa sang istri ke Jepang dengan menggunakan Yacht kini harus berubah. Arga yang takut akan kondisi sang istri yang harus berlama-lama diatas kapal mengingat kondisi istrinya itu sedang mengandung dan takut jika nantinya akan mengganggu kesehatan bagi kedua orang janin dan ibu itu.


Setelah banyaknya pertimbangan, kapal yang mereka tumpangi itu pun berlabuh disalah satu pelabuhan George Town yang ada di Penang Malaysia. Arga yang telah membawa Tasha ke Negara Malaysia, dan kini dia mengajak sang istri berkeliling di Negara tetangga dan menikmati hari-hari mereka disana.


Arga dan Tasha sedang berada di sebuah tempat wisata yang ada di Penang yaitu Penang Hill yang menjadi tujuan pertama mereka karena itu adalah salah satu tempat permintaan yang Tasha inginkan.


Arga yang sebenarnya meragukan Tasha untuk menaiki bukit itu, namun dengan bujukan sang istri karena Tasha menyakinkan nya jika dia akan baik-baik saja membuatnya luluh dan hanya dapat menuruti kehendak istri nya itu.


Beberapa waktu lalu ketika Arga sebelumnya membawa Tasha untuk pergi menggunakan kapal pesiar dan akan mengunjungi tempat-tempat yang akan mereka singgahi nantinya, Arga telah membawa Tasha mencekan kandungannya dan berkonsultasi dengan dokter Tasha yang menangani istrinya itu mengatakan bahwa perjalanan mereka dan dia juga menanyakan dan menyakinkan agar janin yang didalam kandungan sang istri tetap aman.


Tasha yang terlihat sangat menikmati pemandangan itu dengan menaiki sebuah kereta kabel membuat nya takjub karena lintasan yang mereka lewati dijalur kereta itu yang dikelilingi oleh hutan rimbun dengan tidak ada takutnya ketika Tasha yang menaiki funicular train itu dan berbeda dengan sang suami yang merasa sangat khawatir terhadap istrinya.


Dalam hitungan beberapa menit dengan ketinggian bukit kurang lebih 821 meter, kini Tasha dan juga Arga telah sampai dibukit itu dan menampakkan pemandangan pulau Penang dari ketinggian di atas bukit itu.


Setelah menikmatinya keindahan alam itu dan sudah beberapa jam telah mereka berada disana dengan Tasha yang semakin menikmati udara segar dan sejuk disana, seperti menambah energi dalam kandungannya, kini rasa lelahnya tidak lagi dirasakannya.

__ADS_1


"Kita turun sekarang sayang" ujar Arga pada istrinya itu, mengingat cuaca disana juga semakin dingin.


"Baik lah mas"


Tasha yang hanya menurut dan Arga yang juga telah membawa istrinya itu untuk turun dari bukit itu.


***


Dua hari sudah mereka berada di Negeri Jiran tetangga itu dengan tempat yang berbeda-beda dan kota-kota yang mereka singgahi, terlihat jelas dari raut wajah Tasha yang sangat bahagia bisa merasakan perjalanan dan liburannya bersama dengan sang suami walaupun dia tidak sendiri dan ada janin ditubuhnya, namun itu tidak menghalangi nya untuk berkeliling dan bahkan dia juga mengajak sang suami untuk berjalan kaki menelusuri baik itu tempat-tempat wisata, tempat makan dan bahkan tempat belanja yang ada disana dan masih banyak lagi tempat-tempat yang belum mereka singgahi.


Seperti saat ini dimalam hari di sebuah tempat yang berada di jalan Alor sekarang adalah tujuan mereka selanjutnya. Tasha yang merekomendasikan pada suaminya itu untuk berkuliner disana dengan suasana penampakan lokasi food street menjadi tujuan Tasha dan suaminya itu.


Makanan yang disediakan di jalan Alor itu mayoritasnya dari restoran dipinggir jalan bukan pedagang dari kaki lima.


Banyaknya kursi dan meja direstauran-restauran tersebut berada hingga memenuhi separuh badan jalan, sehingga terlihat seperti tempat makan kaki lima yang begitu ramai nya.


Bukan hanya itu saja, sebuah lelampuan lampion-lampion yang bergantungan di sepanjang jalan ditempat itu menambahkan penampakan yang menjadi daya tarik dimalam hari dengan gemerlap nya dicahaya kegelapan itu.

__ADS_1


"Mas seharusnya kita juga mengajak mama untuk berlibur bersama dengan kita. Pasti asik jika mama ada disini" ujar Tasha yang telah dibawa Arga untuk menduduki sebuah bangku disudut kota itu.


"Mama jika diajak akan mengganggu kita nantinya sayang. Apalagi jika mama tau kita naik sebuah Yacht, pasti ada aja drama yang akan mama ciptakan. Takut jika kapal itu oleng lah, tenggelam dimakan paus lah. Dan salah satunya Transportasi yang belum pernah mama naiki adalah sebuah kapal dan berhubungan dengan laut" ucap Arga yang dia sangat mengenal ibu nya itu.


__ADS_2